Tutup Iklan
Gempa Bumi Jepara Terasa hingga Cilacap
Gempa bumi Jepara, Jawa Tengah. (@infoBMKG-Suara.com)

Solopos.com, SEMARANG -- Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,1 Magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (7/7/2020) pagi, juga dirasakan warga Cilacap.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayogie, mengungkapkan gempa bumi yang berpusat di Laut Jawa, 85 km arah utara Mlonggo, Jepara, pada kedalaman 539 km itu mempunyai karakteristik gempa dalam, atau disebut deep focus earthquake.

"Sehingga hampir seluruh daerah, kabupaten dan kota di Pulau Jawa merasakan intensitas getaran," ujar Ajie kepada Solopos.com, Selasa pagi.

Botol Hand Sanitizer Bergambar Bupati Klaten Melanggar Pilkada

Ia mengaku dari deteksi awal, gempa Jepara dipicu lepasnya lepasnya slab atau porsi lempeng Indo-Australia yang menggantung dan menukik masuk ke bawah Laut Jawa.

Menurut Ajie, pergerakan lempeng ini disebabkan juga adanya tarikan gaya gravitasi (roll back). Gempa tersebut rupanya juga dirasakan sejumlah warga di daerah lain, seperti Cilacap yang terletak di ujung selatan Jateng.

Salah seorang Cilacap, Eko Supriyanto, mengaku merasakan getaran gempa cukup kuat di sekitar rumahnya pada pukul 05.55 WIB. "Kerasa juga di sini. Kebetulan saya tinggal di Gumilir. Tiba-tiba merasakan getaran sekitar 10 detik," tutur Eko.

Sembilan Orang Positif Covid-19, Jumapolo Gelar Operasi Masker

 

Tsunami

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan gempa Jepara berkekuatan 6,1 Magnitudo itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat deformasi atau penyesaran pada lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun," kata Rahmat dalam keterangan resmi.

Akibat munculnya gempa Jepara, kata dia, getarannya dirasakan sampai ke daerah Karangkates, Nganjuk, Yogyakarta, Purworejo, Kuta, dan Mataram III MMI. Lalu terasa di Denpasar, Malang, Lumajang, Tulungagung, Blitar, Ponorogo, Pacitan, Surabaya, Wonogiri dan Kebumen II-III MMI. Kemudian Banjarnegara, Pangandaran, Karangasem, Lombok Barat , Garut, Boyolali, Krui, Sekincau, Semaka, Pekalongan, Banyumas, wonosobo, Magelang, Purbalingga dan Gianyar II MMI.

TC Perdana, Performa Timnas U-16 Masih di Bawah Standar

"Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu," katanya.

Rahmat juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

"Selain itu, warga sebaiknya menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tukasnya.

Danjen Akademi TNI Ungkap Sengketa Lahan dengan Pemkot Magelang


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho