Duh! 75% Wilayah di Kecamatan Banyudono Boyolali Rawan Banjir

Sebanyak 75% wilayah di Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali masuk dalam lokasi rawan banjir.

 Ilustrasi tanggap bencana banjir (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tanggap bencana banjir (Freepik)

Solopos.com, BOYOLALI —  Publikasi Skripsi milik Diah Pratiwi berjudul Analisis Kerawanan Bencana Banjir Di Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali 2022, menyatakan Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, termasuk dalam wilayah paling rawan banjir.

Berdasarkan tulisan itu, ada 75,77% atau setara dengan 1949,3 hektare wilayah di Kecamatan Banyudono yang dinyatakan rawan banjir. Selanjutnya hanya ada 1,99% atau setara dengan 51,3 ha wilayah di Banyudono dinyatakan tidak rawan banjir.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Daerah yang sangat rawan tersebut tersebar secara merata di 15 desa di Kecamatan Banyudono.

Untuk mendapatkan kesimpulan tersebut, Diah menghitung tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Banyudono berdasarkan lima parameter yang meliputi kemiringan lereng, ketinggian tempat, curah hujan, jenis tanah, dan penggunaan lahan.

Lebih lanjut, Diah menuliskan faktor yang mendominasi penyebab banjir di Kecamatan Banyudono adalah kemiringan lereng dengan nilai signifikansi 0,79 atau sebesar 79%. Sedangkan faktor lain penyebab banjir tidak diteliti olehnya.

Baca juga: Waspada Banjir, Sukarelawan-Warga Bersihkan Sungai Dimoro Karangpandan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Widodo Munir mengatakan banjir yang terjadi di Banyudono, khususnya di Desa Ketaon disebabkan karena adanya sumbatan di saluran air yang mengarah ke Kali Pepe.

“Kami setiap saat selalu memberi himbauan kepada masyarakat untuk mengatasi banjir. Disamping antisipasi terhadap pohon yang roboh karena angin. Kami juga melakukan kegiatan menjaga drainase,” kata Widodo, Selasa (27/9/2022).

“Seperti yang di Desa Ketaon kemarin kami menugaskan staf untuk membantu membersihkan. Sehingga ketika hujan itu ada banjir, genangan bisa turun atau asat mengalir ke Sungai Pepe,” ucap dia kepada Solopos.com di Kantor BPBD, Selasa (27/9/2022).

Widodo menjelaskan potensi banjir di Boyolali mestinya sangat kecil. Namun, budaya pengelolaan sampah yang kurang, berpotensi menjadi penyebab banjir di Boyolali.

“Kami memang ada banjir kiriman, namun sifatnya tidak menggenangi rumah, misalnya banjir di Kali Serang, dan lainnya. Untuk di Kali Pepe mungkin menggenangi saudara kami yang di Pandeyan. Tapi sekali lagi, itu ya faktor sedimen yang kalinya mulai dangkal dan faktor sampah kalau wilayah itu dekat jalan nasional,” ucap dia.

Baca juga: Waspada! Ini Wilayah Rawan Banjir Saat Hujan di Wonogiri

Untuk antisipasi setiap tahunnya, BPBD melakukan pembinaan dan menerbitkan surat edaran kepada masyarakat yang sifatnya mengingatkan kembali bahwa banjir bisa diatasi dengan berperilaku baik terhadap lingkungan.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Syiar Kedamaian, Komunitas Ini Bagikan Ratusan Kaus dan Bunga di Solo Baru

      Community Masyarakat Solo Cinta Damai melakukan aksi sosial membagi ratusan kaus, bunga, dan stiker, di traffict light kawasan The Park Mall Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jumat (9/12/2022).

      Selamat! Gerakan Literasi Sukoharjo Tembus Top 45 Kompetisi Inovasi Nasional

      Inovasi gerakan literasi Sukoharjo (Gelis) yang diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sukoharjo mendapatkan penghargaan bergengsi Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP).

      Di Dayu Karanganyar, Jejak Sungai Besar Purba Ditemukan

      Di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menyimpan jejak sungai besar purba yang terekam dalam salah satu lapisan tanahnya.

      Sejumlah Plafon Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo Jebol, Perbaikan Dianggarkan 2023

      Sejumlah atap plafon di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo jebol. Sementara pemerintah menganggarkan perbaikan pada 2023.

      Buruh Sukoharjo Minta Para Pengusaha Jalankan Struktur Skala Upah

      Ketua Asosiasi Serikat Buruh Sukoharjo dan Ketua Partai Buruh Sukoharjo, minta pengusaha menjalankan skala upah.

      Profil Taufik M Widodo, MC Acara Ngunduh Mantu Nikahan Kaesang-Erina di Solo

      Taufik M Widodo yang merupakan penyiar senior RRI Solo didapuk menjadi master of ceremony atau MC pada rangkaian acara ngunduh mantu nikahan Kaesang-Erina.

      Pengumuman! Pilkades Serentak 67 Desa di Klaten Paling Cepat Digelar Juli 2023

      Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Klaten pada 2023 direncanakan digelar antara Juli-Agustus 2023.

      Arus Lalu Lintas Solo akan Dipantau Drone Polri saat Nikahan Kaesang-Erina

      Polda Jateng mengerahkan drone untuk memantau situasi arus lalu lintas di Solo saat acara nikahan Kaesang-Erina, sekaligus penindakan pelanggaran dengan sistem ETLE.

      Ada Alpukat Jumbo di Lereng Merapi Klaten, Harganya Sempat Tembus Rp40.000/Kg

      Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang merintis kampung alpukat.

      Akhirnya, BLT Sapu Jagat Karanganyar Tahap I Rp1,353 Miliar Cair

      Pemkab Karanganyar akhirnya mencairkan BLT Sapu Jagat untuk ratusan penerima. Mereka menjanjikan ada penyaluran BLT tahap kedua sebelum akhir tahun dengan sasaran yang berbeda.

      Sah! Pasangan Penghayat Kepercayaan Ini Resmi Menikah di Jatisrono Wonogiri

      Hujan deras membalut suasana sakral perkawinan Nanda Linduarda, 23 dan Iqas Cahyaning Suwartini, 20, di Sanggar Candi Busana, Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Selasa (6/12/2022).

      Bocah Balita Telantar di Sragen Dapat Tawaran Bantuan Operasi Bibir Sumbing

      Anak balita yang ditemukan telantar di bawah overpass tol Sragen-Ngawi di Ngrampal, Sragen kini masih dirawat di RSUD Sragen. Ada sejumlah yayasan yang menawarkan bantuan operasi bibir sumbung si anak.

      Pemkab Sragen Kini Punya Aplikasi yang Bisa Awasi Hibah untuk Tempat Ibadah

      Bagian Kesra Setda Sragen kini memiliki aplikasi yang bisa memantau dan mengevaluasi penyaluran bantuan hibau untuk tempat ibadah. Namanya Sinapati Plus.

      Dijual Rp9.500/Kg, 3,5 Ton Beras di Pasar Murah Tasikmadu Ludes dalam 1 Jam

      Dispertan PP Karanganyar untuk kali ketiga menggelar pasar murah sejumlah kebutuhan pokok. Kali ini digelar di Kantor Kecamatan Tasikmadu.

      Ketika Spanduk Bergambar Ganjar Pranowo Mendadak Bertebaran di Jalan Solo-Jogja

      Satpol PP dan Damkar Klaten mencopoti ratusan spanduk dan banner liar yang bertebaran di sepanjang ruas jalan raya Solo-Jogja.