Ganjar Klaim Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jateng Turun
Gubenur Jateng Ganjar Pranowo (Instagram—Ganjar_pranowo)

Solopos.com, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, mengklaim angka kematian atau case fatality rate (CFR) akibat Covid-19 di wilayahnya mengalami penurunan yang signifikan.

Ganjar menyebut angka kematian pada periode 30 Agustus-6 September mencapai 6%, kini turun menjadi 2,55% pada 6-13 September 2020. Meski demikian, data CFR yang disampaikan Ganjar ini berbeda dengan data yang dicantumkan di beberapa situs web.

Salah satunya adalah situs web milik Pemprov Jateng, yakni corona.jatengprov.go.id. Data di situs web itu per Selasa (15/9/2020) siang, menyebutkan CFR di Jateng masih berkisar di angka 9,25%. Perinciannya, total kasus mencapai 18.389 orang, 2.834 orang dirawat, 13.854 orang sembuh, dan 1.701 orang meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan data @kawalcovid19, per Minggu (13/9/2020), CFR atau angka kematian di Jateng mencapai 6,5%. Perinciannya, total kasus 17.742 orang, 11.079 orang di antaranya sembuh, dan 1.145 orang meninggal dunia.

Dinkes Jateng Akui Bed Isolasi Covid-19 di Jateng Tak Merata

Sementara itu, turunnya angka kematian akibat Covid-19 di Jateng itu disampaikan Ganjar seusai memimpin rapat dengan 7 RSUD Jateng bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Dinas Kesehatan Jateng, Selasa (15/9/2020).

Harus Dimasifkan

Meski turun, Ganjar tetap meminta semua pihak, khususnya rumah sakit kerja ekstra agar angka kematian di Jateng semakin turun dan angka kesembuhan meningkat.

“Hari ini kami mengevaluasi tentang upaya menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan di Jateng. Meskipun angka menunjukkan hasil yang cukup bagus, tapi tetap saja dibutuhkan kerja ekstra,” kata Ganjar.

Syekh Ali Jaber Minta Jangan Kaitkan Penusukan dengan Isu Apa Pun

Selain angka kematian yang menurun drastis, Ganjar juga mengatakan angka kesembuhan di Jateng meningkat cukup pesat. Saat ini, angka kesembuhan Jateng sudah mencapai 75,12 persen.

“Tapi ada beda data dengan pusat, di mana pusat masih mencatat angka kesembuhan kita di 63,2 persen. Datanya sedikit beda, tapi tidak apa-apa,” jelasnya.

Menurunnya angka kematian dan meningkatnya angka kesembuhan lanjut Ganjar tidak terlepas dari peran rumah sakit. Selain itu, kinerja laboratorium juga menjadi penunjang keberhasilan itu.

“Makanya dua unit ini, kami minta bekerja keras. Pertama soal optimalisasi fungsi laboratorium dalam pemenuhan target tes, dan fungsi rumah sakit untuk mengurangi resiko kematian dengan caranya masing-masing,” tambahnya.

Kecelakaan di Wonogiri, Dua Warga Grobogan Meninggal Dunia

Sementara itu, Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi kinerja Jawa Tengah yang berhasil menurunkan angka kematian cukup signifikan pada pekan ini. Menurutnya, langkah itu sudah tepat dan harus dimasifkan agar cepat terkendali.

“Jawa Tengah ini bagus, angka kematiannya turun signifikan. Saya lihat hanya Kota Semarang dan Kudus yang masih tinggi, kalau dua ini ditangani dengan baik, maka Jawa Tengah akan bagus,” kata Luhut.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom