Habib Rizieq. (Bisnis.com)

Solopos.com, SOLO – Dubes Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menyanggah pernyataan Habib Rizieq Shihab yang mengaku dicekal pemerintah Arab Saudi atas permintaan Indonesia. Sebab, selama bertugas dia tidak pernah menerima nota diplomatik dari pemerintah Indonesia terkait keberadaan Habib Rizieq di Arab Saudi.

Agus Maftuh menggarisbawahi pintu komunikasi diplomatik pemerintah Indonesia dan Arab Saudi selalu lewat KBRI Riyadh atau Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Tidak ada jalur lain selain kedua instansi tersebut.

“Selama saya bertugas sebagai Dubes LBBP RI untuk Arab Saudi sejak 14 Maret 2016 sampai dengan hari menjelang akhir penugasan ini, belum pernah ada Nota Diplomatik ataupun kawat dari Pemerintah Pusat Jakarta terkait keberadaan Al-Habib MRS di Arab Saudi,” terang Agus Maftuh seperti dilansir Detik.com, Selasa (12/11/2019).

Agus Maftuh telah berulangkali menegaskan pemerintah Indonesia tidak pernah mengirimkan nota diplomatik kepada Kerajaan Arab Saudi yang berisi permintaan pencekalan Habib Rizieq Shihab. Agus Maftuh menjelaskan, prinsip diplomasi Indonesia adalah non-interference.

Artinya, Indonesia tidak pernah mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Prinsip ini menegaskan suatu negara tidak berhak mencampuri urusan domestik negara lain. Prinsip itu merupakan salah satu dari lima prinsip peaceful coexistence yang tercantum dalam Piagam PBB.

“Terkait dengan beredarnya dokumen pencekalan Al-Habib MRS untuk keluar dari wilayah Kerajaan Arab Saudi, KBRI Riyadh akan melakukan komunikasi untuk mengonfirmasi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” tutur Agus Maftuh.

Diberitakan sebelumnya, Habib Rizieq membeberkan tentang pencekalannya lewat video di kanal Youtube Front TV. Dia mengaku dicekal oleh otoritas Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia. Dia pun menegaskan siap dipulangkan kapan saja.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten