Tutup Iklan

Ekonom: Gonta-Ganti Istilah Tak Ubah Mindset & Perilaku Lockdown

Strategi pemerintah Jokowi menggonta-ganti istilah tak ubah mindset dan perilaku masyarakat atas lockdown atau karantina wilayah.

 Ilustrasi city lockdown. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi city lockdown. (Freepik.com)

Solopos.com, JAKARTA — Strategi pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo gonta-ganti istilah tidak mengubah mindset dan perilaku masyarakat atas lockdown atau karantina wilayah sesuai peraturan perundang-undangan. Demikian diungkapkan Ekonom Institute of Development on Economics and Finance (Indef) Abra Talattov.

Perkembangan istilah pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia itu bahkan dinilai membingungkan masyarakat. Ekonom Indef Abra Talattov menyebut masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui istilah pembatasan kegiatan masyarakat di Indonesia, yang kerap berubah menyesuaikan dinamika perkembangan Covid-19 di dalam negeri.

Baca Juga: Jangan Iri, Inggris Bersiap Tanpa Masker & Jarak Sosial

Dia merujuk pada survei yang diadakan oleh Litbang Kompas pada awal Juli 2021, bahwa ditemukan 20 persen responden yang tidak mengetahui tentang penerapan PPKM Darurat. Adapun, kini pemerintah telah merubah istilah PPKM Darurat menjadi PPKM Level 4, untuk daerah-daerah yang sangat terdampak kesehatannya oleh penyebaran virus corona.

Selain itu, survei juga menemukan 40,2% responden tidak menemukan adanya perbedaan atau perubahan pada PPKM Darurat, dibandingkan dengan PPKM atau PPKM Mikro. “Artinya dari sisi perspektif masyarakat pun perubahan istilah ini tidak akan signifikan merubah mindset dari masyarakat apalagi perilakunya,” jelas Abra pada diskusi virtual, Senin (26/7/2021).

Efektivitas PPKM

Sementara itu, survei menemukan 49,5% masyarakat masih keluar rumah untuk melakukan aktivitas atau memenuhi kebutuhannya, di tengah PPKM Darurat setelah gonta-ganti istilah lockdown itu. “Ada 34% responden juga yang menjawab tidak yakin bahwa PPKM akan berjalan efektif khususnya dalam sisi pengawasan,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Ekonom Indef Esther Sri Astuti menilai perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan istilah PPKM Level 4 sudah tepat dilakukan oleh pemerintah.

Baca Juga: Kenali Virus Corona Varian Delta Hasil Mutasi K417N!

Menurutnya, pembatasan mobilitas dan kegiatan, meskipun bukan dalam bentuk lockdown, harus tetap dilanjutkan karena pemulihan kesehatan masyarakat perlu menjadi prioritas. “Jadi PPKM menurut saya memang harus lanjut. Kenapa? Karena pemulihan kesehata masyarakat itu harus menjadi prioritas. Panglima perang pandemi [Covid-19] ini sebenarnya adalah sektor kesehatan bukan ekonomi,” kata Esther.

Dia menilai pembatasan dalam bentuk apapun harus tetap diterapkan selama kasus Covid-19 di dalam negeri masih belum melandai.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terkait

Berita Terkini

Auuuuum...Warga Desa Guguk Tak Berani Lagi Berkebun

Auman harimau yang kerap terdengar membuat warga tak berani berkebun.

Tragis! Istri Dibunuh Suami Gara-Gara Sering Pergi Tanpa Pamit

Sering pergi dari rumah tanpa pamit, seorang istri meninggal dunia dianiaya sang suami.

Kapolri Ingin Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK jadi ASN Polri

Kapolri mengaku Jokowi mengabulkan permintaan agar 56 pegawai tak lolos TWK jadi ASN Polri.

Satgas Covid Persilakan Kampus Gelar PTM Terbatas

Pembelajaran tatap muka alias PTM terbatas diharapkan tidak hanya dilakukan oleh sekolah tingkat dasar hingga atas.

Per Oktober 2021, Aplikasi PeduliLindungi Bisa Diakses Melalui GoTo

Masyarakat bisa mengakses fitur aplikasi PeduliLindungi melalui platform digital lain

Duh..Dituding Bikin Sepi Dagangan, Vaksinasi Covid-19 Dibubarkan Massa

Massa marah karena dagangan mereka sepi dan vaksinasi Covid-19 dianggap sebagai penyebabnya.

Belasan Manusia Silver Dirazia, 3 Jam Operasi Dapat Rp300.000

Kemudahan mendapatkan uang itu menjadikan aktivitas manusia silver itu ada setiap waktu.

Mahasiswa ISI Solo Sajikan Gaehwa Di Festival Gugak Indonesia 2021

Kelompok Dua mempersembahkan “Gaehwa” karya komposer Andika Agustino Wella Mahendra mahasiswa ISI Solo Prodi Seni Karawitan 2018.

Karni Ilyas Akui ILC Dihentikan karena Intervensi Kekuasaan

Pengakuan Karni Ilyas itu terungkap dalam diskusi reuni para tokoh yang biasa mengisi acara ILC.

Gubernur Anies Digoyang Interpelasi. Apa Itu Hak Interpelasi?

Politik Ibu Kota diramaikan dengan hak interpelasi yang digalang PDIP dan PSI terhadap Gubernur Anies Baswedan

Panglima TNI: Tutup Akses Teroris MIT Poso

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto perintahkan personel Mandago Raya menutup akses teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso

Setia NKRI, Napi Teroris: Mengislamkan Indonesia Terlalu Ekstrem

Mereka mengakui pergerakan mengislamkan Indonesia yang selama ini dilakukan ekstrem dan salah.

Jokowi dan Luhut Takkan Dikritik Giring Ganesha. Kenapa?

Giring Ganesha mengaku sebagai pendukung berat Jokowi.

Gubernur Anies Komentari Singkat soal Interpelasi Dirinya Gagal

Anies Baswedan menyebut gagalnya interpelasi itu urusan internal DPRD DKI.

Waduh! Nadiem Marah Sampai Banting Meja, Kenapa?

Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, menyebut anak-anak Indonesia sudah sangat terancam ketinggalan pelajaran dan kesehatan mental karena selama 1,5 tahun terakhir belajar online.

Serang Anies, Giring Ganesha Mengaku Sengaja Cari Perhatian

Giring Ganesha beralasan melakukan itu demi menjaga uang rakyat agar tidak hilang percuma.