Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang Ditangkap KPK Punya Harta Rp51,3 Miliar

Nurdin Abdullah diketahui memiliki harta Rp51.356.362.656 berdasarkan laporan LHKPN yang disetorkannya pada 29 April 2020.

 Nurdin Abdullah. (detik.com-dok. Pemprov Sulsel)

SOLOPOS.COM - Nurdin Abdullah. (detik.com-dok. Pemprov Sulsel)

Solopos.com, JAKARTA -- Gubernur Sulawesi Selatan atau Sulsel, Nurdin Abdullah, ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat (26/2/2021) malam hingga dini hari tadi.

Menurut data pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Nurdin Abdullah diketahui memiliki harta Rp51,3 miliar.
Nurdin terakhir kali menyetor LHKPN pada 29 April 2020. Dalam laporan tersebut, total hartanya mencapai Rp51.356.362.656.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Baca juga: Ternyata Ini Aktivitas Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Sebelum Ditangkap KPK

Adapun kekayaan Nurdin Abdullah tersebut terdiri dari:

A. Tanah dan bangunan Rp49.368.901.028
- Ada 54 item tanah dan bangunan milik Nurdin yang tersebar di Makassar hingga Bantaeng

B. Alat transportasi dan mesin Rp300.000.000
- Berupa 1 mobil Toyota Alphard

C. Harta bergerak lainnya Rp271.300.000

D. Kas dan setara kas Rp267.411.628

E. Harta lainnya Rp1.150.000.000

F. Utang Rp1.250.000

Baca juga: KPK Tangkap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Diberitakan, Nurdin Abdullah ditangkap tengah malam Waktu Indonesia Bagian Barat atau dini hari tadi Waktu Indonesia bagian Tengah. Ada seorang pengusaha yang turut diamankan dalam OTT KPK itu.

"Betul, hari Jumat tanggal 26 Feb 2021 tengah malam KPK melakukan giat melakukan tangkap tangan pelaku korupsi di wilayah Sulsel. Kami masih bekerja belum dapat memberikan penjelasan detail siapa saja dan dalam kasus apa," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan yang dilansir detik.com, Sabtu (27/2/2021).

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan masih belum bisa mengontak Nurdin Abdullah terkait penangkapan ini.

Mendoakan yang Terbaik

Dia mengakui hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut soal penangkapan Nurdin Abdullah dini hari tadi. "Belum ada resminya tadi saya telepon-telepon (Gubernur) belum ada informasinya," kata dia.

Namun demikian, Andi Sudirman Sulaiman mendoakan yang terbaik buat Nurdin Abdullah.

"Kita doakan yang terbaik saja buat beliau ya, mudah mudahan beliau yang terbaik dan baik baik saja," kata Andi Sudirman Sulaiman.

Baca juga: Vaksinasi untuk Guru dan Tenaga Pengajar, Harapan Baru di Dunia Pendidikan

Saat ini Sudirman mengatakan dirinya tengah dalam perjalanan menuju Sinjai atas perintah Nurdin Abdullah. Nurdin Abdullah disebutnya berada di Makassar sejak kemarin.

"Karena saya ada penugasan sama beliau ke Sinjai. Saya lagi penugasan Mas," kata dia.

Nurdin Abdullah diduga terjaring OTT KPK di rumah jabatannya di Makassar. Informasi yang berhasil dihimpun, Nurdin telah diterbangkan ke Jakarta dan saat ini berada di kantor KPK.

Sumber: detik.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Ruwatan di Gunung Lawu, Pusat Pemujaan Suci Masyarakat Jawa Kuno

+ PLUS Ruwatan di Gunung Lawu, Pusat Pemujaan Suci Masyarakat Jawa Kuno

Gunung Lawu, sama seperti gunung lainnya di Pulau Jawa dipercaya sebagai pusat kekuatan sakral dan pemujaan yang menghubungkan masyarakat Jawa kuno dengan dewa atau leluhur yang dianggap memiliki kekuatan gaib, sehingga kerap digunakan sebagai lokasi ruwatan.

Berita Terkini

Kelas Rawat Inap Standar Atas Diuji Coba, Iuran BPJS Tak Naik

Iuran BPJS Kesehatan tidak naik kendati BPJS sudah melakukan uji coba sistem kelas rawat inap standar (KRIS) atas pada 1 Juli 2022 lalu.

Sosialisasi PeduliLindungi Minyak Goreng Diperpanjang hingga 3 Bulan

Alasan memperpanjang sosialisasi karena saat ini masih banyak pengecer yang belum mengunduh QR Code Peduli Lindungi.

Jokowi Pulang, Ledakan Dahsyat Guncang Kota Mykolaiv di Ukraina

Setelah Odesa diserang pasukan Rusia pada Sabtu (2/7/2022) pagi, sebuah ledakan dahsyat mengguncang Kota Mykolaiv.

Sejarah Hari Ini: 2 Juli 1945 Amerika Serikat Bombardir Jepang

Beragam peristiwa bersejarah terjadi di berbagai belahan dunia dari tahun ke tahun pada 2 Juli.

Pemerintah Tetapkan Status Keadaan Tertentu PMK, Ini 6 Poin Pentingnya

Angka penularan PMK per Jumat (1/7/2022) pukul 12.00 WIB menurut data dari iSIKHNAS Kementerian Pertanian telah mencapai 233.370 kasus aktif di 22 provinsi.

Berkat Tjahjo Kumolo Urusan Kerja Sama Muhammadiyah Lebih Mudah

Berkat Tjahjo Kumolo mengurus legalisasi badan hukum Muhammadiyah, Muhammadiyah tidak banyak mengalami kesulitan terkait kerja sama dengan berbagai pihak.

Ternyata, Almarhum Tjahjo Kumolo Punya Jasa Besar untuk Muhammadiyah

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengungkapkan peran besar Tjahjo Kumolo itu bagi keberadaan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi islam di Indonesia.

Rusia Kembali Serang Ukraina Setelah Kepulangan Jokowi

Ukraina mengklaim serangan Rusia di wilayah Odesa mengakibatkan 21 orang meninggal dunia, Sabtu (2/7/2022) waktu setempat.

Presiden Jokowi Tiba Kembali di Tanah Air

Selama sepekan Presiden melakukan kunjungan kerja ke Jerman, Ukraina, Rusia, dan Persatuan Emirat Arab (PEA).

Takziah, Ini Kenangan Presiden Jokowi tentang Tjahjo Kumolo

Jokowi dan Iriana tiba di kediaman keluarga Tjahjo Kumolo pukul 07.22 WIB dan disambut oleh istri almarhum, Erni Guntarti, dan anak-anaknya.

Ekowisata Sebagai Solusi Penanggulangan Konflik Manusia Vs Gajah

Ekowisata berbasis satwa liar dipandang sebagai solusi atas terjadinya konflik manusia dengan gajah. Pengembangan wisata dengan menerapkan prinsip-prinsip konservasi dinilai dapat menghasilkan keuntungan ekonomi dan sosial. 

10 Berita Terpopuler: Pergeseran Ranking PPDB SMK Solo - Piala AFF U-19

Ulasan tentang PPDB Solo hingga Piala AFF U-19 masuk daftar 10 berita terpopuler pagi ini.

Pendapatan Pajak Naik, Pemerintah Kurangi Utang Negara Rp216 Triliun

Pemerintah mengurangi utang hingga Rp216 triliun setelah pendapatan pajak naik tahun ini.

Polda Metro Jaya Limpahkan Kasus Yusuf Mansur ke Polsek Ciracas

Alasan pelimpahan kasus Yusuf Mansur dari Polda Metro Jaya ke Polsek Ciracas karena nominal kerugian kecil, yakni hanya Rp45 juta.

Waspada! Selat Malaka Diterjang Gelombang Tinggi 3 Meter

Perairan Selat Malaka dilanda gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai tiga meter.