Gegara Tensi Elektronik, Bupati Sragen Nyaris Batal Divaksin
Bupati Yuni Sukowati memalingkan mukanya saat dokter menyuntikan vaksin Sinovac ke lengannya saat pencanangan vaksinasi di RSSP Sragen, Senin (25/1/2021). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sragen menjadi kelompok pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Bumi Sukowati, Senin (25/1/2021). Vaksinasi tahap pertama itu digelar di gedung baru RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, datang dengan mengenakan pakai batik bermotif flora yang didesain khusus untuk vaksin. Biasanya setiap Senin, Bupati mengenakan pakaian dinas harian atau baju keki.

“Sabtu saya baru diberitahu Pak Hargi [Kepala DKK Sragen, Hargiyanto] kalau Senin ikut vaksinasi. Kalau pakai baju dinas enggak mungkin karena harus melinting lengan baju. Kalau begitu saya pakai pakaian bebas saja. Pak Hargi membolehkan dan berpesan supaya bagian lengan dikasih ritsleting untuk memudahkan vaksinasi. Benar juga ide beliau" kata Yuni, sapaan akrab Bupati, saat berbincang dengan wartawan.

Baca Juga: Longsor Kembali Terjang Rumah Warga Musuk Sragen Dini Hari Tadi

Sebelum divaksi, Bupati Yuni harus menjawab 13 pertanyaan yang diajukan petugas seputar kondisi kesehatan. Seperti pejabat lainnya, Yuni mengikuti pemeriksaan tensi darah. Saat diperiksa dengan alat tensi elektrik ternyata tekanan darahnya mencapai 220.

Yuni enggak percaya dengan hasil tensi itu. Lalu minta ditensi manual dan ternyata hasilnya 135. Yuni menduga ada yang tidak beres dengan alat tensi elektrik itu. Soalnya ketika tekanan darah tinggi maka tidak boleh ikut vaksinasi.

Dandim Seksi

Setelah screening selesai, para pejabat antre dipanggil untuk vaksinasi satu per satu. Wartawan bergegas dan beradu cepat mengabadikan momentum itu. Yuni mendapat giliran pertama. Petugas tinggal membuka ritsleting pada lengan baju sisi kiri. Dokter spesialis penyakit dalam, dr Lulus, yang bertugas menyuntikan vaksin kepada enam orang pejabat daerah, yakni Bupati, Wakil Bupati (Wabup), Komandan Kodim, Kapolres, Kepada Kejari, dan Ketua DPRD Sragen. Yuni mengabadikan momentum Wabup Dedy Endriyatno saat divaksin dengan ponsel pribadinya. Dedy yang semula ragu dengan kehalalan vaksin itu dan akhirnya bisa menerimanya.

Baca Juga: 4.980 Nakes Sragen Divaksin Covid-19 Mulai Hari Ini

Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol (Inf) Anggoro Heri Praktikno agak tegang saat disuntik jaruk dalam vaksinasi di RSSP Sragen, Senin (25/1/2021). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol (Inf) Anggoro Heri Pratikno mendapat giliran ketiga. Ia lansung melepas baju militernya. Kaus lengan pendek ternyata masih menempel di bajunya. Saat melepas baju itulah, pembawa acara sontak menyebut “Pak Dandim seksi.” Suara itu menggema karena menggunakan pengeras suara dan langsung membuat heboh suasana di gedung itu.

Ketua DPRD Sragen Suparno membuka separuh bajunya saat mengikuti vaksinasi di RSSP Sragen, Senin (25/1/2021). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Kapolres AKBP Yuswanto Ardi juga ikut melepas baju lengan panjangnya. Giliran Ketua DPRD Sragen Suparno juga ikut melepas baju lengan panjangnya. Ternyata tidak mengenakan kaus lengan pendek tetapi kaus singlet. Suparno mengikuti vaksin denga membuka separuh bajunya.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Pedagang Pasar Kota Sragen Minta Pembebasan Retribusi 1 Bulan

Setelah vaksinasi selesai, mereka duduk di ruang observasi yang disediakan sambil meminum teh panas dengan gelas sekali pakai. Selama 30 menit observasi dilakukan untuk mengetahui reaksi atas pemberian vaksin itu. “Reaksi saya hanya agak jarem di lengan. Kalau yang lainnya biasa-biasa saja,” ujar Yuni saat ditanya wartawan sebelum meninggalkan gedung baru itu.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom