Eks TKW Gugat Yusuf Mansur karena Somasi Tidak Digubris

Gugatan itu dilayangkan setelah upaya persuasif dengan menelepon dan mengirim somasi tidak digubris oleh Yusuf Mansur.

 Pengacara Asfa Davy Bya mewakili lima TKW di Hongkong menggugat Ustaz Yusuf Mansur, Kamis (6/1/2022). (Thayyibah Channel)

SOLOPOS.COM - Pengacara Asfa Davy Bya mewakili lima TKW di Hongkong menggugat Ustaz Yusuf Mansur, Kamis (6/1/2022). (Thayyibah Channel)

Solopos.com, TANGERANG — Gugatan perdata ketiga terhadap Ustaz Yusuf Mansur di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang mulai disidangkan, Selasa (18/1/2022) lalu. Penggugatnya adalah tiga mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong.

Ketiga TKW berinvestasi tabung tanah kepada Ustaz Yusuf Mansur pada tahun 2014. Gugatan itu dilayangkan setelah upaya persuasif dengan menelepon dan mengirim somasi tidak digubris oleh Yusuf Mansur.

PromosiBPJS Ketenagakerjaan Klaim Bikin Masyarakat Makin Aman, Yakin?

“Hari ini sidang pertama tiga orang dalam gugatan tabung tanah. Agendanya pemeriksaan berkas dilanjutkan dengan pendaftaran mediasi. Tim kami dan tim kuasa hukum Jam’an (Jam’an Nurchotib Mansur/ Yusuf Mansur) sedang mengurus upaya mediasi. Sidang pertama untuk itu, tidak banyak hari ini,” ujar tim kuasa hukum penggugat, Asfa Davy Bya, seperti dikutip Solopos.com dari wawancara wartawan Thayyibah.com, Sudarso Arief Bakuama, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga: Eks TKW: Ustaz Yusuf Mansur, Tolonglah! Kami di Hongkong Itu Mbabu

Asfa menceritakan, investasi tabung tanah itu terjadip ada tahun 2014. Saat itu Yusuf Mansur datang ke pengajian yang digelar para TKW.

Selain mengajak para tenaga migran itu bersedekah, ujar dia, Yusuf juga mengajak jemaah untuk berinvestasi tabung tanah. Namun, menurut Asfa, tidak dijelaskan secara rinci kepada jemaah tentang investasi tersebut.

“Hanya disebutkan bahwa investasi itu per meter seharga Rp2,2 juta. Para jemaah yang ingin berinvestasi harus menjadi anggota Koperasi Merah Putih,” tutur Asfa.

Meskipun proyek itu tidak terperinci, banyak jemaah yang tertarik dan ikut investasi. Hal itu dikarenakan pamor dan wibawa Yusuf Mansur sebagai dai kondang Tanah Air.

“Jam’an cuman mengatakan itu, tanah di mana pun tidak jelas. Kenapa mereka mau? Mereka langsung tertarik karena faktor Yusuf Mansur. Katanya ada bagi hasilnya tapi juga gak clear gimana karena tidak ada hitam di atas putih,” ujar dia.

Baca Juga: Mengaku Jadi Korban Yusuf Mansur, TKW Mengadu ke MUI

Ditanyakan alasan para TKW itu menggugat, Asfa menyebut hal itu sebagai langkah terakhir. Selama ini mereka mengaku sudah berusaha menghubungi pihak Yusuf Mansur namun tidak diindahkan. Upaya somasi pun tidak digubris.

“Sejak investasi tahun 2014 sampai hari ini tidak ada laporan untuk apa, tabung tanah apa aja tidak mengerti. Setelah mereka bayar berusaha menghubungi tapi tidak bisa lagi, website email juga tidak dibalas. Mereka kan dulu kerja di Hongkong, jadi baru setelah pulang ke Tanah Air mempertanyakan, minta ketemu tapi tidak digubris,” katanya.

Asfa menyebut ketiga TKW yang menggugat itu berasal dari luar Tangerang, salah satunya dari Jogja. Apa target melaporkan Yusuf Mansur? “Kami minta kepada hakim gugatan ini dikabulkan, Jam’an dianggap melawan hukum, masing-masing diberikan haknya yakni uang investasi, bagi hasil dan kerugian imaterial,” tutupnya.

Baca Juga: Mantan TKW Sebut Istri Yusuf Mansur Aktif dalam Investasi Bermasalah

Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi dari Ustaz Yusuf Mansur. Namun dalam kesempatan sebelumnya Yusuf Mansur mempersilakan orang-orang yang merasa ia rugikan dalam proyek investasi yang digalangnya untuk menggugat secara hukum.

“Saya malah suka kalau sudah dibawa ke jalur hukum. Baik kepolisian maupun pengadilan. Profesional aja. Jadi terang benderang. Sebab kalo di sosmed, semua jadi berbantah-bantahan, dan malah jadi amunisi konten baru terus. Hehehe. Gpp, jadi rezeki buat banyak orang. Senang-senang aja. Semua proses pengadilan, saya, diwakili tim pengacara dari Kantor Pengacara JAS & Partners,” tulis Yusuf Mansur dalam pesan singkatnya kepada Solopos.com, beberapa hari lalu.

Selain investasi tabung tanah yang digugat oleh TKW, Yusuf Mansur juga menghadapi gugatan di PN Tangerang terkait patungan usaha Hotel Siti. Sama dengan dua gugatan investasi tabung tanah, gugatan patungan usaha juga sedang dalam tahap mediasi.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kegelapan Orde Baru, Tragedi Penembakan Misterius (Petrus) Ribuan Orang

+ PLUS Kegelapan Orde Baru, Tragedi Penembakan Misterius (Petrus) Ribuan Orang

Penembakan Misterius atau Petrus merupakan kasus yang terjadi antara 1982 hingga 1985 atau pada masa Orde Baru, era kepemimpinan Presiden Suharto, yang menyasar ribuan orang di Pulau Jawa dan Sumatra.

Berita Terkini

Geram pada Julianto Eka, Deddy Corbuzier: You're Fucking Shit!

Deddy merasa terkena prank lantaran motivator yang juga pebisnis itu pernah ia undang ke acara Hitam Putih di Trans TV.

Kaitkan Habib Rizieq dengan Holywings, Guru Honorer Disetop Mengajar

Guru honorer itu menyatakan penutupan klub malam Holywings karena upeti untuk Habib Rizieq mandek.  

Sejarah Hari Ini: 7 Juli 2005, Bom Bunuh Diri di London, Inggris

Beragam peristiwa penting dan bersejarah terjadi di berbagai belahan dunia dari tahun ke tahun pada 7 Juli.

Pengamat: Buktikan Kinerja, Wajar Airlangga Diinginkan Publik Nyapres

Munculnya nama Airlangga dalam sejumlah survei menunjukkan tokoh dengan bukti kinerja semakin diinginkan masyarakat untuk menjadi calon presiden.

Tersangka Pemicu Kerusuhan Babarsari Sleman Menyerahkan Diri

AL menyerahkan diri ke polisi setelah sebelumnya ditetapkan sebagai buronan bersama sejumlah rekannya.

Gugatan Ditolak MK, Ambang Batas Pencalonan Presiden Tetap 20 Persen

Dengan putusan MK itu, ambang batas pencalonan presiden untuk Pilpres 2024 tetap 20%.

Jangankan Anak Kiai Jombang, Putri Nabi Saja Tak Kebal Hukum

Menurut Gus Fahrur, jangankan anak kiai, anak Rasulullah saja tidak kebal hukum. 

Sopir Diringkus karena Halangi Polisi Tangkap Anak Kiai Jombang

Sopir Dede ditangkap karena menghalang-halangi saat polisi masuk ke pondok untuk menangkap anak kiai Jombang.

"Mempertahankan" Hegemoni Industri Kelapa Sawit Indonesia

Penunjukan Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan patut diragukan sebagai sarana untuk menangani krisis minyak goreng di Indonesia secara serius

Duh, Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Karuhun Cianjur

Ladang ganja ditemukan di sisi timur Gunung Karuhun di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat

Data Dugaan Aliran Dana ACT untuk Terorisme Sampai ke Tangan Densus 88

Densus 88 Antiteror Polri sudah menerima data dari PPATK terkait aliran dana organisasi filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Kronologi Anak Kiai Jombang Cabuli Santri: Seleksi Nakes - Mandi Kemben

Kronologi anak kiai di Jombang melakukan aksi pencabulan kepada santriwati diawali seleksi tenaga kesehatan yang diwarnai ritual mandi kemben.

Hasil Survei: KIB Ungguli Poros Lain di Komunitas Digital

LSI Denny JA menyebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berhasil unggul di kantong suara komunitas digital.

Anak Kiai Jombang Cabul, Minta Santri Mandi Kemben

Anak kiai di Jombang tersangka pencabulan memaksa korban melakukan ritual mandi kemben.

Survei: Dinilai Paling Berintegritas, Elektabilitas Airlangga Teratas

Hasil survei menempatkan nama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai tokoh yang dianggap paling berintegritas.

Polisi Sisir Gedung Pondok untuk Tangkap Anak Kiai Jombang Cabul

Polisi sisir seluruh gedung di dalam pondok untuk menangkap tersangka kasus pencabulan yang merupakan anak kiai Jombang.