GAGASAN : Perempuan pada Tahun Politik

GAGASAN : Perempuan pada Tahun Politik

SOLOPOS.COM - Tiyas Nur Haryani (Istimewa)

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (01/02/2018). Esai ini karya Tiyas Nur Haryani, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah tiyasnur@gmail.com.

Solopos.com, SOLO--Tahun 2018 menjadi momen pelaksanaan pemilihan kepala daerah langsung di sejumlah daerah. Tahun berikutnya, 2019, adalah momen pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan wakil rakyat di DPR, DPRD, dan DPD.

Publik menyebut tahun ini sebagai tahun politik. Wajah para elite dan aktor politik lebih sering muncul di layar televisi, media cetak, serta portal berita dalam jaringan (daring). Iklan-iklan dan lagu mars partai politik berseliweran dan berkumandang di televisi agar semakin akrab di telinga dan ingatan publik.

Baliho dan spanduk berisi wajah para kandidat kepala daerah dan wakil kepala daerah hadir di jalan-jalan guna menyapa masyarakat. Politik acap kali dihubungkan dengan upaya mendapatkan kekuasaan. Cara pandang tersebut telah lama dirumuskan oleh pakar politik Harold Laswell.

Ia menyatakan politik adalah mengenai siapa mendapatkan apa serta kapan dan bagaimana cara mendapatkan. Tak salah jika para kandidat politik berlomba-lomba mendapatkan suara para pemilih. Pada dasarnya setiap individu laki-laki maupun perempuan, kaya atau miskin, selalu bersinggungan dengan politik dalam kehidupan sehari-hari.

Kebijakan publik adalah hasil dari sistem politik dan masyarakat adalah kelompok sasaran dan/atau kelompok penerima manfaat dari sebuah kebijakan publik. Masyarakat adalah penerima dampak dari hasil proses dalam sistem politik.

Kebutuhan dan aspirasi masyarakat adalah bagian dari masukan sistem politik, sedangkan para elite dan aktor politik, baik perempuan maupun laki-laki, adalah aktor penentu keputusan kebijakan publik. Di dalam sistem politik terdapat penduduk perempuan dan laki-laki sebagai entitas yang memiliki perbedaan dan keunikan masing-masing.

Politik awalnya dipandang sebagai sesuatu hal yang maskulin sehingga memandang laki-laki dan perempuan adalah entitas yang tidak sama dalam sebuah kebijakan. Pola pikir tersebut kemudian digeser dengan pandangan arus utama gender dalam pembangunan.

Pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat yang sama kepada penduduk perempuan dan laki-laki sesuai dengan kebutuhan mereka. Partisipasi perempuan di ranah politik menjadi harapan lahirnya kebijakan yang memerhatikan masalah dan kebutuhan perempuan dan anak serta upaya pemenuhan kebutuhan praktis dan strategis sektor gender.

Selanjutnya adalah: Geliat perempuan dalam ranah politik di Indonesia

Berita Terkait

Berita Terkini

Setahun Proses Seleksi, 3 Jabatan Eselon II Pemkab Klaten Akhirnya Terisi

Bupati Klaten Sri Mulyani melantik tiga pejabat yang mengisi tiga jabatan eselon II yang selama setahun ini melewati proses seleksi.

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.