Identifikasi Benda Cagar Budaya, Museum Sonobudoyo Beli Alat Canggih dari Eropa

Museum Sonobudoyo Yogyakarta mendatangkan alat canggih dari Eropa untuk mendeteksi ribuan benda cagar budaya yang belum teridentifikasi secara lengkap.

 Kepala Museum Sonobudoyo Yogyakarta Setyawan Sahli (kanan) saat menunjukkan koleksi wayang yang belum terindentifikasi secara detail asal usulnya, Selasa (4/10/2022). - Harian Jogja/Sunartono.

SOLOPOS.COM - Kepala Museum Sonobudoyo Yogyakarta Setyawan Sahli (kanan) saat menunjukkan koleksi wayang yang belum terindentifikasi secara detail asal usulnya, Selasa (4/10/2022). - Harian Jogja/Sunartono.

Solopos.com, JOGJA — Puluhan ribu koleksi benda cagar budaya yang ada di Museum Sonobudoyo Yogyakarta belum teridentifikasi secara lengkap. Sebagai langkah untuk mengidentifikasi benda cagar budaya itu, pengelola museum mendatangkan alat berteknologi x-ray flouresence (XRF) dari Eropa.

Berdasarkan data di Museum Sonobudoyo ada sekitar 43.000 koleksi yang merupakan peninggalan dari zaman prasejarah. Meski demikian dari total jumlah koleksi tersebut baru sekitar 90% yang teridentifikasi secara lengkap terkait asal usul.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Kami dapatnya dari situ dan tidak ada informasi yang lebih lengkap, mungkin hampir 90 persen [koleksi] itu belum diketahui [terkait asal usul dan kelengkapan data koleksi],” kata Kasie Koleksi, Konservasi dan Dokumentasi Museum Sonobudoyo Ery Sustiadi di sela-sela Lokakarya Analisis Koleksi Menggunakan XRF, Selasa (4/10/2022).

Museum Sonobudoyo mendatangkan sebuah alat berteknologi x-ray flouresence (XRF) dari Eropa. Penggunaan alat ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia melalui pengadaan di 2021.

Baca Juga: Catat! Ada Karnaval Wayang, Jalan di Kawasan Tugu Jogja Ditutup

Kecanggihan XRF adalah mampu mendeteksi berbagai jenis kandungan material pada koleksi. Sehingga mempercepat deteksi asal usul suatu koleksi museum.

“Harapannya keberadaan alat ini dapat membantu mempercepat deteksi untuk menambah informasi setiap koleksi di Museum Sonobudoyo. Saat ini teman-teman sedang belajar untuk pengoperasian agar akurat,” kata Ery.

Kepala Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Setyawan Sahli, menambahkan alat XRF memang diharapkan dapat membantu mengidentifikasi terhadap koleksi museum. Selain akurat juga mampu menghadirkan data lebih detail terkait komposisi dari koleksi. Sehingga dapat memastikan suatu koleksi tersebut tergolong asli atau palsu.

Baca Juga: Kanjuruhan Jadi Perhatian Dunia, Muhammadiyah: Tim Pencari Fakta Harus Objektif

“Sehingga dapat mengetahui kedalaman keterangan dari suatu koleksi, selain itu misal ada yang keropos atau pecah bisa dideteksi komposisinya apa saja ketika akan diperbaiki,” ujarnya.

Sebagai satu lembaga pengelola koleksi dan rujukan riset mengedepankan kajian mutakhir, katanya, Sonobudoyo berusaha memfasilitasi museum lain terkait penggunaan alat tersebut. Oleh karena itu para pengelola museum dari DIY dan luar DIY diberikan pelatihan terkait dengan teknologi pendeteksi koleksi museum tersebut.

“Museum luar DIY kami ikutsertakan workshop terkait alat ini,” ujarnya.

Product Specialists XRF System Alfred Wirasasmita menyatakan sesuai dengan nilai mata uang asing 2022, alat tersebut senilai Rp5 miliar. Alat tersebut dapat mendeteksi semua elemen mulai dari logam, bebatuan, kulit dan lainnya.

Baca Juga: Motor Tabrak Pohon di Jalanan Sleman, 1 Orang Meninggal & 1 Orang Terluka

Data hasil deteksi bisa menjadi referensi dominan untuk menyimpulkan suatu koleksi tersebut asli atau palsu. Sehingga sangat tepat untuk mendukung identifikasi suatu koleksi museum. Identifikasi itu terdeteksi berdasarkan unsur penyebaran secara kimia.

Menurutnya di Indonesia memang belum ada yang menggunakan alat tersebut, kecuali di Sonobudoyo.

“Cara kerjanya sinar x dipantulkan ke objek koleksi, lalu ditangkap menggunakan spektrum, dari spektrum itu muncul angka dan penyebaran unsur. Hasilnya langsung keluar dan akurat, karena alat ini terkalibrasi juga dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ucapnya.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Ribuan Koleksi Sonobudoyo Belum Teridentifikasi, Alat Canggih Ini Didatangkan

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Jelang Pernikahan Kaesang, Warga Purwosari Sleman Pasang Spanduk Sambut Jokowi

      Warga Purwosari Sleman mulai bersiap-siap menyambut kedatangan Presiden Jokowi menjelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono.

      13 Remaja di Bantul Ditangkap Polisi karena Bawa Sajam, Begini Ceritanya

      Belasan remaja di Bantul diamankan polisi karena kedapatan membawa senjata tajam.

      Sejumlah Toko di Yogyakarta Kehabisan Stok STB, Pemda Endus Ada Penimbunan

      Sejumlah toko yang menjual set top box (STB) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengaku kehabisan stok.

      4.000 Set Top Box Gagal Didistribusikan di Yogyakarta, Ini Penyebabnya

      Sebanyak 4.000 set top box (STB) gratis bantuan pemerintal gagal disalurkan kepada warga miskin di Yogyakarta.

      Sabtu Ini, Jogja Diperkirakan Hujan dari Siang hingga Sore Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Sabtu 3 Desember 2022.

      Siaran TV Analog Dimatikan, Penjualan STB di Jogja Melonjak Tajam

      Kebijakan analog switch off (ASO) yang mulai diberlakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (3/12/2022) membawa berkah tersendiri bagi toko elektronik yang menjual alat set top box (STB).

      Warga Sragen Dihajar 3 Orang yang Ngaku Jadi Debt Collector di Sleman

      Sejumlah pria yang mengaku sebagai debt collector menganiaya seorang warga Sragen saat berada di Sleman.

      Di Sleman, Rangkaian Acara Pernikahan Kaesang-Erina Digelar di Dua Lokasi

      Rangkaian acara pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Sleman bakal digelar di dua lokasi berbeda.

      3 Tahun UGR Tak Cair, Warga Terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman Protes

      Warga yang terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Solo di Dusun Simping, Kalurahan Tirtoadi, protes karena uang ganti rugi tak kunjung cari.

      Jadi Ikon Wisata Baru di Bantul, Jembatan Kretek II Segera Dibuka

      Jembatan Kretek II yang menghubungkan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau Jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela) di atas Sungai Opak atau Laguna Pantai Depok, segera dibuka.

      Anggaran Habis, Pemkab Bantul Tak Gelar Atraksi Wisata saat Natal & Tahun Baru

      Pemkab Bantul memastikan tidak akan menggelar acara wisata untuk memeriahkan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 karena anggaran habis.

      Siaran TV Analog di DIY Dimatikan Sabtu Dini Hari, Ini Cara Dapatkan STB Gratis

      Mulai Sabtu (3/12/2022), siaran TV analog di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dimatikan.

      Prakiraan Cuaca Jogja Jumat: Berawan Pagi-Siang & Hujan Sore-Malam

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Jumat 2 Desember 2022.

      Lebih Tinggi dari UMP, UMK 2023 di Sleman Jadi Rp2,15 Juta

      Pemkab Sleman mengusulkan UMK 2023 naik 7,9% menjadi Rp2.159.000.

      Aneh! Jadi Korban Pemukulan di Holywings Jogja, Pria Ini Malah Jadi Tersangka

      Seorang pria yang menjadi korban penganiayaan di Holywings Jogja justru ditetapkan sebagai tersangka.