Hukuman Umar Patek Berkurang 5 Bulan, Australia Marah

Pemerintah Australia marah setelah hukuman Umar Patek, pelaku bom Bali pada tahun 2002 yang menewaskan ratusan orang, berkurang lima bulan

 Umar Patek. (Solopos.com-dok)

SOLOPOS.COM - Umar Patek. (Solopos.com-dok)

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah Australia marah setelah hukuman Umar Patek, pelaku bom Bali pada tahun 2002 yang menewaskan ratusan orang, berkurang lima bulan dalam remisi Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus.

Pemerintah Indonesia telah menginformasikan keputusan pengurangan hukuman tersebut kepada Pemerintah Australia.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Sebagai informasi, ada 88 warga negara Australia yang meninggal akibat serangan bom Bali pada tahun 2002.

“Mereka [Indonesia] memberi tahu kami tentang keputusan itu, dan kami memberi tahu mereka tentang pandangan kami tentang keputusan itu,” ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, dikutip dari channelnewsasia.com, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga: Napi Teroris Umar Patek: Jangan Belajar Agama Lewat Internet

Albanese mengatakan, Pemerintah Australia akan melakukan kontak diplomatik dengan Indonesia terkait keputusan tersebut.

Dia menegaskan, Australia menghargai sistem peradilan Indonesia. Meski begitu, pemerintahannya memiliki pandangan terkait kejahatan yang dilakukan Umar Patek.

“Mereka memiliki sistem ketika peringatan hari besar, seringkali hukuman dikurangi dan diringankan. Tetapi ketika menyangkut seseorang yang melakukan kejahatan keji, seorang perancang dan pembuat bom untuk membunuh orang, untuk membunuh dan melukai, maka kami punya pandangan yang sangat kuat,” tegas Albanese.

Baca Juga: Umar Patek Ikut Jadi Meme “Dear Mantan”

Untuk diketahui, Umar Patek dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh pengadilan Indonesia pada 2012.

Patek bertanggung jawab atas tewasnya 202 orang saat bom Bali.

Sebagai seorang anggota Jemaah Islamiyah yang berafiliasi dengan Alqaeda, Patek juga dipenjara karena perannya dalam pemboman beberapa gereja di Jakarta pada malam Natal tahun 2000 yang menewaskan setidaknya 15 orang.

Baca Juga: 12 WNI Dicegah Berangkat ke Suriah, 1 DPO Kasus Terorisme

Sempat melarikan diri selama sembilan tahun, Patek akhirnya ditangkap di Abbottabad, Pakistan, pada 2011, di kota yang sama di mana Osama bin Laden terbunuh beberapa bulan setelah penangkapannya.

Sedangkan dalang bom Bali, Encep Nurjaman alias Hambali, saat ini ditahan di Teluk Guantanamo, Kuba dan masih menunggu persidangan sejak 2006.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Hukuman Pelaku Bom Bali Umar Patek Berkurang 5 Bulan, Begini Reaksi Australia

Sumber: Bisnis.com

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Gubernur Jatim: Korban Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Jadi 131 Orang

      Tugas Tim Pencari Fakta untuk mengusut tragedi yang mengakibatkan 125 orang meninggal dunia pascapertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut.

      Menpora: Tim Pencari Fakta Berpihak kepada Korban Tragedi Kanjuruhan

      Tugas Tim Pencari Fakta untuk mengusut tragedi yang mengakibatkan 125 orang meninggal dunia pascapertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut.

      Dulu Kawan, Kini Partai Gerindra jadi Lawan Anies Baswedan

      Kini Partai Gerindra dalam posisi yang berhadapan dengan Anies setelah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dicapreskan oleh Partai Nasdem.

      Komentari Pencapresan Anies Baswedan, Puan Maharani: Kita Sedang Berduka

      Puan meminta publik tidak berbicara dulu tentang capres karena Indonesia sedang berduka dengan tragedi sepak bola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan 125 orang

      KJRI Kuching Selamatkan TKI Purworejo yang Diperbudak Majikan 17 Tahun

      Selama 17 tahun ditahan majikan tersebut, Meri Haspari dipekerjakan tanpa mendapatkan gaji.

      PDIP Tersinggung PSI Capreskan Ganjar Tanpa Izin Megawati

      Deklarasi Ganjar sebagai capres PSI itu dilakukan pada Senin (4/10/2022) kemarin.

      Penggugat Jokowi terkait Dugaan Ijazah Palsu Pernah Dihukum Tiga Tahun

      Sosok Bambang menjadi pembicaraan setelah menulis buku Jokowi Undercover yang terbit pada 2016 silam.

      Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan: Polisi Sebut 125 Orang, Aremania Bilang Lebih

      Data dari suporter Arema FC menyebut jumlah korban meninggal lebih dari 125 orang.

      Polisi Gagalkan Peredaran 49.143 Butir Pil Ekstasi dari Malaysia

      Polresta Barelang menggagalkan peredaran 49.143 butir pil ekstasi dari Malaysia dan menangkap seorang tersangka AT, 47, di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

      4 Siswa Terluka Gara-Gara Atap Kelas SDN 1 Bunisari Garut Ambruk

      Sebanyak empat siswa menjadi korban atap salah satu ruang kelas ambruk di SDN 1 Bunisari, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

      Jokowi Digugat Dugaan Ijazah Palsu, Istana: Jangan Nge-prank Penegak Hukum

      Gugatan terhadap Presiden Jokowi ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dilakukan Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Under Cover.

      Jenazah Marsekal Muda TNI Novyan Samyoga Dimakamkan di TMP Kalibata

      Jenazah Pangkogabwilhan II TNI, Marsekal Muda TNI Novyan Samyoga, dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2022).

      Kasus Lukas Enembe, KPK Periksa Pramugari-Pihak Airlines terkait Pemberian Uang

      KPK memanggil Presiden Direktur PT RDG Airlines, Gibbrael Isaak, pilot, Sri Mulyanto, dan pramugari Tamara Anggraeny sebagai saksi kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua, Lukas Enembe.

      Tragedi Kanjuruhan, Kompolnas Sebut Tak Ada Perintah Tembakkan Gas Air Mata

      Kompolnas menyatakan bahwa Kapolres Malang nonaktif, AKBP Ferli Hidayat, tidak memerintah anggotanya yang bertugas untuk melepaskan tembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan.

      Pemuda Rusia Ramai-Ramai Kabur dari Wajib Militer Negara

      Ribuan warga Rusia ramai-ramai kabur melintasi perbatasan untuk melarikan diri dari panggilan untuk berperang dalam perang Rusia di Ukraina.

      Tragedi Kanjuruhan, Kompolnas: Tidak Ada Perintah Kunci Pintu Stadion

      Kompolnas meluruskan kabar beberapa pintu di Stadion Kanjuruhan dikunci saat tragedi yang menyebabkan 125 orang meninggal pada Sabtu (1/10/2022).