Kategori: Klaten

Dirintis Sejak 1995, Begini Nasib Warga Kampung Roti di Jonggrangan Klaten Selama Pandemi Covid-19


Solopos.com/Ponco Suseno

Solopos.com, KLATEN – Perekonomian warga di kampung roti Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, mulai bergeliat dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu menyusul mulai menurunnya kasus Covid-19 sekaligus semakin longgarnya akivitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, di Desa Jonggrangan terdapat sejumlah pengusaha roti. Sentra pembuatan roti berada di RW 001. Di lokasi ini terdapat beberapa sentra pembuatan roti, seperti roti Basuki, Marni, Legi, Menuk, Bambang, dan lainnya.

"Di sini ini banyak yang usaha roti. Di kampung roti ini, usaha warga sudah mulai bergeliat. Sudah banyak yang menerima pesanan. Ini pengaruh dari adanya kelonggaran-kelonggaran aktivitas warga sekaligus semakin menurunnya kasus Covid-19 secara keseluruhan di Klaten," kata Kepala Desa (Kades) Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Sunarno, saat ditemui Solopos.com, di kantornya, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: CCTV E-Tilang Klaten Beroperasi 24 Jam, Langgar Lalin Kena Denda Mulai Rp100.000

Hal senada dijelaskan salah satu pengusaha roti di Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Basuki, 64. Usaha roti yang digelutinya sejak tahun 1995 mulai bergeliat secara bertahap dalam dua bulan terakhir.

Pelonggaran aktivitas di tengah pandemi menjadi alasan utama mulai bergeliatnya usaha di kampung roti Jonggrangan, Klaten. Hal tersebut berbanding lurus dengan kegiatan warga, seperti hajatan, kumpulan di tingkat RT/RW, dan aktivitas warga lainnya.

"Saat ini saya akui pesanan sudah mulai kencang kembali. Dalam sehari, sudah bisa melayani roti sebanyak 200-an dus. Meski belum betul-betul normal seperti sebelum munculnya pandemi Covid-19, saya sudah bersyukur. Sebelum ada pandemi, pesanan saya sampai ribuan dus per hari. Harga roti di sini senilai Rp20.000-Rp125.000 per dus," katanya.

Baca juga: Asale Makam Mbah Minggir di Benowo Palur Karanganyar

Digempur Pandemi

Di kesempatan itu, Basuki menceritakan susahnya melewati masa pandemi Covid-19. Selama berbulan-bulan, dirinya tak bisa memproduksi roti karena tidak ada pemesan. Bahkan, Basuki harus mengembalikan uang dari pelanggan yang membatalkan pesanan secara mendadak akibat pandemi Covid-19.

"Saya memiliki 20 karyawan. Dengan berjalannya pesanan beberapa waktu terakhir ini, otomatis roda perekonomian mereka juga berjalan. Semoga, kondisinya semakin membaik dan Covid-19 segera hilang. Warga semua bisa beraktivitas normal," katanya.

Baca juga: Sambal Tumpang Mbok Jami, Kuliner Legend Sragen Langganan Jokowi

Pelonggaran Aktivitas

Terpisah, Lurah Barenglor, Kecamatan Klaten Utara, Suleksi Ekawati, mengatakan berbagai kelonggaran telah diberikan kepada warga meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Beberapa penjual angkringan dan warung makan di wilayahnya juga sudah mulai membuka usaha hingga malam hari.

"Suasana di daerah kami sudah ramai. Banyak pelaku usaha yang sudah membuka usahanya. Hal terpenting yang harus dilakukan saat sekarang, yakni harus tetap menaati protokol kesehatan," katanya.

Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan jumlah kasus Covid-19 di Klaten hingga Selasa (23/3/2021) mencapai 6.352 kasus. Sebanyak 320 orang menjalani perawatan/isolasi mandiri. Sebanyak 5.603 orang dinyatakan sembuh.

"Sebanyak 429 orang meninggal dunia," katanya.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita