Tutup Iklan
Hadapi Gelombang Ketiga, Hong Kong Ancang-Ancang Pandemi Covid-19 Skala Besar
Kondisi Tokyo, Jepang, pada 20 Juli 2020 setelah pandemi virus corona Covid-19 mereda. (Reuters/Issei Kato)

Solopos.com, HONG KONG -- Hong Kong bersiap menghadapi krisis terkait persebaran wabah virus corona Covid-19. Hong Kong telah berhasil melewati masa puncak kasus Covid-19 dua kali, dan bersiap dengan gelombang ketiga.

Hasil Tes Swab Kontak Erat Wawali Solo Sudah Keluar, Wali Kota Rudy Negatif Corona!

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, telah memperingatkan potensi negaranya berhadapan dengan pandemi Covid-19 skala besar. Pernyataannya ini didukung dengan krisis yang dihadapi Hong Kong saat ini lantaran baru saja mengonfirmasi sampai 106 kasus pada Selasa (28/7/2020) kemarin.

"Kita berada di ambang wabah besar-besaran," ujar Lam, dilansir BBC, Rabu (29/7/2020). "Yang dapat menyebabkan runtuhnya sistem rumah sakit dan memakan banyak korban jiwa, terutama para lansia."

Oleh karenanya, Lam mendesak seluruh orang agar tetap berada di dalam rumah kecuali benar-benar terpaksa. Selain itu, setiap warga Hong Kong juga harus mematuhi protokol kesehatan yang berlangsung dengan tetap menjaga jarak sosial.

Kaesang Ungkap Isi Istana: Ada Gayung Hello Kitty hingga Botol Bekas

Selain itu, Hong Kong juga menerapkan aturan dan pembatasan baru yang lebih ketat. Seperti misalnya dengan kewajiban setiap warga menggunakan masker ketika berada di ruang publik, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Kebijakan Covid-19 Hong Kong

Namun satu kebijakan yang belakangan sangat menyita perhatian adalah Hong Kong yang melarang warga untuk makan di rumah makan atau restoran atau berkumpul lebih dari dua orang. Selain itu, Hong Kong juga akan menutup sementara salon, bar, serta pusat kebugaran.

Saat ini memang ada beberapa negara yang sedang berjibaku dengan gelombang lanjutan Covid-19. Padahal sebelumnya negara-negara ini sudah berhasil mengendalikan wabah Covid-19, bahkan mencatatkan berhari-hari tanpa kasus positif.

Jumlah Kasus Tertinggi Se-Soloraya, Kota Solo Kembali ke Zona Merah Covid-19

Seperti misalnya Vietnam yang melaporkan kasus baru setelah 100 hari bebas Covid-19. Usai kasus baru itu dikonfirmasi, Vietnam langsung mengevakuasi ratusan ribu warganya, termasuk para wisatawan lokal yang ada di sana, demi menghindari penularan lebih lanjut.

"Evakuasi akan berlangsung paling tidak selama empat hari. Kami akan menggunakan seratus penerbangan lokal menuju empat kota di Vietnam," demikian keterangan pemerintah Vietnam, dilansir dari Reuters, Rabu (29/7/2020).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho