Duh, Warga Solo Ditangkap Polisi Sragen Curi Sepeda di 30 TKP

Tersangka ini sempat tepergok warga saat mencuri sepeda angin di depan Masjid Miftakhurrohman Dukuh Kajok, Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Sragen, pada 12 April 2022, pukul 04.20 WIB.

 Kapolsek Plupuh Iptu Suparno (tengah) menjelaskan pengungkapkan kasus pencurian sepeda angin di 30 TKP kepada wartawan di Mapolres Sragen, Senin (20/6/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Kapolsek Plupuh Iptu Suparno (tengah) menjelaskan pengungkapkan kasus pencurian sepeda angin di 30 TKP kepada wartawan di Mapolres Sragen, Senin (20/6/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN–Seorang warga Tipes, Serengan, Solo, Teguh Widodo, 40, dibekuk aparat Polsek Plupuh, Sragen, lantaran mengaku mencuri sepeda angin di 30 tempat kejadian perkara (TKP).

Tersangka ini sempat tepergok warga saat mencuri sepeda angin di depan Masjid Miftakhurrohman Dukuh Kajok, Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Sragen, pada 12 April 2022, pukul 04.20 WIB.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Kasus tersebut diungkapkan Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kapolsek Plupuh Iptu Suparno didampingi Kasi Humas Polres Sragen AKP Suwarso di Mapolres Sragen, Senin (20/6/2022).

Suparno menjelaskan kasus pencurian ini berhasil diungkap berawal dari laporan kehilangan sepeda angin di Dukuh Kajok RT 004, Desa Karanganyar, Plupuh, atas pelapor yang juga korban, Sutimin, 49.

“Dalam kejadian itu, ada dua orang saksi yang melihat aksi tersangka di depan masjid. Tersangka ini mengambil sepeda saat waktu Subuh. Sepeda angin itu diambil dengan cara dinaikan ke beronjong yang ada di motor tersangka. Saat itu dua orang saksi langsung mengejar dan menarik sepeda angin. Akhirnya, sepeda angin bisa direbut dan tersangka kabur,” jelasnya.

Baca Juga: Cabai Rawit Merah Jadi Sasaran Pencurian di Sragen, Pelakunya Emak-Emak

Suparno menjelaskan dari kejadian itu kemudian tim Polsek bersam Resmob Polres Sragen menyelidiki dan juga berpatroli rutin.

Dari upaya patroli itu, ujar dia, polisi berhasil menemukan ciri-ciri pelaku dan identitasnya kemudian berhasil membekuk pelaku.

Dia mengatakan pelaku kemudian diamankan dan diinterogasi.

“Dalam pengembangan kasus itu ternyata tersangka ini sudah mencuri sepeda angin di 30 TKP yang terdiri atas 10 TKP di Plupuh, lima TKP di Masaran, dua TKP di Kalijambe, satu TKP di Sidoharjo, delapan TKP di Gondangrejo Karanganyar, dua TKP di Kabupaten Sukoharjo, dan dua TKP di Klodran, Karanganyar,” jelas Suparno.

Suparno menerangkan tersangka ini nyaman-nyaman saja mencuri sepeda di 30 lokasi karena memang sebelumnya belum pernah dihukum.

Baca Juga: Harga Naik, Petani Rela Begadang Amankan Tanaman Cabai Dari Pencurian

Dia menjelaskan hasil kejahatannya dijual di Pasar Semanggi, Solo, dan uang hasil penjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami terus mengembangkan kasus ini untuk 29 TKP lainnya. Barang bukti yang kami sita terdiri atas motor, beronjong, dan sepeda angin. Tersangka dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman sampai lima tahun penjara. Berdasarkan KUHAP, dengan ancama lima tahun ke atas boleh melakukan penahanan,” kelasnya.

Suparno berharap tersangka kembali menjadi orang baik sesuai menjalani hukuman.

Dia mengatakan sepeda hasil curian itu dijual dengan harga bervariasi, ada yang Rp1 juta, tetapi ada juga di bawah Rp1 juta.

“Modus operandinya sama, semua di pagi hari saat Subuh dan sasarannya masjid-masjid. Orang masuk masjid dan lengah maka sepeda angin langsung sikat. Sebanyak 10 TKP di Plupuh itu dilakukan 3-4 bulan terakhir,” katanya.

Baca Juga: Pencurian Sragen: 30 Menit Rumah Kosong, Rp102 Juta Melayang

Suparno terus mengembangkan kasus itu untuk mencari penadah yang bisa dikenai Pasal 480 KUHP.

Dia mengatakan saat dijual ke pasar maka pembelianya tidak hanya satu orang, itulah yang sulit, tetapi kami terus mencari korban dari 29 TKP lainnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Bermalam di Jl. Mayor Kusmanto Demi Jaga Lapak Jualan di CFD Klaten

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Supriyono, menjelaskan PKL hanya diperbolehkan menempati kawasan paving di kedua sisi Jl. Mayor Kusmanto.

Lantang! Rudy Solo: Ganjar Pranowo Presiden ke-8 RI

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, memprediksi Ganjar Pranowo menjadi presiden kedelapan RI.

Warga Sragen Meninggal Tak Wajar: Mayat Sujud Tapi Kepala Masuk Ember

Warga Sragen diduga meninggal secara tak wajar karena posisi mayatnya seperti sujud, namun kepalanya berada di dalam ember di kamar mandi.

Makam Jenazah Warga Sragen Dibongkar, Meninggal Tak Wajar?

Jenazah warga Sragen yang diduga meninggal tak wajar diautopsi setelah kuburannya dibongkar.

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.

Desain Bangunan Pasar Jongke Tak Berubah, Kios Akan Tampak dari Luar

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono menjelaskan kios Pasar Kabangan dan Jongke nanti kelihatan dari jalan.

Nostalgia Naik 7 Bus Legend Rute Solo-Sukoharjo, Sensasinya Hmm Mantap

Deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai saat ini masih cukup eksis meskipun jumlah penumpangnya terus menurun.

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Obati Rindu! CFD Klaten di Jl Mayor Kusmanto Diserbu Warga

Penyelenggaraan CFD perdana di Klaten setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 diserbu warga.

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.