Empati Musikus Indie Solo Hidupkan Lagu Anak-Anak
Gambar kaver album kompilasi berjudul Odong-Odong Volume I,yang diinisiasi oleh musikus indie asal Solo, Krisna Bond (tengah). (Solopos.com-dok.Krisbond)

Solopos.com, SOLO — Kegelisahan musikus indie asal Solo, Krisna Bond, tentang minimnya lagu anak-anak semakin menjadi-jadi tahun ini. Puncaknya ketika dia sering melihat anak-anak di kampungnya membawakan lagu campursari dengan tema cinta seperti Los Dol, Pamer Bojo, dan lainnya. Bahkan kereta odong-odong yang notabene merupakan wahana mainan bagi anak-anak selalu memutar judul lagu orang dewasa.

Setelah kontemplasi sepanjang 2020, Krisna dengan nama panggung Presiden Party Indonesia ini menginisiasi kampanye lagu anak di awal 2021. Dimulai dari Facebook dan Instagram @PresidenPartyIndonesia pada 3 Februari lalu. Dia mengunggah video menyanyi bareng anak-anak disertai narasi tentang pentingnya peran orang tua di era digital ini. Setelah itu konten serupa diunggah secara berkala di akun Instagramnya.

“Minimnya lagu anak-anak di era sekarang ya kita enggak bisa semata-mata menyalahkan musisi yang bikin lagu. Era digital seperti ini semua memang gampang di-share, lalu tanpa sengaja di dengar oleh anak-anak yang bukan segmennya,” terang Krisna saat diwawancara beberapa waktu lalu.

Baca jugaMonolog Musical Album Merajut Mimpi Handarbeni

Kampanyenya mendapat perhatian banyak pihak. Termasuk sesama musikus indie di sekitar Solo. Berangkat dari hal tersebut, Krisna, pun menginisiasi pembuatan album kompilasi yang berisi lagu anak-anak. Album dengan judul Odong-Odong Volume #1 tersebut didukung 19 musikus dari Kediri, Malang, Yogyakarta, Ngawi, Solo, Mojokerto, dan Blitar. Mereka berasal dari berbagai latar dan usia. Ada musikus remaja, hingga orang tua.

“Tujuan utamanya adalah membuat gerakan bareng-bareng. Membahas soal keresahan yang kami semua rasakan soal krisisnya lagu anak-anak,” terang Krisna.

Isi albumnya berupa kaver lagu lama dan judul baru bertema anak-anak. Menariknya, beberapa judul lama diaransemen ulang sesuai genre masing-masing musikus. Misalnya mengaransemen ulang lagu Pelangi dengan musik ska, atau Naik Delman yangdigarap ala jaz. Krisna sendiri menyumbang lagu berjudul Lebih Berarti yang menceritakan tentang kesedihan anak-anak karena dijauhi teman-temannya. Krisna mengaransemennya dengan genre celtic easy listening.

Platform Digital

Baca jugaViral di Tiktok, Ini Lirik Lagu Heather – Conan Gray

Album Odong-Odong merupakan karya non-profit yang didukung banyak pihak. Selain para musikus sebagai pengisi, juga ada Euforia Music Publisher milik Dory Soekamti yang membantu pengurusan hak cipta. Sementara pada bagian kaver album, dibantu rekannya Muhammad Umar. Terakhir untuk urusan artwork digarap oleh guru Sekolah Dasar (SD), Sajojo Bekti, yang menggambar bersama murid-muridnya. “Anak-anak terlibat dalam membuat artwork. Satu lagu anak-anak akan ada satu artwork,” terang Krisna.

Semua karya dalam album tersebut bakal dirilis di platform digital seperti Joox, YouTube, dan Spotify. Judul pertama yang diunggah di YouTube Presiden Party Indonesia, Kamis (18/2/2021), adalah Hey Mama Papa karya musikus asal Mojokerto bernama Manusi dengan sang anak Rocky Ramones, 4.

Ini bukanlah karya kolaborasi pertama Krisna.Mantan personel Beercandu Band ini memang kerap menggarap album kompilasi selama pandemi. Sebelumnya dia merilis dua album berjudul East Java #1, dan East Java #2 yang melibatkan sejumlah musikus dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Upaya itu dia lakukan untuk mewadahi para musikus daerah yang tak bisa berkarya selama Covid-19. Konsep albumnya tanpa modal atau nol rupiah karena didukung semua pegiat musik yang terlibat.

“Lewat kampanye ini, juga ingin membuktikan bahwa Presiden Party Indonesia gak hanya hura-hura. Tapi juga ada gerakan positifnya,” terang dia.

 

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom