Ilustrasi pemilu. (Solopos/dok)

Solopos.com, KLATEN -- Sejumlah partai politik (parpol) di Klaten mulai merapatkan barisan menanggapi sikap Partai Golkar yang berkoalisi dengan PDIP pada Pilkada Klaten 2020 mendatang.

Ketua DPC Partai Gerindra Klaten, Mujaeroni, mengatakan sikap Golkar yang memutuskan berkoalisi dengan PDIP menjadi hak pengurus partai tersebut. Namun, dia masih meyakini koalisi AD1 Jaya tetap bisa terbentuk tanpa partai berlambang pohon beringin itu.

Koalisi AD1 Jaya merupakan gabungan dari sejumlah parpol pada Pilkada 2015 lalu. Parpol yang tergabung dalam koalisi itu yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PKS, dan PPP. Koalisi itu pecah sebelum menentukan pasangan cabup-cawabup.

Mujaeroni mengatakan sudah berkomunikasi dengan sejumlah pengurus parpol seperti PAN, PKS, PKB. Dari komunikasi itu, para pengurus parpol sepakat menggelar pertemuan menjajaki koalisi.

“Kami baru mau membahasnya. Tanpa Golkar tidak masalah,” kata Roni saat dihubungi Solopos.com, Jumat (20/9/2019).

Jika keempat parpol itu berkoalisi, mereka bisa mengusung cabup-cawabup sendiri dan menjadi rival pasangan calon yang diusung PDIP yang kini berkoalisi dengan Golkar.

Dari total 50 kursi di DPRD Klaten, Gerindra dan PKS masing-masing memperoleh lima kursi sementara PAN dan PKB masing-masing empat kursi. Dengan total 18 kursi di DPRD Klaten, koalisi empat parpol itu memenuhi syarat 20 persen jumlah kursi di DPRD untuk mendaftarkan calon.

Mujaeroni mengatakan masih terbuka peluang parpol lain ikut bergabung dalam koalisi. Hal itu termasuk Partai Demokrat yang memiliki tiga kursi di DPRD Klaten.

Ketua DPD PAN Klaten, Darmadi, membenarkan ada rencana pertemuan dengan Gerindra guna menjajaki koalisi bersama dua parpol lainnya. Hanya, pertemuan itu masih sebatas pembicaraan awal.

“Baru tahap pembicaraan atau komunikasi yang belum terarah secara pasti,” kata dia.

Darmadi mengatakan PAN masih menjajaki komunikasi untuk berkoalisi dengan berbagai parpol. Hal itu termasuk komunikasi dengan PDIP.

“Kami sebenarnya juga membangun komunikasi dengan Golkar. Tetapi ternyata menyatakan dukungan untuk koalisi dengan PDIP. Yang pasti, PAN saat ini belum sampai spesifik. Berbagai kemungkinan masih terjadi,” ujar dia.

Sebelumnya, DPD Partai Golkar Klaten memastikan berkoalisi dengan PDIP mengusung pasangan cabup-cawabup bersama partai berlambang banteng moncong putih itu. Kepastian itu ditunjukkan pengurus DPD Golkar Klaten dan perwakilan DPD Golkar Jateng mendatangi DPC PDIP Klaten menyerahkan surat pernyataan politik untuk berkoalisi dengan PDIP.

Partai Golkar mengusulkan Ketua DPD Golkar Klaten, Yoga Hardaya, sebagai cawabup berpasangan dengan Ketua DPC PDIP Klaten yang kini menjabat Bupati Klaten, Sri Mulyani, sebagai cabup.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten