Duh! 75% Wilayah di Kecamatan Banyudono Boyolali Rawan Banjir

Sebanyak 75% wilayah di Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali masuk dalam lokasi rawan banjir.

Selasa, 27 September 2022 - 20:11 WIB Penulis: Nova Malinda Editor: Ika Yuniati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tanggap bencana banjir (Freepik)

Solopos.com, BOYOLALI —  Publikasi Skripsi milik Diah Pratiwi berjudul Analisis Kerawanan Bencana Banjir Di Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali 2022, menyatakan Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, termasuk dalam wilayah paling rawan banjir.

Berdasarkan tulisan itu, ada 75,77% atau setara dengan 1949,3 hektare wilayah di Kecamatan Banyudono yang dinyatakan rawan banjir. Selanjutnya hanya ada 1,99% atau setara dengan 51,3 ha wilayah di Banyudono dinyatakan tidak rawan banjir.

Daerah yang sangat rawan tersebut tersebar secara merata di 15 desa di Kecamatan Banyudono.

Untuk mendapatkan kesimpulan tersebut, Diah menghitung tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Banyudono berdasarkan lima parameter yang meliputi kemiringan lereng, ketinggian tempat, curah hujan, jenis tanah, dan penggunaan lahan.

Lebih lanjut, Diah menuliskan faktor yang mendominasi penyebab banjir di Kecamatan Banyudono adalah kemiringan lereng dengan nilai signifikansi 0,79 atau sebesar 79%. Sedangkan faktor lain penyebab banjir tidak diteliti olehnya.

Baca juga: Waspada Banjir, Sukarelawan-Warga Bersihkan Sungai Dimoro Karangpandan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Widodo Munir mengatakan banjir yang terjadi di Banyudono, khususnya di Desa Ketaon disebabkan karena adanya sumbatan di saluran air yang mengarah ke Kali Pepe.

“Kami setiap saat selalu memberi himbauan kepada masyarakat untuk mengatasi banjir. Disamping antisipasi terhadap pohon yang roboh karena angin. Kami juga melakukan kegiatan menjaga drainase,” kata Widodo, Selasa (27/9/2022).

“Seperti yang di Desa Ketaon kemarin kami menugaskan staf untuk membantu membersihkan. Sehingga ketika hujan itu ada banjir, genangan bisa turun atau asat mengalir ke Sungai Pepe,” ucap dia kepada Solopos.com di Kantor BPBD, Selasa (27/9/2022).

Widodo menjelaskan potensi banjir di Boyolali mestinya sangat kecil. Namun, budaya pengelolaan sampah yang kurang, berpotensi menjadi penyebab banjir di Boyolali.

“Kami memang ada banjir kiriman, namun sifatnya tidak menggenangi rumah, misalnya banjir di Kali Serang, dan lainnya. Untuk di Kali Pepe mungkin menggenangi saudara kami yang di Pandeyan. Tapi sekali lagi, itu ya faktor sedimen yang kalinya mulai dangkal dan faktor sampah kalau wilayah itu dekat jalan nasional,” ucap dia.

Baca juga: Waspada! Ini Wilayah Rawan Banjir Saat Hujan di Wonogiri

Untuk antisipasi setiap tahunnya, BPBD melakukan pembinaan dan menerbitkan surat edaran kepada masyarakat yang sifatnya mengingatkan kembali bahwa banjir bisa diatasi dengan berperilaku baik terhadap lingkungan.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya PMI dan DPP Sukoharjo Gencar Pasang Eartag Pada Sapi, Ini Wilayah Sasarannya 39 detik yang lalu

HEADLINE soloraya Warga Sragen Jadi Penumpang Helikopter P-1103 yang Hilang di Perairan Belitung 10 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Acara Perdana Sukses, Balon Udara Kemuning Karanganyar Bakal Ada Lagi 26 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Jalan Menuju Goa Resi Wonogiri Retak Sepanjang 20 Meter, Mobil Dilarang Lewat 31 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Kaesang-Erina Ziarah ke Makam Raja Mangkunegara, Juru Kunci: Minta Izin Resepsi 37 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Dukung Program Kantin Cumi, Pengantin di Karanganom Klaten Tebar Ikan di Sungai 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tips Petani Muda Sukses: Niat Dahulu, Nekat Kemudian 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sesuaikan Survei KHL, Serikat Pekerja di Boyolali Tetap Usulkan UMK Rp3 Jutaan 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kronologi Mobil Nyungsep di Saluran Irigasi Sukoharjo Gegara Google Maps 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Rahasia Pindang Kambing Mbah Sinem Wonogiri Sering Ludes dalam Waktu 2 Jam 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Fenomena Efek Wali Kota Gibran, Warga Luar Solo Ramai-Ramai Sambat 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Ibu Negara Iriana Test Food Kuliner Pernikahan Kaesang-Erina 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tambang Ilegal di Klaten Merusak Ekosistem Gunung Merapi 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Ada Peran Sunan Pandanaran di Balik Tradisi Pembuatan Gerabah Melikan Klaten 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Romantis, Erina Terus Gandeng Tangan Kaesang Saat Ziarah di Astana Mangadeg 2 jam yang lalu