Monolog Musical Album Merajut Mimpi Handarbeni
Proses latihan monolog musikal Cafe De La Poste beberapa waktu lalu. (Solopos.com-dok.panitia)

Solopos.com, SOLO — Grup musik asal Solo yang digawangi Tutut (vokal), Yulianto “Phendek’ (acc gitar), Sigit (lead gitar), Daniel (keyboard), dan Kipli (bas) merilis mini album Merajut Mimpi September 2020 lalu.

Beberapa lagu dari album Merajut Mimpi tersebut yakni Aku dan Lalu, Ilusi, Kasak Kusuk, Terang Hati, dan lainnya bakal dipentaskan. Yakni dalam bentuk drama monolog musikal berjudul Cafe de la Poste di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Selasa (9/2/2021).

Salah satu panitia pentas, Putri Pramesti, dalam keterangan pers yang dikirimkan kepada Solopos.com, menjelaskan Cafe de la Poste disutradarai seniman senior, Djarot Budi D.

Pertunjukkan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 ini menceritakan tentang perempuan setengah baya yang disibukkan dengan kegiatan mengelola sebuah kafe. Konsep kafenya sangat personal.

Baca jugaRain Siap Unjuk Akting Kembali lewat Serial Drama “Ghost Doctor”

Monolog Cafe de la Poste dari album Merajut Mimpi, menggambarkan karakter si pemilik kafe. Dilihat dari desain artistik hingga tata ruang di dalamnya. Setiap harinya, kafe tengah kota tersebut ramai dikunjungi pembeli dari berbagai karakter, dan Iatar belakang.

Mereka semua datang dengan membawa emosi dan masalah yang berbeda.Sebagai pengelola yang juga harus melayani langsung, pemilik kafe yang diperankan Tutut ini sangat hafal waktu pengunjung yang satu dengan Iainnya. Berikut kisahnya monolog yang mengambil beberapa lagu dari album Merajut Mimpi.

Baca jugaKenali Amanda Manopo, Andin dalam Ikatan Cinta

Ruang Sosial

Dialog antar dirinya dengan masing-masing pembeli ini memberikan gambaran pesan-pesan sosial yang sederhana, ringan, dan mudah untuk dipahami.

Kafe diibaratkan ruang sosial yang menampung banyak hal. Orang yang datang berkunjung sering kali disertai dengan mimpi-mimpi, angan-angan, dan idealisme masing masing. Mereka bisa duduk termenung sendiri dan berdiskusi, atau bertengkar untuk menyelesaikan masalah sembari makan dan minum. Pengunjung diibaratkan pelengkap kafe sebagai ruang sosial yang netral.

Pentas ini didukung oleh para seniman Solo mulai dari tim project album Handarbeni bertajuk Merajut Mimpi. Seperti Tutut, Yulianto Pendhek, Sigit Pratama, Daniel Satyaki, dan Mahawang Kipli. Ditambah Esti GG, Gon Gun, Djarot B Darsono, R Danang Mazdha, Riyo Tulus Pernando, M Arif P, dan masih banyak lagi.

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom