Mayat Wanita Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Bengawan Solo di Sragen
Sejumlah sukarelawan berusaha mengevakuasi jasad perempuan tanpa identitas di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh/Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Selasa (8/9/2020). (Istimewa/PMI Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Penemuan mayat kembali terjadi di Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Sragen, Selasa (8/9/2020), kali ini mayat wanita ditemukan mengapung.

Penemuan mayat wanita tersebut hanya berselang beberapa jam setelah jasad anak umur di bawah lima tahun (balita) asal Plupuh ditemukan. Saat ditemukan, mayat wanita itu tidak dilengkapi kartu identitas.

Mayat wanita tersebut ditemukan di sungai yang masuk wilayah Dukuh Klandungan RT 09, Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

Jumlah OTG Covid-19 di Sragen Membeludak, 90 Orang Kini Huni Technopark

Informasi yang dihimpun Solopos.com, mayat wanita yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan warga dalam kondisi mengapung sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat ditemukan, mayat tersebut masih mengenakan pakaian lengkap berwarna gelap. Posisinya tertelungkup dengan wajah menghadap ke bawah atau terbenam ke air.

Mendapati laporan itu, sejumlah sukarelawan dari berbagai lembaga seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR Himalayu, Relawan Ganefo, PMI Sragen, PSC 119 Sragen, TNI, Polsek, perangkat desa setempat, warga sekitar, dan lain-lain segera datang ke lokasi penemuan mayat.

Bakal Terdampak Tol Solo-Jogja, Warga Boyolali Diminta Lakukan Hal Ini

Petugas Masih Periksa Kondisi Fisik Mayat Wanita

Tim Inafis dari Polres Sragen dan petugas medis dari puskesmas setempat juga datang ke lokasi. Hingga berita ini diturunkan, tim Inafis dan petugas medis masih memeriksa kondisi fisik wanita tanpa identitas tersebut.

“Baru selesai evakuasi [dari permukaan air]. Ini baru proses identifikasi di lapangan,” ujar Kapolsek Ngrampal, AKP Lukman Tri Nofianto, kepada Solopos.com, Selasa.

Siap-Siap Belanja! Deretan Brand Lokal Ini Beri Promo Spesial 9 September

Saat ditanya perkiraan sudah berapa hari perempuan itu meninggal dunia, Kapolsek belum bisa memastikan.

AKP Lukman juga belum bisa menjelaskan detail apakah ada tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh mayat wanita yang ditemukan warga mengapung di Sungai Bengawan Solo itu.

“Usianya perempuan itu berapa, belum diketahui. Sampai sekarang saya belum mendapat laporan dari dokter yang memeriksanya,” papar Kapolsek.

Derita Produsen Tahu Karanganyar: Harga Kedelai Melejit, Kami Menjerit



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom