Hari Pertama Buka, Wisata Candi Sukuh dan Ceto Karanganyar Sepi Pengunjung
Pengunjung menikmati pemandangan alam di Candi Ceto, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Rabu (9/12/2020). (Istimewa/Dok. Korlap Bidang Destinasi, Nardi)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Objek wisata Candi Sukuh dan Candi Ceto di Kabupaten Karanganyar sepi pada hari pertama buka untuk umum, Jumat (19/2/2021).

Dua objek wisata sejarah berupa kompleks bangunan candi di Karanganyar itu tutup sejak pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid satu. Objek wisata tersebut tutup selama satu bulan lebih.

Kini, objek wisata candi yang menjadi ikon Kabupaten Karanganyar itu sudah dibuka kembali untuk umum. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar sudah mengantongi izin dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Baca juga: Viral! Pendaki Gunung Lawu Tersesat, Lalu "Dituntun" Burung Jalak

Namun, belum banyak wisatawan yang datang ke Candi Sukuh dan Candi Ceto. Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Nardi, menuturkan cuaca di sekitar objek wisata candi kurang mendukung.

"Ini tadi hujan deras dan kabut. Mulai hujan itu pukul 11.00 WIB. Buka hari pertama tetapi sudah hujan dan kabut. Jadi ya sepi," ujar Nardi saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Mengacu Aturan BPCB

Nardi menyampaikan hingga dua objek wisata itu tutup pukul 15.00 WIB, jumlah pengunjung pada hari pertama buka ini 60 orang di Candi Ceto dan enam orang di Candi Sukuh. Dua objek wisata itu buka mulai pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 15.00 WIB.

"Jam buka mengacu aturan dri BPCB Jateng. Sebetulnya di awal dulu juga tutup jam 15.00 WIB. Evaluasi lagi ditambahi jadi tutup jam 16.00 WIB. Jalan dua hingga tiga pekan itu tutup sampai jam 17.00 WIB. Ini baru buka lagi, dibatasi dahulu sampai jam 15.00 WIB," jelas dia.

Baca juga: Heboh Bau Kotoran Babi di Nangsri Karanganyar, Peternak Sepakat Tutup Kandang

Nardi menyampaikan protokol kesehatan masih sama dengan aturan yang berlaku sebelumnya. Dimulai dari tempat parkir hingga masuk ke kompleks objek wisata. Pengelola objek wisata sudah menyiapkan tempat cuci tangan, petugas untuk mengukur suhu tubuh pengunjung, dan lain-lain.

"Kami juga sampaikan imbauan lewat pengeras suara. Terutama kalau pas hari Sabtu dan Minggu. Itu kan pas pengunjung ramai. Kami ingatkan agar tetap pakai masker dan menjaga jarak. Kalau pas sepi begini ya enggak saya umumkan lewat pengeras suara," ujar dia.

Sebelumnya, Disparpora Karanganyar bersurat kepada BPCB Provinsi Jawa Tengah. Isi surat tersebut kurang lebih Disparpora Kabupaten Karanganyar meminta izin membuka kembali Candi Sukuh dan Candi Ceto.

Kasus Covid-19 Landai

Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto, menyampaikan pertimbangan melayangkan surat itu karena dia mengklaim kasus persebaran Covid-19 di Kabupaten Karanganyar landai.

Surat Disparpora Kabupaten Karanganyar mendapat balasan dari BPCB Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (17/2/2021). Surat No.0712/F7.4/KB/2021 perihal Pemanfaatan Situs Candi Sukuh dan Situs Candi Ceto.

Baca juga: Komisi C DPRD Minta Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Jangan Seperti Masjid Agung Klaten

Isinya kurang lebih seperti ini. Merujuk surat [Disparpora Kabupaten Karanganyar] No.556/110.15/2021 tanggal 16 Februari 2021 berdasarkan Instruksi Bupati Karanganyar No.180/5/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 tanggal 9 Februari 2021. Maka daya tarik wisata dapat dibuka dengan pembatasan.

Oleh karena itu, masih mengacu isi surat tersebut, Situs Candi Sukuh dan Situs Candi Ceto dapat dibuka mulai tanggal 19 Februari 2021 sesuai Protokol Pemanfaatan Cagar Budaya sebagai Objek Wisata di Masa Kenormalan Baru BPCB Jawa Tengah tahun 2020 dan disesuaikan dengan nama PPKM Berbasis Mikro.



Berita Terkini Lainnya








Kolom