Ilustrasi penggilingan gabah. (Bisnis)

Solopos.com, SOLO -- Masyarakat Solo paling berminat membeli beras jenis C4 biasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, mereka mulai bergeser untuk mengonsumi beras jenis lain.

Adapun jenis beras yang mengalami penambahan volume penjualan paling banyak di Kota Solo adalah C4 raja. Selain itu, Pasar Legi Solo menjadi pasar tradisional yang banyak dipilih untuk membeli beras.

Hal itu diketahui dari hasil Survei Volume Penjualan Eceran Beras Semester II Tahun 2019 yang dilakukan di wilayah Survei Biaya Hidup (SBH), termasuk salah satunya di wilayah Kota Solo oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Solo.

Statistisi Ahli Muda BPS Kota Solo, Christina Sugiyanti, mengatakan bagi sebagian besar masyarakat Kota Solo yang berpenghasilan menengah, beras merupakan komoditas paling tinggi bagi biaya hidup.

Hal itu terlihat dalam penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) beras memiliki diagram tertinggi dibandingkan komoditas lainnya.

“Dari hasil survei BPS Solo terlihat gambaran dari pola konsumsi masyarakat terhadap jenis maupun kualitas beras yang banyak diminati,” ujarnya, kepada solopos.com, Senin (2/12/2019).

Christina menambahkan jenis beras yang paling banyak dibeli masyarakat adalah beras C4 biasa. Meskipun dalam hal ini, volume penjualan jenis beras ini tak sebanyak jika dibandingkan dengan hasil survei volume penjualan eceran beras semester I 2019.

Pada hasil survei semester I 2019 pembelian beras jenis C4 biasa mencapai 38.894 kilogram (kg) selama sepekan. Volume ini berkurang sebesar 5.801 kg pada semester II menjadi 33.093 kg sepekan.

Di sisi lain, penurunan volume penjualan beras eceran jenis ini pada semester II karena warga paling banyak bergeser ke beras jenis C4 raja. Dalam hal ini pada semester I volume penjualan C4 raja sebanyak 2.482 kg/pekan kini 4.394 kg/pekan atau naik 1.913 kg/pekan.

Di samping itu, survei volume penjualan eceran beras dilaksanakan di tiga pasar yang dianggap dapat mewakili seluruh pasar yang ada di Kota Solo, yakni Pasar Legi, Pasar Nusukan, dan Pasar Gede.

Dengan jumlah pedagang sebanyak 86 orang, semuanya merupakan pedagang eceran dan campuran (pedagang besar merangkap eceran). Dalam suvei ini dipilih sampel sebanyak 35 pedagang sebagai responden target sampel.

“Dari hasil pencacahan pedagang beras tersebut mendapatkan hasil, ada lima jenis atau kualitas beras yang memiliki bobot penjualan eceran beras terbesar, yakni beras C4 biasa sebesar 33.093 kg atau 61,27%, C4 super sebesar 13.913 kg atau sebesar 25.75%, C4 raja sebesar 8,13% atau sebesar 4.394 kg, mentik sebesar 3,96 % atau sebesar 2.141 kg, dan beras rojolele sebesar 0,89 % atau sebesar 482 kg.

Sedangkan pasar-pasar yang mempunyai volume penjualan beras tertinggi adalah Pasar Legi sebesar 42.772 kg, kemudian menyusul Pasar Nusukan sebesar 7.709 kg, dan Pasar Gede 3.542 kg. Sementara untuk sisi penghitungan volume beras eceran yang banyak dibeli selama satu minggu di 3 pasar adalah C4 biasa sebesar 33.093 kg, C4 super 13.913 kg, C4-raja sebesar 4.394 kg, mentik 2.141 kg, dan rojolele 482 kg.

Sementara itu, salah satu pedagang beras ecer di Pasar Gede, Sri Wahyuni, mengatakan beras jenis C4-Super dan C4-biasa paling laris dijual.

“Jenis C4-Super dan C4-Biasa yang banyak diminati. Jenis yang biasa juga sudah bagus, jadi banyak yang konsumsi. Kalau kulakannya paling 4 karung dan sudah habis kurang dari sebulan,” jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten