Mantan Pejabat BNI hingga ASN di KPK Jadi Direksi BPJS Ketenagakerjaan
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo. (JIBI/Felix Jody Kinarwan)

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo telah menetapkan tujuh nama direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan. Sebagai Direktur Utama, Presiden memilih Anggoro Eko Cahyo.

Anggoro adalah mantan Wakil Direktur Utama Bank Negara Indonesia atau BNI. Selain dia, Presiden juga menetapkan enam orang direksi lembaga negara pengelola dana jaminan ketenagakerjaan itu.

Dari tujuh direksi tersebut, terdapat tiga orang deputi direktur BPJS Ketenagakerjaan yang naik jabatan. Ada pula pejabat yang berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Baca juga: Hari Pertama Buka, Wisata Candi Sukuh dan Ceto Karanganyar Sepi Pengunjung

Nama tujuh direksi BPJS Ketenagakerjaan periode 2016–2021 ditetapkan pada Jumat (19/2/2021). Ketujuh orang itu disaring dari 14 nama yang diajukan Panitia Seleksi Calon Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam salinan dokumen yang diterima Bisnis.com dan dikutip Solopos.com, Sabtu (20/2/2021), Anggoro Eko Cahyo ditetapkan sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.

Anggoro merupakan lulusan Teknik dan Manajemen Industri dari Institut Teknologi Indonesia dan Magister Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Karirnya di BNI terus menanjak dari posisi Pemimpin Kantor Wilayah Jakarta Kota BNI pada 2010–2011.

Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Lebat Guyur Jateng Hari Ini

Direksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi

Nantinya, para direksi ini akan membagi kewenangannya secara mandiri sehingga presiden hanya menunjuk menetapkan jabatan tertentu bagi Anggoro.

Satu dari enam nama Direksi BPJS Ketenagakerjaan periode 2021–2026 di antaranya adalah Abdur Rahman Irsyadi. Sebelumnya dia merupakan Deputi Direktur Bidang Human Capital BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelum menjabat sebagai Deputi Direktur, Abdur pernah menjadi Ketua Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan. Dia merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca juga: Ini Fakta Tentang Jalak Lawu, Burung Viral Penuntun Pendaki yang Tersesat

Direksi selanjutnya yang ditetapkan oleh Jokowi adalah ASN KPK Asep Rahman Swandha. Dia menjabat sebagai Koordinator Wilayah VI Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK.

Direksi selanjutnya yakni Edwin Michael Ridwan, SVP Investasi Pasar Modal dan Pasar Uang PT Taspen (Persero). Alumnus Universitas Indonesia ini pernah menjabat di sejumlah perusahaan sebelum bergabung ke Taspen, seperti PT Bahana Sekuritas dan PT Danareksa Investment Management.

Baca juga: Kraton Jogja Buka Pendaftaran Abdi Dalem, Ini Syaratnya

Deputi Direktur Bidang Aktuaria BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro serta Deputi Direktur Bidang Kepesertaan, Korporasi, dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan Zainuddin juga turut menjadi direksi. Artinya, terdapat tiga pejabat deputi direksi yang naik jabatan.

Terakhir, direksi BPJS Ketenagakerjaan yang ditunjuk Jokowi adalah Roswita Nilakurnia. Sebelumnya dia merupakan Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT Pulo Mas Jaya, anak perusahaan PT Jakarta Propertindo (JAKPRO) yang bergerak di bidang pengembang properti. Pelantikan direksi dan dewan pengawas BPJS Ketenagakerjaan akan berlangsung pada Senin pekan depan.



Berita Terkini Lainnya








Kolom