Tutup Iklan

Ini Hlo Keistimewaan Nasi Goreng Pak Basiyo yang Tersembunyi di Nguter Sukoharjo

Ada berbagai keistimewaan dari warung sederhana milik Pak Basiyo di Sukoharjo yang menjual menu nasi goreng.

 Warung Nasi Goreng Sor Barongan Pak Basiyo di Nguter, Sukoharjo. (Instagram/@soloinfo)

SOLOPOS.COM - Warung Nasi Goreng Sor Barongan Pak Basiyo di Nguter, Sukoharjo. (Instagram/@soloinfo)

Solopos.com, SUKOHARJO – Warung nasi goreng Pak Basiyo yang berlokasi di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sedang menjadi sorotan warganet.

Warung sederhana ini memiliki menu andalan berupa nasi goreng dan bakmi goreng yang terkenal dengan kelezatannya. Konon, warung yang terletak di tengah desa dengan suasana sepi dan remang-remang ini menjadi langganan mantan Bupati Sukoharjo, Wardoyo. Lantas, apa keistimewaan nasi goreng buatan Pak Basiyo?

Berdasarkan penelusuran Solopos.com dari berbagai sumber, Minggu (5/9/2021), lokasi warung makan milik Pak Basiyo ini tersembunyi dan jauh dari pusat kota Sukoharjo.

Baca juga: 5 Wisata Kuliner Lezat Khas Kota Purwokerto, Yuk Icip!

Bagi Anda yang ingin mencicipi kelezatan masakan Pak Basiyo harus siap memacu adrenalin. Sebab untuk menuju warung makan ini, kamu harus melalui alas atau hutan jati dan juga pinggir Kali Bengawan Solo. Selain itu, jalanan menuju warung yang buka pada malam hari ini gelap gulita.

Kuliner legendaris yang satu ini mendadak viral berkat video unggahan influencer di Kota Solo, @thoric.idn yang diunggah ulang oleh @soloinfo.

Video tersebut memperlihatkan akses menuju ke warung nasi goreng Pak Basiyo yang sepi dan gelap gulita. Model warungnya juga sangat sederhana, karena hanya ada gerobak dan beberapa meja serta tikar untuk pelanggan yang hendak makan di tempat.

Selain suasana yang tenang, kelezatan nasi goreng Pak Basiyo juga patut dicoba. Seporsi nasi goreng di warung yang dikenal dengan nama Nasi Goreng Sor Barongan ini adalah porsinya yang jumbo dan dimasak dengan tungku arang.

Baca juga: Asale Desa Sugihan Bendosari Sukoharjo: Dulu Tempatnya Wong Sugih, Ini Ceritanya

Kebanyakan pelanggan merasa puas dengan menyantap seporsi nasi goreng dengan rasa tradisional yang lezat. Apalagi ditambah dengan suasana khas pedesaan yang tenang dengan angin sepoi-sepoi dan alunan suara jangkrik yang menambah kesyahduan menyantap kuliner spesial Sukoharjo ini.

Tetapi demi menikmati kelezatan nasi goreng Pak Basiyo, Anda harus rela mengantre. Jika terburu-buru tentu Anda akan emosi karena menunggu lama. Sebab, proses memasak dilakukan satu per satu sesuai pesanan pelanggan untuk menjaga cita rasa.

Warung makan yang menyediakan kuliner enak di Sukoharjo ini dari pukul 18.30-04.00 WIB. Dan untuk menunya ada capjay, bakmi, bihun, nasi goreng, dan lain sebagainya. Harganya pun murah, yakni Rp12.000 saja per porsi.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Polres Sukoharjo Kumpulkan Pengurus 13 Perguruan Silat, Ada Apa Ya?

Pengurus dari 13 perguruan silat yang ada di Kabupaten Sukoharjo diundang Polres setempat untuk mengikuti pertemuan di Hotel Tosan, Solo Baru.

Diyakini Bekas Lautan Purba, Air Sumur di Tawangrejo Klaten Terasa Asin

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Selama ini warga mengandalkan pasokan air dari sumur Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Jelang Nataru, Dai Kamtibmas Karanganyar Dapat Pembinaan

Dai Kamtibmas di Karanganyar diharapkan bisa mengambil peran dalam terciptanya iklim kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2022.

Hati-Hati di Jalan Lur, Hujan Lebat, Pohon Ambruk di Barat PKU Sragen

Pohon tumbang terjadi di sekitar PKU Sragen setelah hujan deras menguyur selama lebih dari satu jam.

Jos! Tim Taekwondo UMS Boyong 5 Medali Emas dan 4 Perunggu

Tim Taekwondo UMS mengirimkan 18 atletnya untuk mengikuti kejuaraan nasional taekwondo yang digelar Pengprov Taekwondo Sulawesi Tengah pada tanggal 8-10 November 2021.

727 Peserta Tak Lolos CBT Seleksi Perangkat Desa Wonogiri

Peserta CBT seleksi perangkat desa Wonogiri yang memenuhi batas minimal sebanyak 1.869 orang.

PPKM Level 3 Batal, Pelaku Pariwisata Percaya Diri Pasang Target Tinggi

Pembatalan PPKM Level 3 membuat pelaku bisnis perhotelan optimistis bisa menaikkan target okupansi pada libur Nataru nanti.

Seleksi Perangkat Desa Wonogiri Terhenti 40 Menit, Peserta Sempat Panik

Setelah bisa diatasi, peserta dapat mengerjakan soal sampai akhir dengan waktu dari nol lagi.

Sumberbulu Karanganyar Raih Sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan

Di Jateng hanya ada dua desa wisata yang meraih sertifikat desa wisata berkelanjutan. Salah satunya adalah Desa Wisata Sumberbulu di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar.

Meteran Listrik Disambar Petir, Air Bersih Desa Tawangrejo Klaten Macet

Sumur Pamsimas itu dimanfaatkan warga dua RW di Dukuh Jetis, Desa Tawangrejo, Bayat, Klaten.

Belum Dievakuasi, Mobil SAR UNS Solo Terjebak Lahar Semeru Tak Terlihat

Mobil SAR UNS Solo yang terjebak dan tertimbun lahar dingin saat menolong korban erupsi Gunung Semeru belum bisa dievakuasi karena banyak kendala.

Bupati Karanganyar Kirim 3 Truk Bantuan dan 15 Sukarelawan ke Lumajang

PUDAM Tirta Lawu dan SAR Karanganyar berhasil mengumpulkan bantuan sembako dan lainnya sebanyak tiga truk untuk korban erupsi Semeru di Lumajang.

Sukarelawan Boyolali Kirim Sayuran ke Kawasan Gunung Semeru

Berdasarkan informasi yang didapat dari jaringan RAPI di Lumajang, masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru masih membutuhkan beberapa jenis bantuan, di  antaranya adalah sayur-sayuran.

2 Desa di Sukoharjo Dilanda Hujan Angin, 1 Rumah Warga Rusak

Satu rumah warga rusak akibat terjangan hujan angin yang melanda dua desa di dua kecamatan berbeda wilayah Kabupaten Sukoharjo, warga diminta tingkatkan kewaspadaan.

Relasi Dunia Pendidikan dan Industri di Karanganyar Perlu Ditingkatkan

Kadin Karanganyar meminta dunia pendidikan bisa menangkap apa yang menjadi kebutuhan dunia industri. Sehingga lulusan sekolah bisa dengan mudah terserap di dunia kerja.

Solo Hari Ini: 9 Desember 2015, Momen Rudy-Purnomo Menangi Pilkada

Enam tahun lalu, tepatnya pada 9 Desember 2015, pasangan F.X. Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo, meraih 63% suara sekaligus memenangi Pilkada Kota Solo.