Gempa Bumi Berpotensi Terjadi Lagi di Brebes, Ini Peringatan BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes meminta warga mewaspadai potensi gempa bumi susulan.

 
Petugas Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, sedang menunjukan rekahan dinding rumah milik warga di Kecamatan Sirampog yang mengalami retak akibat gempa yang terjadi Selasa (28/9/2021). (Solopos.com-ANTARA/Humas BPBD Brebes)

SOLOPOS.COM - Petugas Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, sedang menunjukan rekahan dinding rumah milik warga di Kecamatan Sirampog yang mengalami retak akibat gempa yang terjadi Selasa (28/9/2021). (Solopos.com-ANTARA/Humas BPBD Brebes)

Solopos.com, BREBES — Masyarakat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam gempa bumi susulan.

Sebelumnya, masyarakat Brebes diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,0 yang terjadi pada Selasa (28/9/2021), sekitar pukul 08.42 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Nussy Mansur, mengatakan bahwa pada peristiwa gempa berkekuatan Magnitudo 3,0 itu mengakibatkan 23 rumah warga desa di Kecamatan Sirampog mengalami kerusakan ringah hingga berat.

Baca juga: Brebes Diguncang Gempa, Puluhan Rumah Rusak

“Sebanyak empat rumah dari 23 rumah mengalami rusak berat, sedang lainnya rusak sedang dan ringan. Bahkan, penghuni dua rumah terpaksa kami anjurkan untuk mengungsi ke tetangga karena rumahnya sudah dalam kondisi miring,” kata Nussy, dikutip dari Antara.

Demikian pula, kata dia, bagi warga yang berada di bawah perbukitan Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog juga diminta waspada karena kondisi tanahnya mengalami rekahan pasca-gempa. Rekahan tanah ini pun berpotensi longsor apabila turun hujan.

Nussy mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan pemangku wilayah terkait peristiwa gempa maupun bencana lainnya.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar melaporkan segala kejadian darurat bencana. Kami juga siap memberikan bantuan pada masyarakat dengan menggunakan dana tak terduga,” katanya.

Gempa darat berkekuatan Magnitudo 3.0 itu mengguncang wilayah Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Selasa pagi. Akibat bencana alam ini, sedikitnya 23 rumah warga di Desa Sridadi dan Dawuhan terdampak. Gempa juga menimbulkan retakan sepanjang 150 meter di kawasan perbukitan dengan lebar 5 cm.

Baca juga: Brebes PPKM Level 4 Lagi, Gubernur Sebut Warga Tak Disiplin

Data informasi gempa BMKG-BJI menyebutkan gempa dengan Magnitudo 3.0 SR itu terjadi pada pukul 08:40:40 WIB. Titik gempa berlokasi 7.17 LS, 109.03 BT (9 kilometer Timur Laut Bumiayu-Jateng) dengan kedalaman 11 KM.

Pelaksana Tugas Camat Sirampog, Lukman Hakim, adanya bencana alam tersebut. Saat ini, kata dia, petugas sedang melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan akibat gempa tersebut.

“Iya memang ada gempa di wilayah kami, dan sekarang sedang dilakukan pendataan dampak kerusakannya,” katanya.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Ratusan Ribu Batang Rokok Disita Bea Cukai Kudus

Sebanyak 358.560 batang rokok ilegal disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah.

Tak Kuat Tanjakan, Truk Kontainer Sebabkan Kecelakaan di Tol Semarang

Kecelakaan melibatkan truk kontainer dengan empat mobil terjadi di Tol Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Petani Di Grobogan Tewas Tersetrum Jebakan Tikus di Sawah

Warijo, 56, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawahnya.

109 Objek Wisata Banyumas Buka Lagi, Pemerintah Wajibkan Ini

Sebanyak 109 objek wisata di Kabupaten Banyumas mulai buka kembali di tengah PPKM level dua, tetapi wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Mantap! Seniman Soloraya Dominasi Bhayangkara Mural Festival

Polda Jateng menggelar Bhayangkara Mural Festival 2021, di mana urutan 11 terbaik didominasi seniman dari wilayah Soloraya.

Tak Hanya di Salatiga, Gempa Juga Guncang Semarang & Temanggung

Gempa bumi di daratan atau gempa darat tidak hanya terjadi di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), tapi juga di wilayah Kabupaten Semarang dan Temanggung.

Waduh! Solar Kian Langka, Nelayan di Rembang Enggan Melaut

Nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng) harus menghentikan aktivitas melaut menyusul solar langka.

Menikmati Night View Purwokerto dari Puncak Agaran, Syahdu...

Bukit Agaran ini berada di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanten, atau sekitar 15 km dari Purwokerto menuju arah utara.

Jangan Panik! Rentetan Gempa Salatiga Tak Berpengaruh ke Merapi

BPPTKG menyebutkan rentetan 15 kali gempa bumi yang terjadi di Salatiga dan Ambarawa tak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi.

Rentetan 15 Kali Gempa Terjadi di Salatiga & Ambarawa, Ini Kata BMKG

Sejak Sabtu (23/10/2021) dini hari hingga siang pukul 14.00 WIB, rentetan 15 kali gempa bumi terjadi di wilayah Kota Salatiga dan Ambarawa.

Salatiga & Ambarawa Diguncang Gempa, Netizen: Setiap 15 Menit Gempa

Rentetan gempa bumi yang terjadi di Salatiga, Ambarawa, dan sekitarnya membuat warganet panik.

Salatiga-Ambarawa Diguncang Gempa, BMKG: Dangkal, Warga Tak Perlu Panik

BKMG menyebut gempa yang terjadi di Kota Salatiga dan Ambarawa merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal Merapi-Merbabu.

Istimewanya Lentog Tanjung, Perpaduan Opor dan Semur yang Nikmat

Lentog tanjung merupakan hidangan lontong dicampur dengan sayur lodeh tahu dan gori atau nangka muda.

2 Gempa Susulan Kembali Goyang Ambarawa

Gempa susulan pada 09.34 WIB berkekuatan Magnitudo 3.0 dan gempa kedua pada pukul 09.51 WIB berkekuatan Magnitudo 3.3.

Dipicu Sesar Aktif, Inilah Rentetan 8 Kali Gempa Salatiga-Ambarawa

Dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Ambarawa, Salatiga, Banyubiru, dan Bawen dalam skala intensitas II MMI dimana benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Gempa Guncang Salatiga, Diduga Dipicu Sesar Merbabu, Merapi, & Telomoyo

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.