FKOR UNS Solo Gelar Virtual Running, Panitia Antisipasi Kecurangan Peserta
Panitia Virtual Running dari Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memberikan paparan dalam jumpa pers di Rumah Makan Laris Manis, Jebres, Selasa (18/8/2020). (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 40 pelari lolos sebagai finalis ajang Virtual Running yang digelar Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Minggu (16/8/2020).

Para finalis dari empat kategori tersebut akan kembali bersaing untuk memperebutkan gelar juara pada Rabu (19/8/2020). Di babak pamungkas, panitia memperketat regulasi dengan menggelar perlombaan via live streaming untuk mengantisipasi kecurangan.

Ada empat kategori yang dipertandingkan dalam Virtual Running yakni kategori pelajar/mahasiswa putra dan putri serta kategori umum putra dan putri. Meski baru kali pertama digelar, animo atlet maupun pehobi lari mengikuti ajang tersebut ternyata sangat tinggi. Panitia mencatat ada 1.303 dari penjuru Indonesia dan Malaysia yang ikut serta di babak penyisihan akhir pekan lalu.

Pemkab Rembang Lupa Pasang Bendera, Dikritik Gus Mus sampai Ganjar

“Responsnya luar biasa, padahal kami hanya mempromosikan acara sekitar sepekan,” ujar ketua panitia Virtual Running, Slamet Widodo, dalam jumpa pers di Rumah Makan Laris Manis, Jebres, Selasa (18/8/2020).

10 Tercepat

Pihaknya telah mengantongi 10 pelari tercepat dari masing-masing kategori untuk bersaing di babak final Rabu pagi. Menurut Slamet, panitia masih akan menggunakan aplikasi JomRun untuk memantau capaian waktu para pelari dalam melahap rute sepanjang 2,4 kilometer. Bedanya, finalis wajib menyiarkan secara langsung proses saat berlari melalui saluran live streaming yang disediakan panitia.

“Kami mengakui kejuaraan seperti virtual running punya kelemahan seperti rawan kecurangan, panitia tak bisa memantau langsung kompetisi. Bisa saja pelari justru naik sepeda atau mencari trek menurun agar catatan waktunya lebih cepat. Di babak final, kami coba menekan potensi kecurangan ini dengan memberlakukan live streaming,” jelas Slamet.

1 Warga Jambanan Sragen Positif Covid-19, Kebutuhan Dicukupi Tetangga

Meski demikian, panitia lebih menitikberatkan kejujuran pada setiap pelari agar bersikap sportif di babak final nanti. Dekan FKOR UNS, Sapta Kunta, mengingatkan ajang virtual running tak sekadar memperebutkan gelar dan nominal uang, melainkan pembentukan karakter.

“Di final, kami hanya menganjurkan pelari mencari lintasan mendatar. Kami tidak melarang mereka mencari trek menurun. Ya kembali pada diri masing-masing saja, mau menang dengan sportif atau menghalalkan segala cara,” ujar Sapta.

FKOR UNS menyediakan hadiah Rp5 juta untuk para juara masing-masing kategori. Di babak pamungkas, masing-masing finalis juga dibekali pulsa senilai Rp100.000 untuk menunjang live streaming.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom