Gaji Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Jadi Rp9,9 Juta, Berminat?

PMI sektor domestik di Taiwan juga akan mendapat penambahan upah senilai NT$1.000 bagi PMI yang telah mengakhiri periode kontrak kerjanya selama tiga tahun dengan majikan yang sama.

 Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) berbaris sebelum diberangkatkan menuju Korea Selatan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (18/7/2022). (Antara/Fauzan)

SOLOPOS.COM - Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) berbaris sebelum diberangkatkan menuju Korea Selatan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (18/7/2022). (Antara/Fauzan)

Solopos.com, JAKARTA–Gaji Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik di Taiwan resmi naik lebih dari Rp1 juta.

Sebelumny ipah PMI Taiwan belum mengalami perubahan sejak 2015.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Awalnya, PMI di Taiwan menerima upah senilai NT$17.000 setara dengan Rp8,4 juta (kurs Rp494) menjadi NT$20.000 atau sekitar Rp9,9 juta per bulan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan sejak Desember 2018 pihaknya secara intens terus mengupayakan penyesuaian upah PMI sektor domestik di Taiwan melalui Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI/IETO).

Baca Juga: BP2MI Pulangkan 190 PMI Ilegal Asal Malaysia

“Alhamdulillah, hari ini kami memetik buah hasil kerja bersama yang sangat baik antara Kementerian dan Lembaga dalam menaikkan upah PMI sektor domestik di Taiwan. Hal ini juga merupakan hadiah kemerdekaan yang sangat indah bagi Calon PMI dan PMI khususnya sektor domestik di Taiwan,” kata Ida dalam keterangan resmi, Rabu (10/8/2022).

Ida menambahkan selain kenaikan upah, PMI sektor domestik di Taiwan juga akan mendapat penambahan upah senilai NT$1.000 bagi PMI yang telah mengakhiri periode kontrak kerjanya selama tiga tahun dengan majikan yang sama.

Data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) tercatat per semester I/2022 Taiwan masih menjadi negara dengan penempatan PMI tertinggi kedua yaitu sebanyak 17.890 penempatan.

Senada dengan Menaker, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengungkapkan bahwa Taiwan melalui TETO (Taiwan Economic and Trade Office) telah menyampaikan konsisten terkait hal yang diputuskan dalam Join Task Force pada 21 Juni 2022 antara pemerintah Taiwan, Kemenaker, dan BP2MI.

Baca Juga: Alhamdulillah! 55 TKI di Kamboja Korban Penyekapan Telah Dibebaskan

“Dua hal yang selama ini kami perjuangkan telah dikabulkan oleh pihak Taiwan, yang pertama kenaikan gaji bagi PMI sektor domestik dan yang kedua adalah menghilangkan service fee yang nilainya senilai NT$60.000 atau setara Rp32 Juta dari cost structure yang selama ini telah memaksa atau mewajibkan PMI untuk membayar, padahal service fee ini merupakan B to B antara PMI dengan pihak agensi di Taiwan,” ujar Benny, Rabu (10/8/2022).

Dalam beberapa hari ke depan, BP2MI akan mencabut aturan biaya penempatan PMI ke Taiwan dan mengeluarkan aturan baru terkait penghilangan biaya penempatan.

“Kami segera mengundang dan menyosialisasikan kabar ini kepada 33 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang selama ini aktif menempatkan PMI ke Taiwan,” tutup Benny.

Sebelumnya, pada Joint Task Force Meeting di Juni lalu, pemerintah Taiwan telah menyetujui untuk menaikkan gaji dan menghilangkan fee agency senilai sekitar Rp32 juta per orang.

Baca Juga: Penipuan Pekerja Migran di Kamboja, Praktik Kejahatan Berulang

Sementara pada awalnya Indonesia meminta kenaikan gaji hingga NT$25.000 per bulan. Setelah satu setengah bulan berlalu sejak pertemuan tersebut, akhirnya Taiwan resmi menghilangkan fee agency dan menaikkan gaji PMI menjadi NT$20.000 per bulan.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul Tok! Gaji PMI Taiwan Resmi Naik Jadi Rp9,9 Juta per Bulan

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kantor Imigrasi Surakarta Gandeng UNS Solo Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat

      Dalam pelatihan singkat yang diadakan Imigrasi Surakarta dan UNS Solo ini, para peserta diajari huruf alfabet serta kata-kata sederhana dalam bahasa isyarat.

      Pasar Tradisional Tujuan Relokasi Sepi, Nasib PKL TSTJ Solo Belum Jelas

      Paguyuban Bakul Taman Jurug terus memperjuangkan nasib 183 pedagang kaki lima (PKL) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo.

      Deretan Ide Bisnis dengan Modal Rp1 Juta Bagi Pemula, Bisa Dicoba Nih!

      Membuka usaha dengan modal relatif terbatas semisal Rp1 juta merupakan hal yang bisa diwujudkan asal tahu strateginya

      Harga Kedelai Kian Mahal, Perajin Tahu di Solo Belum Berani Naikkan Harga

      Perajin tahu di Kota Solo terus merasakan dampak kenaikan harga kedelai. Harga kedelai impor yang mereka pakai kini sudah Rp12.650/kg.

      Beredar Pesan Ada Pihak Tawarkan Konversi Gas 3 Kg ke 5 Kg, Ini Kata Pertamina

      Beredar pesan di WhatsApp mengenai permintaan untuk masyarakat agar berhati-hati kepada seseorang yang mengatasnamakan Pertamina menawarkan konversi gas 3 kg ke 5 kg. Ini respons Pertamina.

      11/12 Rooftop Bar, Tempat Menikmati Keindahan Semarang dari Ketinggian

      Buka pada pukul 17.00 WIB sampai 02.00 WIB, 11/12 Rooftop Bar Semarang menyajikan menu andalan dari Indonesia sampai western food.

      Tertarik Pijat Kretek, UTP Surakarta Buka Layanan Smart Massage

      Saat ini Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta membuka layanan pijat kretek untuk masyarakat.  

      UOB Indonesia Sebut 3 Risiko Ini Bisa Dorong Ekonomi Menuju Resesi

      UOB Indonesia memprediksi sejumlah risiko yang dapat mendorong ekonomi menuju resesi. Adapun risiko tersebut antara lain perlambatan ekonomi China, inflasi, dan respon kebijakan.

      Dibayangi Efek Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed, Rupiah Menguat Tipis

      Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (29/9/2022) pagi menguat seiring menurunnya data penjualan perumahan di Amerika Serikat (AS).

      UBS Turun, Antam Rebound! Cek Harga Emas Pegadaian, Kamis 29 September 2022

      Harga emas yang dijual di Pegadaian, Kamis (29/9/2022) hari ini kembali terpantau turun tipis untuk cetakan UBS, sedangkan emas Antam naik.

      Dinobatkan sebagai Tokoh Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM, Ini Pesan Dirut BRI

      Direktur Utama (Dirut) BRI Sunarso dinobatkan sebagai “Tokoh Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM” dalam ajang “Rakyat Merdeka Award untuk Indonesia Pulih dan Bangkit 2022”.

      39 Harga Komoditas di Pasar Nusukan Stabil, Harga Cabai di Pasar Legi Naik

      Puluhan harga komoditas pangan di Kota Solo terpantau stabil, hanya beberapa harga mengalami kenaikan dan penurunan harga.

      Rupiah Melemah, APPBI: Berkah bagi Pengelola Pusat Perbelanjaan

      APPBI menyebut melemahnya rupiah terhadap dolar AS membuat masyarakat memilih belanja di dalam negeri.

      Hadapi Situasi Global, Reasuradur Didorong Ikut Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional

      Saat ini merupakan waktu yang tepat bagi para reasuradur untuk menjadikan situasi yang penuh ketidakpastian ini sebagai peluang untuk turut serta menjaga ketahanan ekonomi nasional.

      Dibayangi Pelemahan Rupiah, IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan

       Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih cenderung melemah pada perdagangan, Kamis (29/9/2022) di tengah kejatuhan bursa global.