Tutup Iklan -->
Drainase Tak Optimal, Jl. Solo-Jogja di Klaten Sering Terendam Banjir
Warga dan pamong desa mengarahkan pengendara kendaraan agar melintas di lajur sebelah kanan di jalur Jogja-Solo, Klaten, Selasa (31/3/2020) malam. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah drainase di pinggir Jl. Solo-Jogja, Kabupaten Klaten tak berfungsi optimal saat menampung limpahan air dan memicu banjir. Air dari drainase sering meluap ke tengah jalan hingga mengganggu arus lalu lintas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Jl. Solo-Jogja, tepatnya di Klepu, Kecamatan Ceper dan Karang, Kecamatan Delanggu sempat tergenang air hingga di atas 10 cm, Selasa (31/3/2020) malam.

Banjir bermula saat Jl. Solo-Jogja, tepatnya dari Kota Klaten hingga Delanggu, diguyur hujan lebat, Selasa (31/3/2020) pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB. Lantaran drainase di pinggir jalan tersebut tak berfungai optimal, air meluap hingga menggenangi Jl. Solo-Jogja.

Ceper

Tak berfungsinya drainase itu karena kondisi di atas drainase tertutup beton dan tingginya sedimentasi di saluran drainase. Kepala Dusun (Kadus) I Klepu, Ceper, Supriyadi mengatakan Jl. Solo-Jogja yang ada di Klepu, Klaten memang menjadi langganan banjir saat hujan lebat di atas dua jam.

Cara Unik Aparat Kecamatan Trucuk Klaten Menangkal Corona: Rapat Sambil Berjemur

“Seperti tadi malam [Selasa malam], air menggenangi jalan Solo-Jogja. Antara air dan drainase sudah tak bisa dibedakan karena sama-sama tergenang. Ini sangat membahayakan bagi pengguna jalan,” katanya saat ditemui Solopos.com, di kantornya, Rabu (1/4/2020).

Supriyadi menjelaskan pamong desa dan warga akhirnya secara sukarela mengarahkan pengendara dari Jogja-Solo agar melaju di lajur kanan. “Agar tidak tercebur di drainase seperti yang terjadi satu tahun lalu [tinggi drainase sekitar 1,5 meter],” ucapnya.

Ia mengatakan drainase yang fungsinya mulai tak optimal sepanjang 150 meter. Drainse itu mulai dari depan SPBU Klepu ke arah utara. Mestinya, air yang melintas di drainase itu bermuara ke Sungai Ngawonggo, sehingga salah satu kawasan di Klaten itu tak terendam banjir.

Berjemaah Salat di Masjid Menara Kudus, Protokol Kesehatan Dipegang Teguh

“Dahulu, kedalaman drainase bisa mencapai 2,5 meter . Saat sekarang tinggal 1,5 meter. Kebetulan, lokasi kantor desa juga dekat dengan Jl. Solo-Jogja. Air sudah peres di depan kantor yang sudah ditanggul buatan [di tengah malam, air benar-benar surut],” katanya.

Delanggu

Banjir juga melanda di ruas Jl. Solo-Jogja lain di Klaten, tepatnya di sebelah utara Terminal Karang, Kecamatan Delanggu, Selasa (31/3/2020) malam. Tinggi genangan air di lokasi ini setara dengan median jalan di tengah Jl. Solo-Jogja.

Hal ini mengakibatkan kendaraan yang melaju dari Jogja ke Solo di Delanggu, dialihkan melalui jalur lingkar Delanggu. Beberapa pengendara sepeda motor yang nekat melintasi jalur tersebut otomatis mesin kendaraannya mati karena kemasukan air.

Kepala Desa (Kades) Karang, Agung Tri Sulistyo menjelaskan saat air meluap, penahan air yang ada di dekat jalan belum dibuka agar mengarah ke Sungai Sibuntung.

“Begitu ada laporan dari warga, kami langsung membuka tetek-nya. Itu merupakan saluran irigasi. Lantaran hujannya sangat lebat dan berlangsung berjam-jam, air meluap. Drainase yang di pinggir jalan Solo-Jogja juga tak mampu menampung luapan air. Alhasil menggenangi jalan di bagian barat [jalur Jogja-Solo]. Kondisi itu berakhir surut pukul 20.00 WIB,” katanya.

Fitur Disesuaikan, Pokemon Go Kini Bisa Dimainkan di Dalam Rumah

Agung Tri Sulistyo mengatakan Pemdes Karang sudah sering mengusulkan perbaikan gorong-gorong atau pun drainase di pinggir Jl. Solo-Jogja saat berlangsungmusyawarah dan perencanaan pembangunan tingkat kecamatan (Musrenbancam).

Usulan dilakukan karena saluran pembuangan air yang mengarah ke Sungai Benteng di desa setempat tak berjalan optimal sehingga memicu banjir di salah satu kawasn di Klaten itu.

“Kami berharap segera ada perbaikan. Makanya kami selalu usulkan saat Musrenbangcam [agar dari organisasi perangkat daerah yang menangani drainase itu segera memperbaiki]. Saluran irigasi yang tak optimal itu berada di sebelah utara SPBU Karang sepanjang 150 meter [saluran irigasi tak berfungsi, baik di sisi kanan atau pun kiri jalan],” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho