Dipatuk Kobra Jawa, Kaki Bocah 6 Tahun Asal Grobogan Malah Bengkak Setelah Diobati Dukun
Kondisi Nata, 6, bocah yang dipatuk ular kobra saat menjalani perawatan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Senin (9/11/2020). (Istimewa/Ucank)

Solopos.com, GROBOGAN Kisah tragis dialami Nata, 6, bocah asal Dukuh Grasak, RT 03, RW 04, Desa Bago, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Dia dipatuk ular kobra Jawa saat bermain di rumahnya pada Minggu (8/11/2020) malam.

Akibatnya, kaki bocah malang itu kini membengkak. Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa itu bermula ketika Nata bermain di rumahnya pada pukul 20.00 WIB.

Saat itu ia bermain di dekat lemari kaca. Tanpa sepengetahuan Nata, di bawah lemari itu ternyata ada seekor ular kobra jawa atau dumung. Kedatangan Nata di depan lemari itu ternyata membuat ular dengan bisa mematikan itu merasa terganggu.

Kisah Mbah Tumiyem Pemilik Warung Bothok Mercon Legend di Sragen

Tanpa disangka, ular itu lantas mematuk telapak kaki kanan bocah itu. Sontak, bocah itu pun mengerang kesakitan. Kesal karena telah mengigit Nata, warga kemudian membunuh ular kobra Jawa tersebut.

Alih-alih segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas, pihak keluarga justru membawa Nata berobat kepada seorang dukun. Dari dukun itu, racun ular itu sempat disedot dengan alat tertentu. Namun, hasil pengobatan secara tradisional itu tidak membuahkan hasil.

Bukannya sembuh, telapak kaki kanan Nata justru membengkak. Sementara di bekas gigitan ular itu berwarna hitam. Oleh keluarga, Nata kemudian dilarikan ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen pada Senin (9/11/2020).

“Mereka tiba di UGD RSUD Sragen sekitar pukul 10.00 WIB. Pasien gigitan ular langsung ditangani oleh tim dokter,” ujar Ketua Exalos Indonesia Regional Sragen, Candra Giri, yang lebih akrab disapa Ucank kepada Solopos.com, Senin.

Jahanam! Bapak Tega Cabuli Anak Tiri Usia 6 Tahun Sampai Kesakitan

Ucank sempat meminta keluarga supaya Nata menjalani rawat inap di rumah sakit mengingat jenis ular yang menggigitnya berbisa tinggi. Akan tetapi, oleh tim dokter yang menanganinya, Nata bisa diizinkan pulang setelah kaki kanannya dibalut perban dan dipasangi tourniquet. Tim dokter juga sudah menyuntikkan serum antibisa kepada bocah itu.

“Setelah menjalani rawat jalan, Nata dibolehkan pulang. Namun, kami akan tetap memantau kondisi bocah itu. Saya meminta keluarga bisa mengirimi perkembangan kondisi kaki bocah itu setiap hari,” jelas Ucank.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom