Ingat, Kasus Ini Tak Bisa Diselesaikan di Rumah Restorative Justice

Meski Polres Sragen mendorong masyarakat menyelesaikan kasus mereka di Rumah Restorative Justice, tetapi ada kasus-kasus yang tak bisa diselesaikan di sana.

 Kepala Desa Jetak Siswanto (kanan) duduk di kursi panas saat simulasi di ruangan Rumah Keadilan Restoratif di wilayah Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen, Rabu (27/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Kepala Desa Jetak Siswanto (kanan) duduk di kursi panas saat simulasi di ruangan Rumah Keadilan Restoratif di wilayah Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen, Rabu (27/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Pendirian Rumah Restorative Justice oleh Pemerintah Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, diapresiasi Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Ia ingin nantinya Rumah Restorative Justice itu ada di setiap eks-kawedanan.

Rumah ini didirikan untuk menyelesaikan banyak kasus yang terjadi di masyarakat tanpa harus melalui proses hukum. Baik kasus perdata maupun pidana. Namun, tidak semua kasus bisa diselesaikan di Rumah Restorative Justice, seperti pembunuhan, peredaran narkotika dan psikotropika, dan perjudian.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Saya harap semua warga tidak mendapat masalah. Tetapi kompleksitas kehidupan di masyarakat mau tidak mau akan berhadapan dengan masalah hukum. Kejaksaan Negeri dan Polri hadir untuk mengedepankan restorative justice atau penyelesaian secara persuasif, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat,” ujar Bupati Yuni saat meresmikan Rumah RJ tersebut, Rabu (27/7/2022).

Rumah RJ yang terletak di Dukuh Jetak Tani RT 003, Desa Jetak, itu menempati bangunan bekas pendidikan anak usia dini (PAUD). Rumah itu didesain seperti pengadilan, ada tempat pelapor dan terlapor.

Baca Juga: Desa Jetak Sragen Bikin Terobosan Hukum Tanpa Meja Hijau

Selain itu ada tim bantuan hukum cuma-cuma, petugas administrasi dan registrasi masalah, dan pemangku kebijakan restorative justice. Di Rumah RJ itu juga ada ruang musyawarah untuk menyelesaikan masalah.

Kepala Desa Nakal

Bupati menyampaikan Rumah RJ menjadi jawaban bila ada masalah hukum di masyarakat, tidak perlu sampai ke pengadilan.

“Tentu tidak semua masalah hukum bisa diselesaikan di Rumah RJ, di antaranya kasus pembunuhan, kasus narkoba, dan kasus cap ji kia. Contoh kasus tersebut terhitung berat dan harus diselesaikan di aparat penegak hukum. Termasuk menangani masalah kepala desa yang nakal-nakal itu tidak bisa diselesaikan di Rumah RJ,” ujarnya.

Dia menyampaikan masalah-masalah yang bisa dibawa ke Rumah RJ. seperti perselisihan rumah tangga ribut atau antartetangga. Dana operasional Rumah Restorative Justice bersumber dari dana desa.

Baca Juga: Relasi Kuasa Tantangan Berat Penegakan Hukum Kasus Kekerasan Seksual

“Ke depan, Rumah RJ ini harus diupayakan minimal di eks-kawedanan ada satu Rumah RJ. Bahkan ada dua pengacara gratis yang disediakan desa, termasuk Kepala Desa Jetak juga bisa menjadi pengacara,” kata Bupati Yuni.

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, menyebut terobosan yang dilakukan Pemdes Jetak luar biasa. Kehadiran Rumah Restorative Justice ini, menurutnya, bisa mengurangi jumlah narapidana di lembaga pemasyarakatan yang saat ini sudah overload.

“Tidak semua masalah hukum itu harus selesai di pengadilan untuk mendapatkan kepastian hukum. Tetapi bisa diselesaikan lewat jalan musyawarah. ada beberapa karakteristik perkara yang bisa diselesaikan dengan mengedepankan restoratif,” katanya.

Polres Sragen juga, sambungnya, mendorong polsek-polsek untuk menerapkan restorative justice. Sejauh ini ada tiga polsek yang sudah menerapkannya, yakni di Polsek Sragen, Polsek Jenar, dan Polsek Tangen.

Baca Juga: Perdana! Desa Sendang sebagai Kampung Restorative Justice di Wonogiri

Kapolres menyatakan perkara pembunuhan dan narkoba tidak mungkin diselesaikan di Rumah RJ karena berkaitan dengan moralitas dan masa depan anak bangsa.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

    Espos Plus

    Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    + PLUS Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

    Berita Terkini

    Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Gondang Winangun Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Pedan, Klaten.

    Daftar Kekosongan Jabatan Perangkat Desa di Eks Kawedanan Pedan Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Pedan, Klaten.

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Jatinom Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Jatinom, Klaten.

    Rumah dan Kandang di Tanon Sragen Terbakar, 1 Ekor Sapi Terpanggang

    Rumah dan kandang ternak milik warga Dukuh Dayan, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terbakar pada Minggu (7/8/2022).

    Meriah! Ratusan Orang Kunjungi Bedoro Festival Fair Sambungmacan Sragen

    Ratusan orang menghadiri Bedoro Festival Fair yang diselenggarakan di Lapangan Tunjungsemi, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Minggu (7/8/2022).

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Delanggu Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Delanggu, Klaten.

    Malam Puncak Grand Final Putra Putri Solo 2022, Meriah tapi Khidmat

    Malam puncak grand final pemilihan Putra Putri Solo 2022 di Balai Kota Solo berlangsung meriah dihadiri Puteri Indonesia Lingkungan 2022 Cindy May McGuire.

    Kisah Sukses Penjual Kesemek Selo Boyolali, Tembus Pasar Singapura

    Kisah sukses ini berasal dari Rina dan keluarganya di Desa/Kecamatan Selo, Boyolali yang kesehariannya berjualan buah kesemek.

    Alasan DLH Solo Usulkan CFD Tanpa Pedagang, Hanya Masalah Sampah?

    Persoalan rendahnya kesadaran pedagang dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu alasan DLH Solo usulkan CFD tanpa pedagang.

    Bakal Ditutup Total 3 Bulan, Begini Pengaturan Lalin Simpang Joglo Solo

    Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas saat simpang Joglo, Banjarsari, Solo, ditutup total selama tiga bulan.

    Jadi Ikon Desa! 14 Kelompok Ikuti Festival Gejog Lesung Barepan Klaten

    Sebanyak 14 kelompok mengikuti Festival Gejog Lesung yang digelar di Pendapa Alun-alun Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten, Minggu (7/8/2022) siang.

    Wah, Pelopor Karawitan Jangglengan Sukoharjo Ternyata Penjual Bakso

    Munculnya kelompok karawitan di Desa Jangglengan, Nguter, Sukoharjo, dipelopori oleh seorang warga yang pernah merantau di Bandung sebagai penjual bakso.

    Simpang Joglo Solo Ditutup 3 Bulan untuk Rel Layang, Catat Jadwalnya!

    BTP Jabagteng telah menyiapkan linimasa pembangunan rel layang di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, yang salah satunya berdampak penutupan total simpang tujuh itu selama tiga bulan.

    Pengumuman! Ndarboy Genk Manggung di Stadion Trikoyo Klaten Malam Ini

    Ruas Jl. Pemuda Klaten bakal diberlakukan dua arah, Minggu (7/8/2022) pukul 18.00 WIB-24.00 WIB.

    Ini Tren Make Up yang Digandrungi Kawula Muda di Sragen

    Paguyuban Perias Widuri Sragen menyebut jenis make up yang menjadi tren dan digandrungi kawula muda di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

    Minim Siswa, SMP Negeri di Jumapolo-Jatipuro Karanganyar bakal Digabung

    Pemkab Karanganyar berencana me-regrouping atau menggabungkan sejumlah SMP negeri di dua kecamatan di Kabupaten Karanganyar.