Ini Deretan Warisan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang yang Disita

Inilah deretan harta warisan peninggalan si pengusaha terkaya Asia dari Semarang, Jawa Tengah, Oei Tiong Ham.

 Gedung OJK Jateng-DIY Semarang (Instagram/@ninewulan). Salah satu warisan peninggalan pengusaha terkaya Asia, Oei Tiong Ham.

SOLOPOS.COM - Gedung OJK Jateng-DIY Semarang (Instagram/@ninewulan). Salah satu warisan peninggalan pengusaha terkaya Asia, Oei Tiong Ham.

Solopos.com, SEMARANG — Sejumlah harta peninggalan pengusaha terkaya kelahiran Semarang, Jawa Tengah, Oei Tiong Ham, disita negara. Taipan yang dijuluki si Raja Gula Asia ini memiliki aset yang begitu banyak. Saking banyaknya, pendataan asetnya sulit dilakukan.

Dalam berbagai sumber literasi dalam bentuk koran lawas yang ditelusuri Solopos.com, Kamis (27/1/2022), pada 10 Juli 1961 pengadilan ekonomi mengeluarkan keputusan penyitaan dan nasionalisasi terhadap seluruh aset OTH Concern di Indonesia.

PromosiJembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Sebagai informasi, Oei Tiong Ham meninggalkan kekayaan yang ditaksir mencapai 200 juta hingga 500 juta gulden atau saat ini sekitar menyentuh angka Rp4 triliun. Setelah kematiannya, kerajaan bisnis Oei Tiong Ham Concern yang awalnya bernama Kian Gwan ini dikelola oleh salah satu putranya, Oei Tjong Hauw. Dia sukses membawa bisnis ini melewati masa-masa sulit pada akhir dekade 1920-an.

Baca juga: Kisah Si Raja Gula Asia, Pengusaha Terkaya dari Semarang

Akan tetapi baru sebentar masuk masa tenang, Oei Tjong Hauw meninggal karena serangan jantung. Hal ini menjadi titik balik kemunduran Oei Tiong Ham Concern sebagai raksasa bisnis.

Riwayat kerajaan bisnis ini akhirnya tamat pada 1964 saat seluruh asetnya di Indonesia disita negara berdasarkan keputusan Pengadilan Ekonomi Semarang. Sepeninggal Oei Tjong Hauw, tidak ada penerus yang memiliki relasi bisnis memadai di Indonesia. Sebab, sebagian besar mereka berdomisili di luar negeri.

Situasi bertambah parah bagi Oei Tiong Ham Concern, saat salah seorang putra mendiang pengusaha terkaya Asia dari Semarang yang bernama Oei Tjong Tjay memilih berkoalisi dengan kubu politik yang “salah.” Saat itu dia bergabung dengan Partai Sosialis Indonesia (PSI). PSI kemudian dibubarkan pada tahun 1960, karena perannya dalam pemberontakan PRRI/Permesta.

Baca juga: Segini Total Harta Warisan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang?

Akan tetapi alasan resmi pemerintah Indonesia menyita seluruh aset warisan Oei Tiong Ham bukanlah politik, melainkan tuduhan pelanggaran peraturan valuta asing oleh perusahaan tersebut. Masalah ini bergulir dalam persidangaan selama tiga tahun, 1961-1964, yang berakhir pahit bagi keturunan Sang Raja Gula Asia itu.

Dalam pengadilan diputuskan bahwa seluruh asert Oei Tiong Ham Concern disita oleh pemerintah RI. Pemerintah lalu membentuk PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Indonesia Nasional Rajawali Nusantara, yang diberi wewenang mengelola seluruh aset ex Oei Tiong Ham Concern. Sekarang perusahaan ini bernama PT Rajawali Nusindo dan berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Aset-aset pribadi milik keturunan Oei Tiong Ham juga disita, termasuk rumah mewah di kawasan Gergaji, berbagai pabrik gula di Jawa dan Sumatra. Serta berbagai perusahaan lain yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Ini Cerita Anak Korban Tertembak Senjata Anggota Polisi di Semarang

Warga berinisial S tertembak senjata jenis airsoft gun yang dibawa Briptu RS di Semarang. Anak korban, Nurokhmah, 25 tahun bercerita mengenai kejadian tersebut.

Ini Senjata Anggota Polisi Yang Membuat Warga di Semarang Tertembak

Warga berinisial S tertembak saat hendak melerai keributan antara Briptu RS dengan kerabatnya di Semarang.

Bobol Sekolahan Hingga Kantor, Remaja di Banyumas Ini Ditangkap Polisi

Seorang remaja di Banyumas ditangkap polisi karena menjadi pelaku aksi pencurian di sejumlah sekolah dan kantor pemerintahan.

Polisi Ribut Dengan Kerabat, Seorang Warga di Semarang Tertembak

Keributan dipicu permasalahan keluarga antara anggota polisi Briptu RS dan kerabatnya SY, di Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang.

Gurihnya Kuliner Soto Kudus, Pakai Daging Kerbau Bukan Ayam

Olahan kuliner berupa soto khas Kudus identik dengan kuah pekat dari kaldu daging kerbau yang disajikan dalam mangkuk kecil.

Desa Cawet Pemalang Simpan Keindahan Surgawi

Desa Cawet di pemalang, Jawa Tengah, memiliki potensi wisata alam yang memukau.

Di Mana Daerah Terdingin di Jawa Tengah?

Inilah daerah terdingin di Jawa Tengah yang sering turun hujan salju saat musim kemarau.

Check-in di Hotel, PSK di Semarang Dianiaya Tamu Pakai Muntu

Boy menganiaya PSK menggunakan muntu saat check-in di hotel untuk mengambil uang dan harta milik PSK tersebut.

Mobil Avanza Tabrak Karimun di Flyover Jatingaleh, Ini Kronologinya

Kecelakaan lalu lintas di Flyover Jatingaleh Semarang bermula ketika pengemudi Avanza diduga mengantuk atau kebingungan melaju dari arah Tanah Putih.

Jadi Percontohan, Desa di Semarang Ini Tanam Kedelai Varietas Unggul

Sebanyak 30 kilogram bibit kedelai yang terdiri dari varietas Sugentan dan Gamasugen diserahkan BRIN dalam kegiatan ini.

25 Orang Lolos Tes Potensi Calon Anggota Komisi Informasi Jateng

Sebanyak 25 orang dinyatakan lolos tes potensi calon anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Periode 2022-2026.

Kuliner Nasi Penggel, Jumeokbap Korea Ala Kebumen

Nasi Penggel adalah olahan kuliner khas Kebumen, Jawa Tengah yang bentuknya menyerupai nasi kepal Korea, Jumeokbap.

Serem! Warga di Semarang Ini Tinggal di Tengah Kuburan

Warga Kampung Bergota Krajan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), sudah lama hidup berdampingan dengan kuburan karena berada di kompleks permakaman.

Pengumuman! Layanan Imigrasi Semarang Akan Permanen di MPP Grobogan

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang berencana membuka layanan imigrasi secara definitif di Mal Pelayanan Publik Grobogan.

14 Ekor Sapi Positif PMK, Pasar Hewan di Banjarnegara Ditutup

Sejumlah pasar hewan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), ditutup menyusul ditemukannya kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK pada 14 ekor sapi.

Presiden Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker, Ini Saran Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyarankan masyarakat untuk sadar diri dalam melakukan perlindungan diri menyusul pelonggaran penggunaan masker di tempat terbuka.