Ekspedisi KRL Solo-Jogja : Jelajah Museum Sangiran, Petilasan Jaka Tingkir & Sumber Air Asin 

Kali ini Tim Ekspedisi KRL Solo-Jogja memilih berwisata ke sebelah utara Kota Solo, tepatnya ke kawasan situs purbakala Sangiran di Sragen, Jawa Tengah.

Ekspedisi KRL Solo-Jogja : Jelajah Museum Sangiran, Petilasan Jaka Tingkir & Sumber Air Asin 

SOLOPOS.COM - Halaman parkir Museum Sangiran. (Solopos-Chelin Indra Sushmita)

Solopos.com,  SRAGEN – Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk menikmati waktu santai bersama keluarga, teman, atau pacar dengan kegiatan apa pun, termasuk wisata edukasi. Bagi saya pribadi, setiap perjalanan yang dilalui wajib memberikan kenangan yang berkesan.

Bepergian ke tempat baru sekaligus mempelajari sesuatu yang baru menjadi poin utama saya saat merencanakan liburan. Nah, kali ini saya bersama Adhika Ali memilih berwisata ke sebelah utara Kota Solo, tepatnya ke kawasan situs purbakala Sangiran di Sragen, Jawa Tengah.

Perjalanan ini kami lakukan pada Sabtu (10/4/2021) siang dalam rangkaian Ekspedisi KRL Solo-Jogja yang digelar Solopos Group bersama PT KAI Commuter, Badan Otorita Borobudur (BOB), dan Perum Peumnas.

Baca juga: Ekspedisi KRL Solo-Jogja: Berburu Kuliner Langka di Pasar Gede, Murah dan Wareg Polll!

Sudah menjadi kebiasaan bagi saya mencari berbagai informasi sebelum berangkat ke suatu tempat baru. Ini memang bukan kali pertama saya datang ke Museum Sangiran. Kalau tidak salah ingat pada Agustus 2018 lalu saya sempat piknik ke Museum Sangiran bersama sahabat. Jadi, setidaknya saya sudah punya gambaran informasi apa yang ingin saya gali lebih dalam ketika tiba di Museum Sangiran.

Malam sebelum berangkat, Jumat (9/4/2021), saya menghubungi senior saya di Solopos yang bertugas di Sragen, Moh. Khodiq Duhri. Saya pun meminta informasi dari dia tentang Sangiran dan objek wisata di sekitarnya. Karena saya ingat betul wilayah itu susah sinyal, sehingga saya merasa perlu janjian dulu dengan pamong desa setempat dan pengelola museum.

Mas Duhri juga sempat mengatakan kalau ada objek wisata lain di Sangiran yang sedang dikembangkan masyarakat setempat, yaitu Punden Tingkir dan Sumber Mata Air Asin.

Deket Sangiran ada Punden Tingkir, ada spot selfie di sana. Ada juga mata air asin, tapi belum digarap maksimal. Coba aja ke sana,” kata dia.

Baca juga: Ekspedisi KRL Solo-Jogja : Asyiknya Belanja Rewo-Rewo & Nonton Atraksi Pande Besi di Pasar Gawok

Tak ketinggalan Mas Duhri memberikan nomor kontak Kades Krikilan serta Carik Sangiran untuk saya hubungi. Lengkap. Saya bisa tidur dengan nyenyak malam ini sebelum besok jalan-jalan ke Sangiran.

Sabtu pagi sebelum berangkat saya pun menghubungi Dody Wiranto, Pamong Budaya Museum Sangiran, untuk janjian dan meminta izin liputan. Sebab, menurut jadwal hari ini adalah uji coba pembukaan terbatas Museum Sangiran setelah setahun lebih digempur pandemi.

Yeay... tak butuh waktu lama menunggu, Mas Dody membalas pesan Whatsapp dan mempersilakan tim Ekspedisi KRL Solo-Jogja berkunjung ke Sangiran. Saya juga sudah janjian dan mendapat izin dari Pak Kades Krikilan dan Pak Carik Sangiran. Yuk kita come on...

transjateng
Tim Ekspedisi KRL Solo-Jogja, Chelin Indra Sushmita, berbincang dengan penumpang BRT Transjateng menuju ke Sangiran. (Solopos TV/Adhika Ali)

Naik BRT Transjateng

Kami menumpang bus rapid transit (BRT) Transjateng rute Solo-Sumberlawang menuju ke Sangiran. Perjalanan naik bus kami tempuh dalam waktu 30 menit, cukup singkat memang karena jarak Kota Solo ke Museum Sangiran di Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, hanya 15 km.

Kami turun di Sub-terminal Sangiran yang masih dalam tahap pembangunan. Dari sana kami menumpang angkutan yang dikelola warga sebagai akses menuju ke museum dengan tarif Rp2.000 per orang.

Angkutan itu berupa mobil pikap yang dimodifikasi sedemikian rupa. Namun saya melihat ada yang janggal dari mobil berwarna hijau gelap dengan tulisan Sangiran di depannya. Mobil tersebut berpelat merah, hlo kok kendaraan pelat merah jadi angkutan yang bertarif?

Rasa penasaran membuat naluri kepo dalam diri jurnalis saya terkoyak. Saya pun bertanya kepada sopir yang ternyata adalah pegawai Museum Sangiran sekaligus Ketua Pokdarwis Purba Budaya Desa Wisata Sangir, Wijanto.

Dia pun mengatakan mobil itu milik Museum Sangiran yang biasa dipakai sebagai kendaraan operasional penelitian. Dia meminjam kendaraan tersebut sebagai angkutan penumpang untuk memberikan contoh kepada masyarakat setempat agar segera mendirikan paguyuban yang menyediakan jasa transportasi kepada pengunjung sebagai akses masuk Museum Sangiran dari sub terminal.

"Kendaraan ini saya pinjam. Saya berharap masyarakat segera bikin paguyuban untuk menyediakan jasa transportasi, karena sekarang ada sub terminal dan akses ke Sangiran ini semakin mudah dengan adanya BRT Transjateng," jelas dia.

Baca juga: Ekspedisi KRL Solo Jogja: Piknik ke Sangiran Naik Transjateng, Gayeng Lur!

Oalah ternyata begitu ceritanya. Pengelolaan Museum Sangiran kini telah berbenah. Pengunjung tidak boleh parkir di dalam kawasan museum, melainkan di sub-terminal Sangiran di Desa Sangiran. Dari sana, pengunjung bisa berjalan kaki sekitar 500 meter atau menumpang angkutan yang sebentar lagi dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

“Kami bersyukur sekali adanya BRT Transjateng program Pak Ganjar [Gubernur Jateng] ini menjadi pendorong bagi warga untuk berbenah. Biasanya warga itu hanya sebagai penonton, Mbak. Artinya tidak ada yang didapatkan dari adanya museum ini. Tetapi sekarang dengan adanya sub-terminal ini kami bisa mendorong masyarakat untuk berbuat sesuatu,” sambung Wijanto.

Mobil penelitian Museum Sangiran yang sementara difungsikan sebagai angkutan penumpang. (Solopos/Chelin Indra Sushmita)

Masuk Museum Sangiran

Sesampainya di Museum Sangiran, kami pun diarahkan oleh petugas untuk mencuci tangan sebelum masuk ke dalam. Kemudian mereka mengukur suhu tubuh kami dan mengingatkan tentang prosedur jaga jarak. Petugas juga menjelaskan aturan baru berkunjung ke Museum Sangiran pada uji coba pembukaan terbatas.

Dalam tahap uji coba yang dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan, jumlah pengunjung dibatasi hanya 100 orang per hari. Setiap pengunjung yang masuk ke museum dibatasi waktu 30 menit. Mereka wajib didampingi pemandu lokal yang berada di Museum Sangiran untuk berkeliling secara berkelompok yang maksimal terdiri dari 10 orang. Harga tiket masuk ke museum sangat terjangkau, hanya Rp8.000 per orang.

Setelah mendapat penjelasan tersebut, tim Ekspedisi KRL Solo-Jogja dipersilakan masuk dan bertemu dengan Kepala Balai Penelitian Situs Manusia Purba Sangiran, Iskandar Mulia Siregar. Dia mengatakan jumlah pengunjung museum di hari pertama uji coba pembukaan terbatas ini cukup banyak, mengingat museum tutup sejak 18 Maret 2020 akibat pandemi.

“Kami berharap uji coba ini berhasil dan museum bisa dibuka kembali seperti biasa. Karena adanya museum ini juga berperan penting bagi perekonomian masyarakat setempat,” jelasnya.

Dalam masa uji coba ini setiap pengunjung yang ingin masuk ke museum harus melakukan reservasi terlebih dahulu secara online melalui nomor Whatsapp 082324221824 dengan mengirimkan nama, jumlah pengunjung, jam kunjungan, serta dilengkapi dengan foto kartu identitas. Semua informasi tentang museum bisa diakses melalui akun Instagram @sangirankita.

Baca juga: Ekspedisi KRL Solo-Jogja : KRL Gairahkan Wisata dan Buka Pintu Bisnis Baru Kawasan Delanggu

Iskandar menambahkan selama tutup pihak pengelola Museum Sangiran tetap bekerja seperti biasa melakukan pemeliharaan koleksi secara rutin. Bahkan pihak museum juga menggelar tur virtual bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Sangiran dari rumah.

Pamong Budaya Museum Sangiran, Dody Wiranto, menyampaikan, virtual tur ke Museum Sangiran bisa diakses dengan mudah melalui gadget dengan mengakses laman kebudayaan.kemendikbud.go.id/virtualmuseum/sangiran_ID.

“Bisa banget kalau mau tur virtual. Tinggal akses mandiri. Kalau mau kelompok juga bisa nanti kami ajak tur lewat aplikasi Zoom,” jelas Dody Wiranto.

Dody menjelaskan Museum Sangiran ini sebenarnya memiliki lima klaster atau lima bangunan yang dapat dikunjungi. Mulai dari Klaster Krikilan, Klaster Bukuran, Klaster Ngebung, Klaster Ngebung, dan Klaster Dayu. Namun, selama uji coba terbatas hanya dua museum saja yang dibuka, yaitu Klaster Dayu dan Klaster Krikilan (tempat yang kami kunjungi kemarin).

Museum Sangiran merupakan pusat penemuan fosil makhluk purba terbesar di Indonesia bahkan menjadi yang terlengkap di Asia dan dunia. Selain objek wisata, Sangiran merupakan situs arkeologi yang menjadi tempat penelitian kehidupan pra-sejarah.

Pemandu Lokal

Kami pun menjelajahi situs purbakala ini didampingi seorang pemandu lokal bernama Sukoco. Pemuda asli Sragen, Jawa Tengah ini sudah tiga tahun memandu para pengunjung menjelajahi kehidupan purbakala di Museum Sangiran.

Mas Sukoco yang siang itu memakai seragam merah lengkap dengan ikat kepala wiro sangir khas Sangiran mengawali tur kami dengan memberikan penjelasan yang detail tentang situs purbakala Sangiran.

“Selamat siang bapak ibu, perkenalkan nama saya Sukoco. Saya adalah pemandu lokal yang akan memandu Anda berkeliling Museum Sangiran. Sebelum tur dimulai, saya akan memberikan pengantar tentang situs purbakala ini. Museum Sangiran Klaster Krikilan merupakan situs purbakala yang terlengkap. Berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan, kawasan Sangiran dulunya berupa laut, kemudian berkembang menjadi rawa-rawa dan berubah menjadi daratan seperti saat ini,” tutur Sukoco mengawali tur kami.

Sukoco, salah satu pemandu lokal di Museum Sangiran.
Sukoco, salah satu pemandu lokal di Museum Sangiran. (Solopos/Chelin Indra Sushmita)

Dia kemudian membawa kami masuk ke dua ruang pamer di Museum Sangiran untuk melihat peninggalan sejarah masa lampau tentang asal-usul manusia.

Penjelasan Sukoco dan pemandu wisata lainnya yang saya temui siang itu, Marwandi, membuat saya kagum. Usia Sukoco memang masih muda, sementara Marwandi sudah paruh baya. Namun penjelasan mereka berdua sama-sama detail dan memuaskan para pengunjung yang ingin belajar sejarah di Sangiran.

Baca juga: Ekspedisi KRL Solo-Jogja : Serunya Mengeksplorasi Keindahan Candi Prambanan hingga Candi Sewu

Saya kemudian bertanya kepada mereka berdua tentang keberadaan pemandu lokal di Sangiran yang tidak saya temui pada 2018 lalu.

“Di sini ada 12 pemandu lokal mbak. Kami sebelumnya diberi pelatihan dan menjalani uji kompetensi untuk mendapat sertifikat sebagai pemandu lokal,” terang Sukoco dan Marwandi.

Para pemandu lokal ini mulai bekerja di Museum Sangiran sejak tiga tahun lalu. Mereka mendapatkan bayaran dari para pengunjung. Jika kalian sedang ke Sangiran, maka manfaatkan jasa pemandu lokal ini, tarifnya sekitar Rp50.000 untuk satu rombongan yang terdiri dari 10-20 orang.

Jajan di Kafetaria Anti-Mahal Club

Setelah puas berkeliling museum, kami berisitirahat sejenak di halaman parkir yang rindang. Di belakangnya ada kafetaria dan penjual cenderamata khas Sangiran. Lantaran kami datang di hari pertama pembukaan museum dan pada kloter terakhir, maka suasana sekitar cenderung sepi. Oh iya, selama masa uji coba ini Museum Sangiran buka setiap Selasa-Minggu pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Kami kemudian mampir ke kafetaria di Museum Sangiran yang menjual aneka makanan dengan harga terjangkau. Sejauh pandangan mata saya, ada sekitar 10 warung yang berjajar. Namun siang itu hanya tiga yang masih buka. Saya kemudian mampir ke warung Bu Sarwanti yang berdampingan dengan warung Bu Siti.

Saya memesan seporsi gado-gado dan secangkir kopi panas tanpa gula untuk mengisi perut. Sementara Dhika memesan nasi pecel telur dengan minuman favoritnya, es teh kampul. Sembari makan dan melepas penat, kami pun berbincang dengan pemilik warung.

Baca juga: Ekspedisi KRL Solo-Jogja : Berbagi Kasih nan Romantis di KRL Solo-Jogja

Bu Siti berharap museum segera dibuka kembali untuk menambah pemasukan. Selama setahun lebih museum tutup, dia pun bekerja sebagai penjahit di rumah.

“Setahu tutup saya njahit di rumah, Mbak. Enggak cuma menggantungkan penghasilan dari sini saja. Kami jualan ini sekaligus untuk hiburan, biar enggak suntuk di rumah,” katanya sambil terkekeh.

Harga makanan di kafetaria itu seragam, mulai Rp8.000 sampai Rp12.000 saja. Sementara minuman dijual mulai Rp4.000 sampai Rp5.000. Harga yang ramah di kantong dan tidak ngepruk kalau kata orang Jawa. Apalagi rasa makanannya pun oke untuk lidah saya yang cerewet soal kuliner. Maklum ya, saya biasa masak dan mami saya pun juru masak andal. Jadi saya cenderung pemilih kalau soal makanan.

Desa Wisata Dewi Sangir

Setelah mengisi perut, saya dan Dhika melanjutkan perjalanan ke rumah Carik Sangiran, Pak Aries, yang sudah saya hubungi sebelumnya. Di pintu gerbang museum saya bertemu lagi dengan Pak Wijanto. Saya pun meminta diantarkan ke rumah Pak Carik yang ternyata tetangganya.

Jadilah Pak Wijanto sebagai tur guide kami selama di Sangiran. Rumah Pak Carik Aries ini dekat dengan sub-terminal Sangiran. Sesampainya di sana, kami pun disambut hangat di pendopo yang biasa dipakai latihan senni karawitan.

Pak Aries menceritakan betapa banyak potensi di Desa Wisata Dewi Sangir yang belum tergali maksimal, namun perlahan warga mulai berbenah. Jika dulu warga hanya sebatas menjadi penonton, kini warga bisa berbuat sesuatu untuk menyejahterakan diri dengan menjadikan museum sebagai daya tarik.

“Dulu itu kan masyarakat cuma jadi penonton. Pengunjung ke Sangiran masuk langsung parkir di dalam. Kami dapat apa? Cuma nonton saja. Kalau sekarang ada sub-terminal ini, kami bisa berbuat banyak hal. Dari sub-terminal nanti masyarakat akan kami dorong bikin paguyuban angkot. Selain itu kami juga akan menawarkan paket wisata di Dewi Sangir. Ada area outbond di Punden Tingkir dan ada juga sumber mata air asin yang sedang kami kembangkan,” terang Aries Rustioko, Carik Sangiran.

Punden Tingkir

Pak Aries dan Pak Wijanto kemudian mengajak tim Ekspedisi KRL Solo-Jogja menjelajahi Punden Tingkir, tempat petilasan Jaka Tingkir yang dekat dengan museum. Tempat wisata itu berupa bukit yang ditempati beberapa makam kuno. Pemerintah desa setempat mengembangkan potensi wisata itu dengan mendirikan beberapa bangunan instagramable sebagai spot selfie.

Makam kuno di Punden Tingkir
Makam kuno di Punden Tingkir. (Solopos/Chelin Indra)

Butuh tenaga ekstra untuk melihat makam kuno yang berada di atas bukit dengan menaiki puluhan anak tangga. Saya yang sudah cukup lelah tiga hari full jalan-jalan agak ngos-ngosan naik turun bukit.

Kami juga melihat taman bermain dan arena outbond di kawasan Punden Tingkir. Sayangnya, tempat wisata itu kini kurang terawat karena sepi pengunjung akibat pandemi Covid-19. Meski demikian masih ada beberapa orang yang berkunjung ke tempat yang berada di kawasan permukiman penduduk. Akses jalannya pun naik turun, sehingga kalian harus ekstra hati-hati.

Sumber Mata Air Asin

Kemudian kami juga diajak melihat sumber mata air asin yang menjadi bukti sejarah bahwa Sangiran dulunya berupa lautan. Dalam bayangan saya, sumber mata air itu berada di tempat yang sudah dibangun secara permanen seperti di Sapta Tirta Pablengan Matesih.

Namun, bayangan saya seketika lenyap saat Pak Wijanto melepas sepatu pantofel hitam yang dikenakannya setibanya kami di sub-terminal Sangiran. Dia bilang sumber mata air itu berada di belakang sub-terminal. Padahal di belakang sub-terminal saya melihat hamparan kebun pisang cavendish dan persawahan.

Apakah ini artinya kami harus berjalan menyusuri kebun dan pematang sawah untuk melihat sumber air asin? Ternyata dugaan saya benar. Pak Wijanto kemudian meminjam sandal milik salah satu pekerja yang sedang memasang paving block di sub-terminal. Bahkan ada salah satu dari mereka yang meminjamkan sandalnya kepada saya.

Pak Aries dan Pak Wijanto kemudian memandu saya dan Dhika menyusuri kebun bertanah gembur untuk menuju ke sumber air asin. Sesekali Pak Aries berkata, “hati-hati, mbak. Tanahnya gembur nanti ambles kakinya.”

Pak Aries pun menyampaikan rencananya membangun jalan setapak sebagai akses menuju ke sumber mata air asin itu untuk menarik pengunjung. Setelah berjalan sekitar 10 menit, jalannya agak lama karena saya ndeso sih enggak pernah jalan-jalan di kebun dan sawah, kami sampai di tempat yang dituju.

Carik Sangiran, Aries Rustioko, menunjukkan sumber mata air asin di Sangiran
Carik Sangiran, Aries Rustioko, menunjukkan sumber mata air asin di Sangiran. (Solopos/Chelin Indra Sushmita)

Saya pun kaget saat mengetahui bahwa sumber air asin itu seperti parit atau genangan kecil yang berbuih. Blukutuk blukutuk blukutuk, itulah yang menjadi penanda keberadaan air asin.

“Ini mbak yang ada blukutuk blukutuk-nya itu sumber air asinnya,” kata Pak Aries dan Pak Wijanto hampir berbarengan.

Untuk melihat dan membuktikan rasa air yang asin itu saya harus turun ke bawah dengan kondisi tanah yang agak becek dan sulit berpijak. Tetapi karena sudah kepalang tanggung, saya pun turun dari pematang sawah tempat berpijak ke bawah dengan berpegangan pada batang pohon talok atau kersen yang tumbuh di sekitar sumber mata air.

“Ini aman pak dicicipi? Saya takut kena-napa,” tanya saya kepada dua pria asli Sangiran itu. “Aman, mbak. Dijilat saja, dirasakan asin betulan atau tidak,” kata mereka berdua.

Saya kemudian menempelkan ujung jari telunjuk ke sumber air tersebut lalu mencicipinya. Benar, rasa airnya agak asin.

“Asin kan mbak? Itulah salah satu bukti bahwa Sangiran ini dulunya lautan,” kata Pak Wijanto.

Setelah itu kami pun kembali ke sub-terminal dengan menyusuri kebun yang sengaja ditanami pisang cavendish untuk mencukupi kebutuhan produksi UMKM lokal.

“Ini memang sengaja ditanami pisang untuk mencukupi produksi UMKM lokal. Nantinya kami juga akan mengembangkan agrowisata petik pisang. Jadi pengunjung ke Sangiran bukan cuma masuk museum saja, tetapi juga mampir ke wisata di sekitarnya. Harapan kami begitu, bukan kok apa yang masyarakat dapatkan dari museum. Tetapi apa yang bisa kita perbuat dengan adanya museum ini,” jelas Pak Aries.

Baca juga: Ekspedisi KRL Solo-Jogja: Drama Es Teh Kampul di Soto Lenthok Pasar Lempuyangan Jogja

Tak terasa kami sudah berkeliling Sangiran lebih dari tiga jam. Tiba saatnya kami kembali ke Solo untuk mengakhiri Ekspedisi KRL Solo-Jogja. Kami pun mengucapkan terima kasih dan berpamitan kepada Pak Aries dan Pak Wijanto.

“Terima kasih banyak, pak kami diajak jalan-jalan. Pengalaman yang luar biasa. Saya harap Desa Wisata Dewi Sangir ini semakin maju. Karena kalau dilihat sudah banyak homestay dan penginapan di sini. Tinggal nanti dikembangkan potensi yang ada,” kata saya sebelum berpisah.

“Siap, mbak. Setahun lagi mainlah ke sini. Saya yakin Sangiran sudah berkembang pesat. Mohon doa dan dukungannya ya mbak,” jawab Pak Aries.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Wijanto yang dengan sabar dan ikhlas membantu kami menjelajahi Sangiran, situs purbakala yang menyimpan potensi luar biasa. Kalau kalian ingin menjelajahi tempat yang kami kunjungi, tinggal kontak saja warga sekitar. Mereka dengan senang hati akan mengantarkan kalian ke tempat yang dituju.

Oleh-Oleh Spesial dari Sangiran

Terima kasih juga saya sampaikan kepada Pak Iskandar yang mengizinkan kami menjelajahi keindahan Museum Sangiran. Wabil khusus terima kasih untuk Mas Dody yang memberi saya oleh-oleh spesial dari museum.

Sungguh perjalanan yang luar biasa menggali potensi Sangiran, calon desa wisata yang menyimpan segudang pesona. Setelah berpamitan, kami pun menunggu BRT Transjateng di halte sub–terminal. Sembari menunggu saya membeli segelas es jeruk dan es teh kampul favorit Dhika di belakang halte untuk mengguyur kerongkongan yang kering.

museum sangiran
Tim Ekspedisi KRL Solo-Jogja bersama Carik Sangiran, Aries Rustioko (dua dari kiri), dan Ketua Pokdarwis Purb Budaya Sangiran, Wijanto (kanan). (Istimewa)

Ibu-ibu penjual es itu pun menanyakan dari mana kami berasal. Sejenak saya berbincang dengan si ibu yang hidup sebatang kara dan berjualan es di terminal untuk mengisi waktu dan mencari pengidupan.

Mata si ibu yang saya lupa namanya itu berkaca-kaca saat menceritakan pahit getir kehidupan yang dia jalani. Tak terasa bus yang saya tunggu tiba. Saya pun berpamitan dan si ibu mengucapkan terima kasih sambil mendoakan saya, “terima kasih mbak, sudah dilarisi. Semoga selamat sampai tujuan. Kalau ada waktu mampirlah ke sini lagi,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Saya mengangguk dan melambaikan tangan kemudian naik ke bus menuju ke Solo. Perjalanan ke Solo kami tempuh sekitar 40 menit, karena jalanan di sore hari lebih padat. Kami bahkan sempat terjebak macet di simpang tujuh Joglo sebelum sampai di Terminal Tirtonadi.

Dari terminal saya dan Dhika kembali melintasi Sky Bridge menuju ke Stasiun Solo Balapan, pintu masuk ke KRL Solo-Jogja. Tidak terasa ya, sudah tiga hari kami berdua mengajak kalian semua jalan-jalan ke berbagai tempat wisata yang bisa diakses dengan mudah dari stasiun pemberhentian KRL.

Menurut kalian, bagaimana perjalanan kami? Seru enggak sih? Semoga cerita perjalanan kami bisa menjadi panduan bagi kalian ya. Sampai jumpa pada ekspedisi selanjutnya...

Berita Terkait

Berita Terkini

Bawa Mobil Karatan, Wanita Cantik Ini Bagi-Bagi Duit & Sembako Di Solo

Seorang wanita cantik membagi-bagikan sembako dengan berkeliling menggunakan mobil pikap karatan di wilayah Kota Solo.

Dipecat Seusai Insiden Serempetan Dengan Batara Kresna, Sopir BST Solo Banjir Dukungan 

Sopir bus BST Solo yang dipecat sesuai terlibat serempetan dengan railbus Batara Kresna di Jl Slamet Riyadi mendapat dukungan dari netizen.

Kasus ABG Terobos Penyekatan Pemudik Berujung Diversi? Ini Kata Bapas Klaten

Kasus ABG pengendara mobil VW kuning terobos penyekatan pemudik di Prambanan, Klaten, ada kemungkinan berujung diversi.

Keracunan Tukringin Karanganyar, Tersisa 9 Orang Dirawat di RSUD

Kondisi warga Dusun Puntukringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, yang diduga menjadi korban keracunan takjil berangsur-angsur membaik.

Membangun Identitas Kota Solo di Era Kenormalan Baru Seperti Apa Ya?

Kota Solo selama ini sudah punya slogan The Spirit of Java.

1.250 Kado Ramadan Donasi Konsumen Alfamidi, Mantap Lur

Penyaluran paket sembako itu disokong sejumlah yayasan pengelola dana donasi konsumen Alfamidi.

Pemdes Sidomulyo Boyolali Siapkan Tempat Karantina Angker Bagi Pemudik, Gubernur Ganjar: Kreatif!

Ganjar Pranowo mengecek lokasi karantina pemudik yang disiapkan pemerintah Desa Sidomulyo, Ampel, Boyolali. Tempat karantina itu dinilai unik karena menempati lokasi yang dinilai angker.

Tes Antigen Acak Di Mal Solo Berlanjut, 3 Orang Lagi Positif Covid-19

Petugas kesehatan mendapati tiga lagi hasil tes antigen positif Covid-19 pada tes acak di mal dan pusat perbelanjaan Solo, Selasa (11/5/2021)

Ditinggal Masak Di Dapur, Rumah Warga Kemalang Klaten Ludes Terbakar

Rumah milik warga Kemalang, Klaten, terbakar saat pemiliknya memasak di dapur rumah tersebut pada Selasa (11/5/2021) siang.

Tes Antigen Acak Di Mal Solo, 1 Orang Mitra Kerja SGM Positif Covid-19

Satu orang mitra kerja Solo Grand Mall (SGM) positif Covid-19 berdasarkan hasil tes antigen secara acak oleh DKK Solo, Senin (10/5/2021).

Bukan Khas Solo, Ini Gaun yang Dipakai Wanita Serengan di Ajang Miss Elite World 2021

Anna Silvia, warga Menangan, Serengan, Solo, bakal mengenakan gaun khas Borneo dalam ajang Miss Elite Wolrd 2021 di Mesir pada 29 Mei mendatang.

Salat Idulfitri di Klaten: Zona Hijau Boleh di Masjid, Zona Merah Harus di Rumah

Salat Idulfitri dipastikan bisa digelar di masjid dan lapangan di daerah Klaten yang dinyatakan aman dari persebaran Covid-19 atau daerah zona hijau dan kuning.

Sasar Objek Wisata, Babinsa Bulu Sukoharjo Kampanyekan 5M

Koramil 03/Bulu Kodim 0726/Sukoharjo bersama Satgas Covid-19 Kecamatan Bulu terus melakukan kegiatan penegakan disiplin protokol kesehatan berupa 5M.

20.000 Pemudik Tiba di Karanganyar, Bupati: Mereka Pandai Cari Waktu Pulang

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyebut para pemudik yang tiba di Bumi Intanpari sebelum Lebaran 2021 pandai mencari waktu pulang.

Sidak Pasar Tumpah Sragen: Parkir Motor dan Oprokan di Bahu Jalan Bikin Macet

Pasar tumpah di sejumlah lokasi Kabupaten Sragen mengakibatkan kemacetan karena pedagang oprokan dan parkir kendaraan bermotor di bahu jalan.

Antisipasi Keramaian, Pemkot Solo Swab Acak Pengunjung di 3 Mal

Pemerintah Kota Solo melakukan swab acak kepada pengunjung dan pegawai di tiga mal Kota Solo pada Senin (10/5/2021) sore.

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.

2 Anak Terpapar Covid-19, Kasus Klaster Tarawih di Sambirejo Sragen Bertambah Menjadi 23 Orang

Dua orang anak di lingkungan klaster tarawih Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Walah, 3 Perusahaan Di Klaten Ketahuan Bayar THR Berdasar Gaji Tahun Lalu

Tiga perusahaan di Klaten disurati Disperinaker lantaran membayar tunjangan hari raya atau THR karyawannya berdasarkan UMK tahun lalu.

Ternyata Resto di Samping De Tjolomadoe Dulunya Rumah Adipati Mangkunegara

Ternyata resto yang berada di samping De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, ini dulunya adalah rumah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara IV.

Penyekatan Pemudik di Solo: 273 Kendaraan Diminta Putar Balik, Polisi Gunakan Anjing Pelacak

Dari jumlah itu, 273 kendaraan harus putar balik karena tidak dilengkapi dengan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) maupun hasil tes Covid-19.

Mobil Travel Gelap Disetop Petugas Pos Makutho Solo, Penumpang Dipulangkan

Satu unit mobil elf yang diduga travel gelap dihentikan petugas di pos penyekatan Tugu Makutho Solo pada Senin (10/5/2021) pukul 23.30 WIB.

Tegas! Bupati Karanganyar Usul Penanganan Covid-19 Serahkan ke Pemda Saja

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengusulkan penanganan Covid-19 diserahkan kepada pemda setempat.

Lebaran 2021: Jumlah Pemudik ke Sukoharjo Lebih Sedikit Dibanding Tahun Lalu

Jumlah perantau yang mudik ke Sukoharjo pada Lebaran kali ini lebih sedikit daripada tahun 2020.

Jelang Lebaran, Satpol PP Klaten Garuk 3 Pasangan Tak Resmi di Hotel Melati

Tim gabungan menyasar ke sejumlah hotel melati di kawasan kota dan Klaten bagian timur, total hotel yang disasar mencapai empat sampai lima hotel.

ABG Sopir VW Kuning Penabrak Polisi di Pos Penyekatan Klaten Mediasi dengan Korban, Hasilnya?

ABGpenabrak polisi di pos penyekatan pemudik di Klaten dengan mobil VW kuning telah menjalani mediasi dengan korban.

Geger Warga India Positif Covid-19, Kantor Imigrasi Pastikan Tidak Ada Penambahan WNA di Soloraya

137 Orang WNA India berada di kawasan Soloraya, rata-rata mereka bekerja sebagai ahli di bidang tertentu misalnya garmen.

35 Jemaah Masjid di Gayam Sukoharjo Jadi Kontak Erat Pasien Covid-19

Sebanyak 35 jemaah Masjid Al Huda Darmosari, Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo menjadi kontak erat 1 jemaah positif Covid-19.

Warga Kawasan Aglomerasi Boleh Mengunjungi Objek Wisata Klaten

Pemkab Klaten akhirnya tak membatasi daerah asal pengunjung objek wisata. Namun, para pengelola harus tetap menerapkan ketentuan jumlah pengunjung maksimal 30% dari kapasitas.

Pabrik Snack di Tegalmas Klaten Terbakar, Kerugian Rp500 Juta

Kuat dugaan, kobaran api itu bersumber dari penggorengan di tungku atau kompor yang telah disiapkan dua karyawan pabrik snack itu.

320 Bidang Tanah Telah Dibebaskan untuk JLT, 6 Pemilik Lahan Menolak

Pembayaran ganti rugi lahan dan bangunan milik masyarakat dilaksanakan di aula Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukoharjo, Senin (10/5/2021).

8 Desa di Karanganyar Ini Harus Bersiap Hadapi Kekeringan

Dilakukan pengeboran sumur dalam di beberapa lokasi di Karanganyar agar kebutuhan air bersih warga di wilayah kekeringan terpenuhi.

4 Orang Sudah Negatif, Tinggal 4 Pegawai Kantor Imigrasi Solo Positif Covid-19

Kantor Imigrasi Solo membuat mekanisme work from home (WFH) dan work from office (WFO), WFH diprioritaskan untuk pegawai lansia dan memiliki komorbid.

Porter Stasiun Solo Balapan Terdampak Larangan Mudik : Tetap Bersyukur Meski Penumpang KA Sepi

Sejumlah porter di Stasiun Solo Balapan tetap menjajal peruntungan meski kondisi stasiun setempat sepi penumpang.

Sri Mardianah & Jamadi Terpilih Jadi Kades Antarwaktu 2 Desa di Wonogiri Ini

Pemilihan kepala desa atau Pilkades antarwaktu digelar di dua desa di Wonogiri karena masing-masing kades meninggal dunia.

Kepala Desa di Boyolali Wajib Mencegah Perantau Mudik

Para kepala desa di Kabupaten Boyolali diminta berkomunikasi dengan warga di perantauan agar tak mudik pada Lebaran kali ini. Mencegah mudik akan mendukung pencegahan persebaran Covid-19 makin meluas.

Kasus Covid-19 di Boyolali Terkendali Jelang Lebaran, Tetap Taati Prokes Yuk!

Perkembangan kasus corona di Boyolali jika dilihat dari keterisian tempat tidur di bangsal Covid-19, masih cukup terkendali.

Muncul Lagi, Jemaah Masjid di Gayam Sukoharjo Positif Covid-19

Setelah klaster masjid At Taqwa Banmati, kini kasus positif Corona ditemukan pada jemaah masjid Al Huda Darmosari, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo.

Begini Kesiapan Damkar Karanganyar Hadapi Momentum Lebaran 2021

Data Unit Damkar Satpol PP Karanganyar, dibandingkan tahun 2020, terjadi potensi peningkatan jumlah kasus kebakaran sebanyak 20 persen pada 2021.

Setahun Proses Seleksi, 3 Jabatan Eselon II Pemkab Klaten Akhirnya Terisi

Bupati Klaten Sri Mulyani melantik tiga pejabat yang mengisi tiga jabatan eselon II yang selama setahun ini melewati proses seleksi.

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Viral Video Pengendara Gerobak Sapi Masih Eksis di Klaten, Bikin Netizen Kaget

Video viral seorang bajingan yang mengendarai gerobak sapi di daerah Klaten. Dalam video tersebut dua orang heran melihat gerobak sapi.

Alila Solo, Hotel Pertama di Jateng Layani Drive Thru Swab Antigen

Alila Solo bekerjasama dengan Rumah Sakit Dr.Oen Surakarta memberikan pelayanan swab antigen drive thru.

Kasus Covid-19 Klaten Tambah 64 Orang, Terbanyak Dari Prambanan

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 Klaten tambah 64 orang dalam sehari pada Senin (10/5/2021), paling banyak dari Prambanan.

ASN Wonogiri Wajib Lapor Diri Selama Libur Lebaran

Bupati, Joko Sutopo, meminta seluruh aparatur sipil negara atau ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri mematuhi aturan larangan bepergian ke luar daerah.

ABG Sopir Mobil Terobos Penyekatan Klaten Baru Setahun Bisa Nyetir

ABG asal Gergunung, Klaten, yang tertangkap polisi karena terobos penyekatan pemudik di Prambanan baru setahun bisa menyetir mobil.

Menjelang Lebaran, Vaksinasi Covid-19 di Boyolali Terus Dikebut

Menjelang Lebaran, program vaksinasi Covid-19 di Boyolali terus berjalan. Akhir pekan lalu, Boyolali bahkan kembali mendapatkan tambahan vaksin sebanyak 950 vial.

Mobil VW Kuning Terobos Penyekatan Klaten Dibeli Second, Segini Harganya

Mobil VW yang dikendarai remaja dan terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan, Klaten, dibeli dalam kondisi second dari warga Jakarta.

Sidak di Pasar Jongke & Karangpandan Karanganyar, Petugas Temukan Makanan Kedaluwarsa

Tim gabungan dari Dinkes Karanganyar melakukan inspeksi mendadak atau sidak obat dan makanan ilegal yang dijual di Pasar Jongke dan Pasar Karangpandan, Karanganyar, Senin (10/5/2021).

Permintaan Meningkat Jelang Lebaran, Harga Cabai Rawit Di Sragen Naik Rp10.000/Kg Sehari

Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Kabupaten Sragen naik Rp10.000/kg dalam sehari menjelang Lebaran karena permintaan meningkat.

Tangani Kasus Keracunan Massal Karangpandan, Polres Karanganyar Periksa 5 Saksi

Satreskrim Polres Karanganyar menangani kasus keracunan massal yang dialami puluhan warga Puntukringin, Gerdu, Karangpandan.

687 Pemudik Tiba di Klaten, Paling Banyak Asal Karangdowo dan Trucuk

Sebanyak 687 pemudik tiba di Klaten sejak awal Mei 2021. Mereka mayoritas berasal dari wilayah Jabodetabek.

Tak Ada Salat Id Berjemaah di Alun-Alun Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memutuskan untuk tidak menyelenggarakan salat Idulfitri 1442 H di Alun-Alun Karanganyar

21 Korban Keracunan Massal di Tukringin Karangpandan Masih Dirawat di RSUD Karanganyar

Sebanyak 21 korban keracunan di Dukuh Tungkirin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Karanganyar.

Belasan Pemudik Jalani Karantina 5 Hari di Solo Technopark

Sebanya 12 pemudik menjalani karantina di Solo Technopark lantaran nekat pulang kampung tanpa membekali diri dengan surat bebas Covid-19.

Kasus Covid-19 Transmisi Lokal di Klaten Meningkat, Petugas Kesulitan Lacak Kontak Erat

Tren persebaran kasus Covid-19 meningkat. Jika sebelumnya kasus di Klaten didominasi karena faktor kontak erat, belakangan penyebab tertinggi lantaran transmisi lokal.

Sepekan Muncul 10 Klaster Keluarga Di Sukoharjo, Ini Sebarannya

Sebanyak 10 klaster penularan Covid-19 lingkungan keluarga muncul di Sukoharjo dalam sepekan terakhir.

H-4 Lebaran 2021: 33.544 Kendaraan Masuk Sragen, Motor Paling Banyak

Sebanyak 33.544 kendaraan masuk wilayah Sragen sejak Jumat (7/5/2021) hingga Minggu (9/5/2021).

Keracunan Massal Karangpandan Jadi KLB? Biaya Pengobatan Korban Ditanggung Pemerintah

Pemkab Karanganyar berencana menetapkan kasus keracunan massal di Karangpandan sebagai kejadian luar biasa atau KLB.

Warga Wonogiri Boleh Salat Idulfitri Berjemaah di Masjid, Tapi Silaturahmi Virtual Saja

Umat Islam di Wonogiri diimbau untuk melakukan silaturahmi secara virtual pada Lebaran kali ini, meski mereka diperbolehkan melaksanakan Salat Idulfitri di masjid.

4 Tahun Lalu, Warung Pak Mbotho Sukoharjo Jual Pecel Rp3000/Porsi

4 Tahun lalu, warung Pak Mbotho Sukoharjo jual pecel Rp3000 seporsi. Bagaimana dengan sekarang?

Waduh! Wali Kota Solo Gibran Terlibat Debat Dengan Dosen di Pos Penyekatan Jurug

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka terlibat debat dengan seorang dosen perempuan di pos penyekatan pemudik kawasan Jurug.

THR ASN Wonogiri 2021 Makan Dana Rp46 Miliar

Pemkab Wonogiri mengalokasikan dana sebesar Rp46.961.031.000 untuk membayar THR atau gaji ke-14 bagi para ASN menjelang Lebaran 2021.

Gibran Janji Evaluasi Jalur Contraflow Solo Buntut Railbus Batara Kresna – BST Senggolan

Wali Kota Gibran Rakabuming Raka berjanji mengevaluasi jalur contraflow di Solo yang menuai kritikan dari berbagai pihak.

Bikin Keracunan Puluhan Warga Tukringin Karanganyar, Sampel Takjil Diperiksa

Tim Dinkes Karanganyar mengambil sampel takjil yang dikonsumsi warga Dusun Puntukringin, Desa Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, yang mengakibatkan puluhan warga keracunan.

Mudik Dilarang dan Perbatasan Disekat, Pelaku Usaha Wisata Tawangmangu Menjerit

Penghasilan pelaku usaha wisata Tawangmangu merosot merosot hingga 50% selama momen Ramadan hingga libur Lebaran tahun ini.

Roti & Popok Kedaluwarsa Ditemukan di Minimarket di Sragen Jelang Lebaran 2021

Roti dan popok kedaluwarsa ditemukan di sejumlah minimarket di Sragen menjelang Lebaran 2021.

Wow! Rajin Salat Berjemaah di Masjid Solo Ini Bisa Dapat Hadiah Sepeda Motor

Berawal dari tekad mengajak para tetangganya menunaikan salat berjemaah di masjid, cara unik dilakukan pengusaha kuliner Solo, Puspo Wardoyo.

96 Kendaraan Pemudik Diputar Balik di Sragen, Tapi Ada yang Lolos Berkat Mbah Google

Sebanyak 96 pemudik diminta putar balik di Sragen, namun masih ada yang lolos berkat mengandalkan Google Maps.

ABG Terobos Penyekatan di Prambanan Klaten Terancam Penjara 1 Tahun

ABG pengemudi mobil VW kuning yang menerobos penyekatan pemudik di Prambanan Klaten terancam hukuman satu tahun empat bulan penjara.

Penampakan 5 Barang Antik yang Paling Dicari Pengunjung di Museum Radya Pustaka

Penampakan 5 Barang Antik yang Paling Dicari Pengunjung di Museum Radya Pustaka

Masa Berlaku SIM Habis Saat Libur Lebaran, Bisa Urus di Tanggal Ini

Pelayanan SIM Satpas Satlantas Polresta Solo libur selama empat hari mulai 12 Mei 2021 hingga 16 Mei 2021 mendatang.

Josss! 5 Atlet Difabel Wonogiri Wakili Jateng Maju ke Peparnas 2021 di Papua

Lima atlet difabel Wonogiri bakal mewakili Jawa Tengah pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2021 XVI di Papua Oktober 2021.

Terkuak! Ini Pemilik Mobil VW Kuning yang Disopiri ABG Terobos Penyekatan di Klaten

Mobil VW kuning yang disopiri remaja saat menerobos penyekatan pemudik di Prambanan, Klaten, ternyata bekas milik warga Jakarta.

2 Korban Kebakaran Tanon Sragen Masih Dirawat di RS, Begini Kondisinya

Dua korban kebakaran gudang BBM dan toko kelontong di Tanon yang masih dirawat di RSUD Sragen itu adalah seorang nenek dan satu cucu.

Kembali Hadir pada 2021, SBBI Diakui Jadi Acuan Pemegang Merek

Solopos berharap penghargaan yang diawali dengan riset panjang ini bisa membantu pemilik merek mengelola merek mereka.

Kronologi Lurah dan Perangkat Kelurahan Banmati Sukoharjo Jadi Kontak Erat Klaster Masjid

Lurah dan sejumlah perangkat kelurahan di Banmati ini menjalani isolasi mandiri setelah menjadi kontak erat dari hasil tracing dua jemaah Masjid At Taqwa.

Kurang Perhatian, 30 Personel Linmas di Wonosari Klaten Mundur & Copot Seragam

Sejumlah anggota Linmas di Desa Sukorejo, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, beramai-ramai mencopot seragam dan menyatakan mundur karena kurang diperhatikan.

Innalillahi! 1 Korban Keracunan Takjil di Tukringin Karangpandan Meninggal

Satu korban keracunan massal di DusunTukringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, meninggal dunia.

Covid-19 Klaster Masjid di Banmati Sukoharjo: Sejumlah Perangkat Kelurahan Jadi Kontak Erat

Sejumlah perangkat desa di Banmati, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo menjadi kontak erat kasus penularan Covid-19 klaster Masjid At Taqwa.

Wisatawan dari Kawasan Aglomerasi: Antara Diizinkan atau Dilarang

Disparbudpora Klaten memastikan seluruh objek wisata beroperasi selama Lebaran. Namun, belum diputuskan boleh tidaknya warga dari wilayah aglomerasi berwisata ke Klaten.

Nostalgia Polisi Karanganyar jadi Badut Demi Hibur Pemudik

Nostalgia polisi Karanganyar hibur pemudik di Exit Tol Ngasem, Klodran dan simpang empat Colomadu, Karanganyar, 4 tahun silam.

ABG Naik Mobil Terobos Penyekatan & Tabrak Polisi di Prambanan Anak Pengusaha Tajir

ABG yang mengemudi mobil VW kuning ditangkap polisi di Kemudo, Kecamatan Prambanan, tak jauh dari pabrik Sarihusada Generasi Mahardika (SGM) Klaten.

Objek Wisata di Klaten Boleh Buka Selama Lebaran, Pengunjungnya?

Para pelaku wisata di Klaten sepakat objek wisata tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat serta pembatasan.

Catat Nih Deretan Wisata di Soloraya yang Buka Saat Lebaran 2021

Inilah beberapa objek wisata di Soloraya yang buka saat libur Lebaran 2021 di tengah larangan mudik oleh pemerintah. Mana saja?

Kapolresta Solo Tegas Melarang Konvoi Malam Takbiran!

Polresta Solo membentuk tim khusus untuk mencegah konvoi selama malam takbiran yang bakal membubarkan jika ditemukan konvoi takbiran.

Sopir BST Solo Serempetan Dengan Batara Kresna Akhirnya Diberhentikan

Sopir bus Batik Solo Trans atau BST yang terlibat serempetan dengan Batara Kresna di Jl Slamet Riyadi Solo, Sabtu (8/5/2021), diberhentikan.

Kisah 2 "Penguasa" di Balik Nama Sendang dan Sumur di Dusun Tandon Wonogiri

Menurut para sesepuh, penamaan Dusun Tandon berkaitan dengan pembangunan Waduk Tandon oleh penjajah Jepang pada 1942.

Boyolali Terus Dorong Pelaksanaan Ujian Tanpa Kertas, Ini Keuntungannya

Ujian tanpa kertas yang dimaksud adalah ujian seperti biasa, namun dikerjakan melalui layanan Google Form.

Pencairan Dana Desa di Wonogiri Tercepat di Jawa Tengah

Pencairan dana desa 2021 di Kabupaten Wonogiri tercepat di Jawa Tengah. Ini adalah buah sinergisitas antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan semua pemerintah desa di kabupaten ini.

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sekolah Penggerak, Rujukan, dan Unggulan

SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo menjadi destinasi pendidikan unggul dan berkemajuan di era revolusi industri 4.0 menuju era society 5.0.

Tak Cuma Fokus Penyekatan, Tim Juga Bagikan Masker ke Pengguna Jalan di Prambanan

Tim gabungan juga telah meminta 146 pengemudi atau pun penumpang yang melintasi Pospam Prambanan untuk menjalankan tes swab antigen.

3 Hari, Puluhan Kendaraan Putar Balik di Pos Penyekatan Cemara Kandang

57 Kendaraan berpelat nomor luar Jateng yang akan melintasi Cemara Kandang diminta putra balik karena diindikasikan sebagai pemudik.

Satgas Covid-19 Sukoharjo Waspadai Kerumunan Saat Penyaluran Zakat Fitrah

Penyaluran zakat fitrah di masjid-masjid Kabupaten Sukoharjo diharapkan diantar langsung ke rumah penerima supaya tidak menimbulkan kerumunan

Zat Pemicu Keracunan Puluhan Warga Tukringin Karangpandan Masih Misterius

Zat pemicu keracunan massal yang dialami puluhan warga Tukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, belum diketahui secara pasti.