Ini Cara Aman Konsumsi Makanan Beku Siap Santap
Ilustrasi frozen food atau makanan beku. (Antara-Shutterstock)

Solopos.com, JAKARTA — Ada cara aman untuk bisa mengonsumsi frozen food atau makanan beku siap santap yang semakin di masa pandemi Covid-19. Agar nutrisinya tetap terjaga dan terhindar dari penyakit maka sederet langkah ini patut diperhatikan.

Dokter Spesialis Gizi R.S. Pelni Jovita Amelia kepada Kantor Berita Antara mengatakan frozen food siap santap akan aman dikonsumsi jika para pengguna membaca dengan teliti anjuran yang tertera pada kemasannya. Hal yang harus diperhatikan itu, seperti suhu simpan dan tanggal kadaluarsa.

Kejutkan Fans dengan Teaser Misterius, CL 2NE1 Comeback Senin!

"Jadi ada standar suhu penyimpanan dan lama penyimpanannya suhu freezer kurang dari lima derajat, lama penyimpanan dua sampai tiga bulan," kata dr. Jovita saat dihubungi Antara, Rabu (16/9/2020).

Frozen food atau makanan beku siap santap pada dasarnya merupakan makanan yang sudah dimasak atau setengah matang. Untuk menikmatinya, seseorang harus memasaknya kembali dengan cara digoreng, direbus, dikukus, dipanggang, atau hanya dipanaskan yang berarti terjadi pengulangan memasak.

Jangan Sisakan Makanan

Oleh karenanya, penting untuk tidak menyisakan makanan agar tidak perlu lagi disimpan di kulkas atau freezer. Selain dapat menghilangkan nutrisi karena beberapa kali pemanasan, makanan yang sudah dibuka dari kemasan sangat mudah memunculkan bakteri.

"Jangan menyimpan kembali makanan yang sudah dicairkan ke freezer, karena makanan yang sudah dicairkan ini akan mudah tumbuh bakteri," ujar dr. Jovita.

Serial Thailand The Gifted: Graduation Trending di Tayang Perdana

Jovita juga mengatakan sebaiknya pilih frozen food atau makanan beku siap santap yang tidak mengandung nitrat. Sebab untuk jangka panjang, mengkonsumsi makanan dengan kandungan tersebut dapat berbahaya bagi kesehatan.

"Pengawet makanan juga terutama yang mengandung nitrat tidak baik dikonsumsi jangka panjang terutama dengan pemanasan karena memiliki efek karsinogenik," kata dr. Jovita.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom