Djokovic Didiskualifasi, Kesempatan Petenis Underdog Juara di US Open 2020
Novak Djokovic (JIBI/REUTERS/Edgar Su)

Solopos.com, NEW YORK — Sektor tunggal putra US Open 2020 tampaknya bakal menjadi ajang perebutan juara bagi para petenis kuda hitam.

Ini setelah petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, kandas di babak 16 besar lantaran didiskualifikasi saat duel melawan Pablo Carreno Busta, Senin (7/9/2020). Djokovic dihukum karena dianggap tidak sportif setelah memukul bola yang mengenai hakim garis.

Mayat Wanita Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Bengawan Solo di Sragen

Tersingkirnya Djokovic yang notabene pemenang US Open dua edisi terakhir tentu menjadi berkah bagi petenis underdog. Diketahui, petenis top lain seperti Rafael Nadal memutuskan tak ikut serta dalam turnamen di US Open 2020.

Roger Federer juga absen karena masih dalam pemulihan cedera. Petenis unggulan seperti Marin Cilic pun sudah tersingkir di babak awal.

Peta tersebut menguntungkan bagi Borna Coric, Alexander Zverev, Denis Shapovalov dan Pablo Carreno yang sudah memastikan tiket ke perempat final. Keempat petenis tersebut sama-sama membuka asa memenangi gelar grand slam perdana dalam kariernya.

Menyesal

Dilansir Sky Sports, Senin, Djokovic tampak menyesali keteledorannya di set pertama ketika skor 6-5 untuk keunggulan Busta. Petenis Serbia itu mengaku tak sengaja memukul bola ke arah hakim garis. Saat pertandingan, Djokovic langsung menghampiri hakim garis perempuan itu dan meminta maaf.

“Seluruh situasi itu membuat saya merasa benar-benar sedih dan kosong. Saya benar-benar menyesal telah menyebabkan hal tidak menyenangkan baginya,” ujar Djokovic.

Tingkatkan Kesadaran Gaya Hidup Sehat, Sharp Bagikan Ratusan Sepeda di Perayaan HUT Ke-108

Aksi serampangan Djokovic saat memukul bola juga berbuah pencoretan pemain yang dia kumpulkan selama di US Open 2020. Djokovic juga kemungkinan mendapat denda tambahan karena tidak hadir dalam konferensi pers usai insiden. Sementara itu Carreno Busta percaya Djokovic tidak berupaya melukai hakim garis saat pertandingan.

“Saya pikir tidak ada satu petenis pun yang berpikir bahwa hal itu disengaja. Hanya saja, Anda tidak bisa melakukan hal seperti itu [memukul bola secara berbahaya],” ujarnya dilansir USA Today.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom