Harga Saham Rendah, BEI Solo Optimistis Pasar Modal Bergerak Positif
Ilustrasi pergerakan kurs rupiah (Dwi Prasetya/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, SOLO—Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah II optimistis kinerja pasar modal pada 2021 terus membaik. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah investor di Soloraya yang melonjak signifikan meski di tengah pandemi. Kenaikan tersebut dipicu momen harga saham yang rendah.

Kepala BEI Jateng II, Wira Adibrata, mengatakan pihaknya optimistik pasar modal akan terus membaik. Pihaknya pun menarget untuk terus mengedukasi sehingga masyarakat memiliki dasar yang tepat dalam melakukan pembelian saham.

“Kenaikan indeks harga saham gabungan [IHSG] sejak semester II pada 2020 cukup menarik perhatian bagi masyarakat yang belum menjadi investor maupun sudah. Proses recovery pasar saat jatuh mulai Maret dan berlanjut Mei relatif cepat sehingga pasar mulai berbalik arah,” ujar dia, kepada wartawan akhir pekan lalu.

Baca Juga: Tesla Akan Dirikan Unit Manufaktur Mobil Listrik Di India, Bagaimana Rencana Di Indonesia?

Maka dari itu, para investor memanfaatkan momen harga rendah untuk akumulasi membeli saham. Aksi ini kemudian berdampak pada nilai transaksi yang melonjak besar. Meskipun begitu, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk benar-benar memahami pasar modal baru melakukan pembelian saham.

Artinya, masyarakat dituntut memiliki dasar yang tepat dalam melakukan pembelian saham. Dengan begitu, mereka bukan hanya ikut-ikutan atau melihat tokoh yang ada di media sosial membeli saham. Akan tetapi, masyarakat mesti benar-benar paham alasan untuk membeli saham tersebut.

“BEI Jateng II mencatat sepanjang 2020 ada sebanyak 12.207 investor baru. Pertumbuhan investor paling banyak pada periode September – Desember 2020. Sementara nilai transaksi terakhir pada Desember 2020 menembus angka Rp4,191 triliun,” imbuh dia.

Baca Juga: Ini Kata Pakar Feng Shui Soal Peluang Bisnis Kuliner Di Tahun 2021

Terus Melejit

Lebih lanjut Wira menjelaskan peningkatan jumlah investor mulai melejit sejak Juni 2020, yakni tambah 760 investor baru. Setelah itu Juli 2020 tambah 824 investor dan Agustus 2020 ada 753 investor baru.

Sedangkan tiga bulan terakhir pertumbuhan investor baru di atas 1.000 orang per bulan, yakni September 2020 ada 1.737 orang, Oktober 2020 ada 1.210 orang, November 2020 tembus 2.171 investor baru, dan Desember 3.116 investor.

Alhasil pertumbuhan jumlah investor ini berbanding lurus dengan kenaikan nilai transaksi di pasar saham. Misalnya, sebelum pandemi nilai investasi sekitar Rp800-an miliar. Angka ini naik tajam menjadi di atas Rp2 triliun sejak Maret 2020 dan menembus Rp4 triliun pada Desember 2020.

Baca Juga: Aset BRI Tembus Rp1.500 Triliun, Kredit Mikro Tumbuh Dua Digit

Di samping itu, pihaknya mencatat total penambahan investor pada 2020 sebanyak 12.207 investor baru. Capaian ini melebihi target tahun lalu sebanyak 7.500 investor. Kini total investor di lingkup BEI Jateng II sebanyak 40.194 orang. Sebelumnya pada 2019 ada sebanyak 27.987 investor.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Eko Yunianto, mencatat pertumbuhan investor pasar modal pada November 2020 sebesar 35,02% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year). Pada 2019 tercatat sebanyak 32.825 investor menjadi 44.321 investor pada 2020.

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom