Ilustrasi (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SEMARANG — Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember akan diperingati di beberapa daerah di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Tengah (Jateng).

Jateng bahkan bakal menggelar sederet acara untuk merayakan Hakordia secara terpusat di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu (8/12/2019)/

Acara yang diselenggarakan Inspektorat Jateng itu rencana melibatkan sekitar 15 orang yang terdiri dari pelajar, anggota organisasi masyarakat, serta organisasi pegiat antikorupsi.

Inspektur Provinsi Jateng, Hendri Santoso, mengatakan peringatan Hakordia 2019 akan diawali dengan jalan sehat dan kampanye gerakan antikorupsi. Setelah itu, acara akan dilanjutkan dengan senam bersama di depan kompleks Kantor Gubernur Jateng.

Selain kegiatan jalan sehat dan olahraga, peringatan Hakordia juga akan dimeriahkan dengan pameran antikorupsi hasil kerja sama Inspektorat Jateng dengan Komunitas Peduli Antikorupsi (Kompak).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, juga dijadwalkan menggelar dialog dengan para pelajar dalam talkshow Peringatan Hakordia 2019.

Nantinya para pelajar akan diajak untuk menuliskan harapannya tentang pemberantasan korupsi di Jateng dalam secarik kertas. Kertas itu kemudian akan disusun menjadi mosaik.

Keesokan harinya, Senin (9/12/2019), Pemprov Jateng akan mengadakan upacara peringatan Hakordia 2019 di halaman Kantor Gubernur Jateng. Seusai upacara akan diadakan deklarasi antikorupsi dari setiap organisasi pemerintah daerah (OPD) baik di lingkungan Pemprov Jateng maupun kabupaten/kota.

“Setiap OPD dipersilakan membuat deklarasi antikorupsi sesuai kreasinya masing-masing dengan tema ‘Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju’,” ujar Hendri.

Untuk menyemarakkan Hakordia tahun 2019, Inspektorat bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng juga menggelar sayembara stiker antikorupsi dan kompetisi vlog bertema ‘Apa Idemu Agar Indonesia Bebas Korupsi’.

Lomba ini dilaksanakan mulai 30 November dan terbuka untuk pelajar dan masyarakat umum. Batas akhir pengiriman karya sayembara stiker yakni Minggu, sedangkan kompetisi vlog pada Sabtu.

“Hadiah sayembara stiker total Rp 12 juta, sedangkan kompetisi vlog totalnya Rp20 juta,” jelas Kepala Diskominfo Jateng, Riena Retnaningrum.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten