Hajatan Makin Ramai, Satgas Jogo Tonggo Jangan Sungkan Ingatkan Soal Protokol Kesehatan

Selaku ujung tombak, Satgas Jogo Tonggo harus terus mengingatkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hajatan di tengah era new normal. (Istimewa/Satpol PP)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satpol PP Kabupaten Karanganyar mengandalkan Satgas Jogo Tonggo untuk membantu mengawasi penyelenggaraan hajatan agar sesuai protokol kesehatan.

Akhir-akhir ini, penyelenggaraan hajatan meningkat tajam. Setidaknya ada 157 hajatan pekan ini di 17 kecamatan di Karanganyar. Dua pekan lalu, hanya 87 hajatan dalam satu pekan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, mengaku kewalahan apabila harus mengawasi seluruh hajatan di 17 kecamatan. "Maka dari itu kami mengandalkan Satgas Jogo Tonggo. Ketuanya [Satgas Jogo Tonggo] pak RW. Kami juga berharap satgas di desa dipimpin kades, kecamatan dipimpin forkopimca, Satgas Jogo Tonggo dihidupkan. Masyarakat yang hendak menyelenggarakan hajatan itu didampingi mengatur sesuai protokol kesehatan," tutur Yopi saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (10/10/2020).

Oknum LSM Resahkan Kades, Bupati Karanganyar Minta Tim Saber Pungli Turun Tangan

Yopi menyampaikan penanganan Covid-19 tidak bisa hanya mengandalkan satgas di tingkat kabupaten. Penanganan harus melibatkan seluruh lini, yaitu mulai dari tingkat RT, RW, desa/kelurahan, hingga kecamatan.

"Satgas sudah ada di setiap lini itu. Surat, arahan Pak Bupati dalam bentuk regulasi menjadi pedoman Jogo Tonggo, satgas desa dan kecamatan. Hla kalau pak camat diam, Jogo Tonggo diam, ya kami Satpol PP ini tidak mungkin menjangkau ke seluruh wilayah Karanganyar," ujar dia.

Jogo Tonggo Jadi Ujung Tombak

Secara gamblang, Yopi menyebut satgas Jogo Tonggo sebagai ujung tombak dari upaya pemerintah menekan persebaran Covid-19. Sayangnya, menurut Yopi, sejumlah pihak dalam hal ini satgas di tingkat RT/RW, desa/kelurahan mengaku sungkan mengingatkan masyarakat yang dinilai melanggar protokol kesehatan.

Imunisasi Dasar dan BIAS Belum 100%, Bupati Karanganyar: Yang Menolak Dekati dari Hati ke Hati

"Jogo Tonggo, satgas desa dan kecamatan harus aktif karena ujung tombak. Jadi enggak perlu takut mengingatkan protokol kesehatan. Jangan ewuh pekewuh mengingatkan. Yang terjadi di lapangan itu pak RW malah pekewuh. Warga memaksakan pengin hajatan dengan cara lama padahal masih pandemi," jelas dia.

Sementara itu, data Covid-19 di Karanganyar hingga Jumat (9/10/2020) ada 565 kasus. Dari jumlah itu, 125 pasien di antaranya masih dalam perawatan, 404 sembuh, dan 36 pasien meninggal dunia. Karena penyebaran Covid-19 masih tinggi, Yopi menekankan petingnya kesadaran masyarakat membantu pemerintah menghambat persebaran Covid-19.

"Kalau tidak berupaya bersama, ya percuma. Bagaimanapun cara menekan persebaran Covid-19 butuh kesadaran, tanggung jawab, dan gotong royong warga."

Berita Terbaru

Karanganyar Latih Satgas Covid-19 Mandiri, Ini Tujuannya…

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Karanganyar berencana melatih personel satuang tugas Covid-19 yang bertugas secara mandiri....

Di Karanganyar, Uji Kir Wajib Protokol Covid-19

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Perhubungan Karanganyar menerapkan aturan ketat sesuai protokol pencegahan virus corona jenis baru. Bahkan dalam melayani...

Capaian Tes Swab Klaten Per Pekan Melebihi Target

Solopos.com, KLATEN – Satgas Penanganan Covid-19 Klaten terus memperluas tes swab virus corona hingga disebut-sebut sudah melebihi target per...

Di Sragen, Kecurangan Ujian CBT Ditangkal Pakai Cara Ini…

Solopos.com, SRAGEN — SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen menjadi satu-satunya sekolah yang mengembangkan ujian semester secara dalam jaringan atau...

Imbauan Jemput Siswa Ikuti Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Klaten

Solopos.com, KLATEN — Uji coba pembelajaran tatap muka terbatas mulai diberlakukan di tingkat sekolah dasar di Klaten, Jawa Tengah,...

Di Sragen, Aparat Tak Bosan Adang Warga Tanpa Masker

Solopos.com, SRAGEN — Aparat di Sragen tak bosan-bosan mengadang warga tanpa masker meskipun awan putih menggelayut di wilayah Gemolong....

Berat Lur! Sanksi Bersihkan Sungai Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Solo Ditambah Dari 15 Menit Jadi Sehari

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyiapkan aturan baru yang memperberat sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan....

Libur Akhir Tahun, Pemkab Boyolali: Jangan Lupa Protokol Kesehatan!

Solopos.com, BOYOLALI -- Kasus baru Covid-19 di Boyolali masih terus bermunculan hingga awal pekan ini. Masyarakat pun diimbau untuk...

Angkat Kesenian di Tengah Pandemi Covid-19, Karang Taruna Doho Wonogiri Gelar Lomba

Solopos.com, WONOGIRI — Karang Taruna Desa Doho, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, menggelar lomba kesenian. Kegiatan ini bertujuan agar wagra...

Gubernur Jateng Klaim Sudah Lama Ingin Donohudan Isolasi Covid-19

Solopos.com, SEMARANG —  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyetujui usul Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo untuk menjadikan Asrama...