Objek Wisata Klaten Siap Dibuka, Tapi Tergantung Bupati
Salah satu wisata air di Klaten. (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Sebanyak 341 objek wisata di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masih ditutup sejak munculnya pandemi Covid-19 pada pertengahan Maret 2020 lalu. Beberapa objek wisata di Klaten sebenarnya siap dibuka, namun menunggu surat keputusan (SK) bupati Klaten sekaligus ketua Gusgas PP Covid-19.

Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho, mengatakan sejumlah objek wisata sudah disimulasi untuk buka. Lokasi wedding di Klaten, kolam renang di Cokro, wisata religi Makam Sunan Bayat, Umbul Jolotundo, Umbul Pluneng, dan Candi Plaosan/Sojiwan sudah disimulasi.

Meski siap dibuka, Sri Nugroho mengatakan semua tergantung Bupati Klaten Sri Mulyani.

"Yang sudah kami lakukan simulasi rata-rata sudah siap dibuka. Tapi itu semua tergantung bupati. Semuanya perlu dilakukan secara hati-hati. Terlebih, zona di Klaten kembali merah," kata Sri Nugroho saat ditemui wartawan di Paseban, Bayat, Kamis (23/7/2020).

Kasus Positif Covid-19 Melesat, Ponorogo Dapat Bantuan Mesin PCR

Ia menjelaskan objek wisata di Klaten dilakukan akan dibuka secara bertahap. "Terlebih, hal itu dilakukan di tengah adaptasi kebiasaan baru. Ada beberapa yang sudah siap dibuka, tapi masih menunggu SK bupati," kata dia.

Sri Nugroho mengatakan simulasi ke objek wisata dilakukan menyusul adanya permintaan dari masing-masing pengelola objek wisata. Saat simulasi berlangsung, tim dari Disparbudpora Klaten mengecek persiapan sarpras yang disiapkan pengelola objek wisata.

Hal itu termasuk protokol pencegahan Covid-19, seperti menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun, menyediakan alat ukur suhu tubuh, dan lainnya.

"Protokol pencegahan Covid-19 harus diperhatikan betul jika ingin objek wisata dibuka. Tapi sekali lagi, itu tergantung dari bupati [341 objek wisata dikelola pemkab, pemdes/BUM Desa]," katanya.

Modus Baru Suap di Kasus Pegawai OJK, Beri Fasilitas Kredit Miliaran Rupiah

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengaku masih menunggu perkembangan situasi dan kondisi di wilayahnya. Pemkab Klaten harus berhati-hati sebelum objek wisata benar-benar dibuka.

"Kuncinya harus disiplin menaati protokol pencegahan Covid-19," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom