Tutup Iklan
Gara-Gara Keluarga Pasien Tak Jujur, 44 Orang di Matraman Positif Covid-19
Ilustrasi covid-19 atau virus corona (freepik)

Solopos.com, JAKARTA – Kasus positif Covid-19 di Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, melonjak sebanyak 44 orang. Kasus ini menjadi klaster penularan baru yang disebabkan satu keluarga yang tak patuh protokol kesehatan.

Covid-19 Solo Masih Zona Oranye, Wali Kota Rudy Sebut Hitam Untuk Shock Therapy

“Selama satu pekan ditemukan 44 orang yang positif Covid-19 di Matraman. Sebab ada klaster penularan aktif baru tingkat keluarga dan komunitas,” kata Camat Matraman Andriansyah seperti dilansir Antara, Senin (14/7/2020).

Kasus tersebut dilaporkan pada 3-10 Juli 2020 berdasarkan hasil tes usap secara berkala yang digelar petugas Puskesmas setempat.

Klaster baru penularan Covid-19 yang dimaksud di antaranya RW 09 Kelurahan Utan Kayu Selatan. Tiga klaster di RW 07 Kelurahan Palmeriam, dan dua klaster di RW 09 Kelurahan Utan Kayu Utara.

Guru di Giriwoyo Wonogiri Berharap Wilayahnya Terdampak Covid-19, Ini Respons Bupati

Sedangkan klaster tertinggi berada di RW 03 Kelurahan Kebon Manggis dengan jumlah kasus 16 orang.

“Kalau di RW 03 Kebon Manggis sudah ditetapkan zona merah sehingga harus melakukan pengendalian ketat berskala lokal (PKBL) sesuai dengan SK wali kota,” katanya.

Andriansyah mengatakan penyebaran Covid-19 di Matraman juga dipengaruhi perilaku masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Kenali Gejala Covid-19! Apa Bedanya dengan Pilek karena Alergi?

“Ada juga keluarga pasien yang tidak jujur kalau ada keluarganya yang reaktif atau positif karena enggan dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, Gugus Tugas Covid-19 Matraman melaporkan sepanjang 5 Mei hingga 10 Juli 2020 telah ditemukan 315 OTG, 80 ODP, 127 PDP.

Sedangkan sebanyak 223 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan rincian 53 orang dirawat, 125 orang sembuh, 16 orang meninggal dan 29 orang menjalani isolasi mandiri.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho