Fix! Masjid Raya dan Masjid Al Aqsha Klaten Gelar Salat Idul Adha
Pemandangan Masjid Agung Al Aqsha dan kawasan kota Klaten dari gardu pandang menara masjid tersebut, Jumat (3/1/2020). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Dua masjid besar di Klaten yakni Masjid Raya dan Masjid Agung Al Aqsha Klaten bakal menyelenggarakan Salat Idul Adha, Jumat (31/7/2020).

Karena menggelar Salat Idul Adha di tengah pandemi Covid-19, takmir di kedua masjid tersebut menjamin bakal menerapkan protokol pencegahan Covid-19 ekstra ketat.

Takmir Masjid Raya Klaten bakal menggelar Salat Idul Adha di Alun-alun Klaten yang dinilai mampu digunakan menampung jemaah hingga 1.000 orang.

Objek Wisata Klaten Siap Dibuka, Tapi Tergantung Bupati

Tentunya, hal itu tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19, seperti mengenakan masker, jaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun, dan lainnya.

Persiapan menggelar Salat Idul Adha juga dilakukan takmir Masjid Agung Al Aqsha Klaten. Di lokasi ini, daya tampung masjid yang biasanya mencapai 3.000 orang hanya akan diisi 1.000 orang.

"Hari ini, kami akan merapatkan persiapan Salat Idul Adha di Masjid Agung Al Aqsha Klaten. Berbeda dengan suasana Idul Fitri, Masjid Al Aqsha Klaten dan Masjid Raya Klaten memutuskan menggelar Salat Idul Adha. Hanya, di Masjid Raya Klaten dilangsungkan di Alun-alun Klaten karena pertimbangan tempat yang lebih luas," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, M., Mujab, saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (24/7/2020).

Skenario Pengungsian Warga Klaten Jika Merapi Erupsi Saat Pandemi

Dibukanya kedua masjid besar untuk Salat Idul Adha, lanjut Mujab, sudah dikoordinasikan di tingkat jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Klaten, beberapa waktu lalu.

Prinsipnya, masing-masing takmir masjid harus mengajak jemaah menaati protokol pencegahan Covid-19.

"Di dua masjid besar itu dilaksanakan Salat Idul Adha. Tapi tak menggelar takbir keliling. Takbir hanya dilakukan di masing-masing masjid dengan dipandu muazin yang ada," katanya.

Menaati Protokol Pencegahan Covid-19

Disinggung tentang berbagai masjid yang ada di perkampungan di Kabupaten Bersinar, Mujab mempersilakan menggelar Salat Idul Adha. Syaratnya tetap sama, yakni memperhatikan sekaligus menaati protokol pencegahan Covid-19.

"Pada akhirnya, jika di masjid enggak cukup [menampung kapasitas jemaah], silakan salat di rumah masing-masing," katanya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, menjelaskan diperbolehkannya Salat Idul Adha di dua masjid besar di Klaten selaras dengan
Surat Edaran (SE) yang dikeluarkannya, yakni bernomor 439/2020 tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban 1441 H Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Punya Nama Unik, Seniman asal Klaten Temanku Lima Benua Sudah Pameran di Pelosok Tanah Air

Di antara hal yang harus diperhatikan saat menggelar Salat Idul Adha, yakni menyediakan alat pengukur suhu tubuh. Pengecekan suhu tubuh dilakukan sebanyak dua kali dengan waktu jeda antara pengecekan tahap pertama dengan kedua sekitar lima menit.

Bagi calon jemaah yang memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius tidak diperkenankan memasuki area pelaksanaan Salat Idul Adha.

"Sosialisasi SE itu kerja sama dengan Kemenag Klaten dan berbagai instansi terkait [organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom