Hajatan Dilarang, Ratusan Pekerja dan Pengusaha Hiburan Demo di Kantor Bupati Madiun

Larangan menggelar hajatan diperpanjang, para penguasa acara hiburan protes dengan berdemo di kantor Bupati Madiun.

  Seorang perwakilan pengusaha acara hiburan menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Bupati Madiun, Rabu (10/3/2021). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

SOLOPOS.COM -  Seorang perwakilan pengusaha acara hiburan menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Bupati Madiun, Rabu (10/3/2021). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Ratusan pekerja dan pengusaha hiburan di Kabupaten Madiun demo di depan Kantor Bupati Madiun di Mejayan, Rabu (10/3/2021) siang. Mereka menuntut pemkab memberikan kelonggaran terhadap kegiatan hajatan dan panggung kesenian pada masa PPKM skala mikro yang diperpanjang hingga 22 Maret 2021.

Pantauan Solopos.com di lokasi, ada ratusan orang yang berdemo. memadati alun-alun depan Pendapa Ronggo Djumeno Mejayan. Para pengusaha hiburan dan para pekerjanya itu berorasi sambil menyampaikan tuntutan mereka. Mereka juga membawa sejumlah barang-barang seperti sound system, dekorasi pengantin,  dan perlengkapan memasak.

Salah satu pengunjuk rasa, Aris Supanji, mengaku selama setahun terakhir tidak bisa bekerja karena pandemi Covid-19. Hal ini karena kegiatan hiburan di masyarakat dilarang.

Baca juga: Kaji Mbing Perpanjang PPKM Mikro, Hajatan Masih Dilarang di Madiun

Pengusaha hiburan ini mengaku yang bernasib seperti itu tidak hanya dirinya, tetapi juga pengusaha acara hiburan lainnya. Untuk itu, para pelaku usaha hiburan di Madiun melakukan aksi unjuk rasa ini.

“Kami ini bukan demo, tapi kami di sini mengibarkan bendera putih. Kalau enggak boleh bekerja, kita lelang peralatan kami,” kata dia.

Aris mengaku sudah lelah dengan kondisi seperti ini. Dia hanya meminta pemkab mau mendengarkan suara pengusaha acara hiburan dan melonggarkan aturan kegiatan masyarakat di massa pandemi ini. Ia dan rekan-rekan sejawatnya berharap bisa bekerja kembali.

Baca juga: Wuiiih, Madiun Punya Porang Varietas Unggulan Nasional

Beberapa perwakilan dari aksi unjuk rasa ini kemudian diajak berdiskusi Kapolres Madiun, AKBP Bagoes Wibisono dan juga Kepala Bakesbangpoldagri Madiun, Sigit Budiarto. Dari hasil pertemuan itu, para pekerja dan pengusaha hiburan diminta untuk menunggu pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran yang baru.

“Kita diminta menunggu sepekan. Nanti kalau belum ada hasilnya, kita akan menggelar aksi yang lebih besar,” kata pengusaha tenda hajatan, Darsono.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Sopir Ngantuk, Mobil Tabrak Median Jalan di Ponorogo Hingga Terbalik

Sopir mobil mengantuk hingga menabrak median jalan di Jalan Sultan Agung, Ponorogo, pada Kamis (14/10/2021) pukul 23.30 WIB.

Yang Mau ke Banyuwangi, KA Mutiara Timur Jalan Lagi... Catat Jadwalnya

PT KAI kembali mengoperasikan KA Mutiara Timur rute Ketapang-Yogyakarta untuk mendukung geliat pariwisata di Banyuwangi.

Bawa Pulang 110 Emas, Jawa Timur Peringkat 3 PON XX Papua

Kontingen Jatim mendapatkan juara tiga dalam klasemen akhir perolehan medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua dengan perolehan 110 medali emas.

Karam Sejak 1936, Bangkai Kapal Van Der Wijck Akhirnya Ditemukan

Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) akhirnya menemukan bangkai kapal Van der Wijck yang tenggelam di perairan Lamongan.

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi Covid-19 di Pasar Besar, Syaratnya WNI

Pemkot Madiun menyiapkan 500 dosis vaksin Covid-19 menyasar pedagang dan pengunjung Pasar Besar Madiun, Jumat (15/10/2021).

DBHCHT Madiun untuk Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Petani Tembakau

DBHCHT Kabupaten Madiun diwujudkan dalam bentuk program dan bantuan alat produksi untuk petani tembakau di Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng.

Tega! Mahasiswi Kebidanan di Malang Buang Bayi Sendiri

Seorang mahasiswi kebidanan di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) tega menjadi pelaku pembuangan bayi yang baru saja dilahirkannya.

34 Daerah di Jatim Level 1 PPKM, Begini Reaksi Gubernur Khofifah

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menyebut 34 daerah di Jatim sudah masuk PPKM Level 1.

Anak Madiun Dihamili Makhluk Halus? Pelaku Mengaku Sudah Berkali-kali

Polres Madiun mengungkap kasus anak perempuan di Madiun berusia 14 tahun yang disebut-sebut dihamili makhluk halus hingga melahirkan.

Beroperasi Agustus 2022, Ini Teknologi yang Disematkan di LRT Jabodebek

LRT Jabodebek bikinan PT Inka Madiun menggunakan teknologi tinggi dibandingkan teknologi perkeretaapian lain di Indonesia.

Pohon dan Ijuk Penutup Tak Ketemu, Gimana Nasib Sendang Kuncen Madiun?

BPCB Jatim tidak menemukan bagian bawah pohon dan ijuk penutup sumber mata air Sendang Kuncen Madiun di Sendang Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun dalam ekskavasi tahap kedua.

Pilkades 143 Desa di Madiun Digelar 20 Desember 2021

Ada 143 desa di Kabupaten Madiun yang akan menggelar pemilihan kepala desa atau Pilkades pada akhir 2021.

Ekskavasi Sendang Kuncen, BPCB Jatim: Tak Ada Bukti Cagar Budaya

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur tidak menemukan sumber mata air dalam ekskavasi tahap kedua di Sendang Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

PT Inka Madiun Selesaikan 31 Train Set LRT Jabodebek, Siap Menjajal?

PT Inka Madiun telah menyelesaikan pesanan 31 train set LRT Jabodebek yang rencananya mulai beroperasi pada 2022.

Geger! Siswi SMP di Madiun Dihamili Makhluk Halus, Ini Faktanya

Kisah misteri tentang siswi SMP di Madiun yang kabarnya dihamili makhluk hingga melahirkan akhirnya terungkap.