Tutup Iklan
Dua Malam Sehari, Pemilik Nama Unik Karanganyar Hobi Sepak Bola
Dua Malam Sehari (Istimewa-Dokumentasi Pribadi)

Solopos.com, KARANGANYAR--Dua Malam Sehari, ternyata hobi bermain sepak bola. Hobi itu sudah digeluti sejak dia duduk di bangku kelas V sekolah dasar (SD).

Hobi bermain sepak bola disalurkan Hari, panggilan Dua Malam Sehari, dengan bergabung pada klub di Desa Karangpandan. Biasanya Hari berlatih di lapangan Desa Karangpandan.

Dia menyeriusi hobi itu. Saat SMP hingga SMA, Hari gemar mengikuti turnamen antarkampung. Melalui tarkam, Hari melatih ketrampilan menggocek.

Wartawan Metro TV Meninggal dengan Luka Tusukan di Tepi Jalan Tol

Kariernya di bidang olahraga, terutama sepak bola semakin moncer. Bukan hanya saat merumput dan bertanding, tetapi juga dalam hal menggelar turnamen.

Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) ASMI di Karanganyar 1998 itu bertemu dengan sejumlah pemain sepak bola nasional. "Saat kuliah itu, ternyata saya satu kampus dengan pemain-pemain sepak bola nasional," ujar dia saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (9/7/2020).

Sejumlah nama dia sebutkan, seperti penyerang Persija Jakarta, Wahyu Teguh; Wasis Setiawan dari Persis Solo. Dia juga berkesempatan bergaul dengan sejumlah nama besar lain di dunia sepak bola, seperti Rochy Putiray, Miro Baldo Bento, dan Eduard Tjong.

1.262 Orang di Secapa TNI AD Bandung Positif Covid-19, Ini Penyebabnya

Hari mengasah nalurinya di dunia sepak bola. Bukan sekadar pandai mengontrol bola, Hari juga pandai memanfaatkan peluang melalui hobinya.

 

Sekolah Sepak Bola

Pada 2010, bersama Rochy Putiray, dia bikin sekolah sepak bola. Lokasi latihan di lapangan Desa Karangpandan. "Sekarang sudah tidak jalan. Rochy pensiun kemudian sekolah sepak bola juga tidak jalan," ungkap dia.

Tetapi, kecintaannya pada dunia sepak bola tidak lantas meredup. Dia mendirikan sekolah sepak bola di Karangpandan, yakni Jaya Muda. Sejumlah pemain nasional, seperti Sukisno, dan Agung Setyabudi, dan lain-lain digandeng.

Tol Solo-Jogja Mulai Dikerjakan November

"Saya ajak pemain-pemain nasional itu tarkam. Lumayan bisa menambah uang jajan mereka kala itu. Istilahnya begitu."


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho