Geger, Pengunjung Meninggal Saat Belanja di Pasar Jungke Karanganyar

Seorang warga Tasikmadu, Karanganyar, meninggal mendadak saat berbelanja di Pasar Jungke. Korban sempat terjatuh sebelum meninggal dunia.

 Petugas memeriksa/menangani jenazah pengunjung yang meninggal dunia di Pasar Jungke, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (16/10/2021). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Petugas memeriksa/menangani jenazah pengunjung yang meninggal dunia di Pasar Jungke, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (16/10/2021). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR — Seorang warga Mulyorejo, Desa Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, bernama Supani, 50, mendadak meninggal dunia saat tengah berbelanja di Pasar Jungke, Karanganyar, Sabtu (16/10/2021) pagi. Insiden itu membuat geger warga pasar.

PromosiIndonesia-Singapura Mempersempit Ruang Gerak Koruptor dan Teroris

Informasi dari kepolisian menyebutkan sebelum meninggal dunia, korban terjatuh tak sadarkan diri dalam posisi tengkurap di los III pasar tersebut. Para pengunjung dan pedagang yang melihat kejadian itu langsung mencoba menolong korban. Mereka berusaha membangunkan korban dan membaluri Supani dengan minyak kayu putih.

Namun pada saat itu, korban diketahui telah meninggal dunia. Selanjutnya, salah satu pengunjung melaporkan kejadian itu kepada petugas kesehatan dan Polsek Karanganyar.

Baca Juga: Rombongan Suporter asal Jogja Lintasi Colomadu, Sempat Bikin Macet

Sementara itu, Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Agung Purwoko mengatakan bahwa berdasar keterangan keluarga, sebelum berangkat ke Pasar Jungke korban sudah merasa tidak enak badan. Selain itu, korban juga sempat meminum obat penurun tensi karena mempunyai riwayat tekanan darah tinggi.

“Bahwa dari keterangan keluarga korban sebelum korban berangkat ke Pasar Jungke sudah merasa tidak enak badan dan habis minum obat penurun tensi karena mempunyai riwayat darah tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan pemeriksaan/visum luar dari petugas bina wilayah, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka pada diri korban, sehingga diduga korban meninggal dunia karena sakit.

Baca Juga: Khawatir Diklaim Daerah Lain, Karanganyar Daftarkan Stevia ke Kementan

Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan telah membuat surat pernyataan tidak akan dilakukan otopsi pada diri korban.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Jalan TMMD Bisa Pangkas Jarak di Sendangmulyo Wonogiri 8,5 Kilometer

TMMD akan membangun jalan baru berstruktur makadam yang menghubungkan Dusun Kraguman dengan Dusun Sendang.

PTM Terbatas 100 Persen Klaten Dievaluasi

Pemkab Klaten masih mengevaluasi kembali kegiatan PTM terbatas dengan mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19.

Kasus Covid-19 Meningkat, Klaten Kembali Perketat Pendatang

Kasus Covid-19 Klaten meningkat berawal dari para perantau yang berdatangan ke Klaten.

Ada Penyelundupan Narkoba, Tes Urine Warga Binaan Rutan Solo Negatif

Hasil tes urine secara acak terhadap 15 penghuni sel narkoba di Rutan Solo diketahui negatif. Tes urine ini menindaklanjuti penyelundupan jeruk berisi benda diduga sabu-sabu.

Peduli, Polres Klaten Bedah Rumah Warga di Karanganom

Kegiatan bedah rumah itu dilakukan bersama Kodim Klaten, Pemerintah Desa (Pemdes) Kunden, sukarelawan, dan elemen warga lainnya di Karanganom dan sekitarnya.

Pemkot Solo Siapkan 3 Lokasi Darurat bagi Pedagang Pasar Mebel Gilingan

Selama pembangunan sentra IKM, sebanyak 85 pedaagang Pasar Mebel Gilingan, Banjarsari, Solo, akan dipindahkan sementara ke pasar darurat di tiga lokasi.

Keren, Desa Pondok Klaten Ubah TPS Liar Jadi Taman-Fasilitas Olahraga

Pembangunan kawasan taman sekaligus fasilitas olahraga di lahan tanah kas desa seluas kurang lebih 5.000 meter persegi itu menjadi bagian penataan wajah desa di Pondok.

Penyelundupan Barang ke Rutan Solo Masih Terjadi, Terus Apa Solusinya?

Penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam Rutan Solo masih saja terjadi meski pengamanan dan pemeriksaan sudah sangat ketat.

Menyusut 34,43 Persen, Alokasi Pupuk Subsidi NPK di Wonogiri 6.391 Ton

Alokasi awal pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska sebesar 17.752 ton atau 34,43 persen dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

DPRD Karanganyar Minta Pemerintah Beri Solusi Bagi Tenaga Honorer

Wakil Ketua DPRD Karanganyar meminta pemerintah tidak serta merta menghapus tenaga honorer tanpa memberi solusi bagaimana nasib masa depan mereka.

Angka Kasus Covid-19 Karanganyar Naik Lagi, Jangan Abaikan Prokes

Dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar. Warga diminta waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Belum Punya Kartu Tani? Petani Boyolali Bisa Bawa KTP Saat Tebus Pupuk

Penyerapan pupuk bersubsidi tak optimal tersebut lantaran ada kendala yang dihadapi, salah satunya petani Boyolali yang belum memiliki kartu tani.

Tak Ada Proteksi, Pengusaha Bus Lokal Wonogiri Semakin Tergerus

Ada dua proteksi yang diharapkan pengusaha bus AKAP lokal Wonogiri, yakni pemberian izin trayek sesuai faktor muat penumpang atau loadfactor dan pembatasan akses bus AKAP dari luar daerah sampai terminal tipe A.

Nunggak Pajak, Aset Satu Perusahaan di Solo Disita KPP Pratama

KPP Pratama Surakarta menyita aset salah satu perusahaan di Kota Solo yang menunggak pembayaran pajak. Penyitaan diharapkan memberi efek jera.

Coba Terapi Pasien Stroke, Pejabat Sukoharjo Ini Puji Layanan RSIS Yarsis

Efek terapi TMS di RS Yarsis bisa dirasakan oleh pasien secara bertahap, tergantung perkembangan kondisinya.