Dinsos: Banyak Gelandangan di Semarang Berasal dari Luar Kota

Dinsos Kota Semarang menyebut banyaknya gelandangan yang ada di wilayahnya berasal dari wilayah luar Kota Semarang.

 Ilustrasi gelandangan (Dok/JIBI)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi gelandangan (Dok/JIBI)

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), mengaku resah dengan banyaknya pengemis, gelandangan, orang terlantar (PGOT) dan anak jalanan yang berkeliaran di jalanan Kota Semarang. Dinsos Semarang menyebut mayoritas gelandangan itu sebenarnya berasal dari luar Kota Semarang.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Tuna Sosial dan Perdagangan Orang (TSPO) Dinsos Kota Semarang, Bambang Sumedi, saat menggelar razia PGOT bersama Satpol PP Kota Semarang, Senin (3/10/2022). Bambang mengatakan gelandangan maupun anak jalanan yang terjaring dan berasal dari luar Kota Semarang akan dikembalikan ke daerah asal.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Kalau yang dari luar kota kami kembalikan ke kota asal. Tapi, kami koordinasi dulu dengan Dinsos setempat, sehingga mereka benar-benar pulang [daerah asal],” ujar Bambang.

Dalam kegiatan itu, Bambang juga menyebut sebelum dipulangkan para gelandangan yang berkeliaran di Kota Semarang itu akan dilakukan penilaian. “Penilaian penting karena akan diketahui potensi-potensi mereka, karena diharapkan setelah dtangkap dan dibina mereka tidak lagi kembali ke jalanan,” sambung Bambang.

Pembinaan dan penilaian akan dilakukan di panti rehabilitasi sosial Among Jiwo yang terletak di Ngaliyan, Kota Semarang. Mereka akan menjalani rehabilitasi cukup lama di panti tersebut sembari Dinsos Semarang melakukan penyelidikan tentang alamat asal gelandangan itu.

Baca juga: Satpol PP Semarang Bersihkan Bedeng Liar di Kolong Jembatan Air Mancur

PGOT dan anak jalanan disebut Bambang sulit diketahui asalnya lantaran mereka hidup berpindah-pindah. “Kami berusaha memenuhi kebutuhan dasarnya baik masalah pendidikan atau yang lainnya, terutama bagi PGOT yang berasal dari Kota Semarang,” jelasnya.

Dalam razia kali ini, terjaring empat orang PGOT yang tiga di antaranya berasal dari luar kota. Keempatnya oleh Dinsos segera dibawa ke Panti Among Jiwo untuk dibina.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Jelang Tutup Tahun, DPRD Kota Semarang Desak Pemkot Kebut Proyek Infrastruktur

      DPRD Kota Semarang mendesak OPD Pemkot Semarang segera menyelesaikan rencana pembangunan infrastruktur menjelang berakhirnya tahun 2022.

      Komisaris KAI Dukung Penataan Stasiun Cepu yang Sudah Berusia 120 Tahun

      Penataan Stasiun Cepu menyasar perluasan lahan parkir, pembangunan shelter UMKM, dan fasilitas penunjang lainnya.

      Firasat Ayah Korban Kecelakaan Bus di Sarangan, Sempat Mimpi Dirikan Tenda

      Ayah korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus asal Semarang di Jalan Raya Sarangan sempat memiliki firasat buruk yang diperoleh dari mimpi.

      Salatiga Digoyang Gempa, BPBD: Ada 2 Sesar Aktif

      BPBD Kota Salatiga menyebutkan adanya dua sesar aktif yang bisa memicu terjadinya gempa di Kota Salatiga.

      Hadiri Kirab Pusaka HUT Blora, Mangkunagoro X Beri Tombak

      Selain menghadiri kirab, Mangkunagoro X juga menandatangani kerja sama dengan Pemkab Blora untuk pengembangan kebudayaan.

      Kesaksian Warga Manyaran Semarang Selamat dalam Kecelakaan Maut Bus di Sarangan

      Berikut kesaksian warga Manyaran Semarang yang selamat saat menumpang bus yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Sarangan.

      Pasutri Semarang Meninggal Kecelakaan Maut Bus di Sarangan, Anak Cucu Selamat

      Korban kecelakaan maut bus wisata di Sarangan di antaranya merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Manyaran, Semarang.

      Kota Salatiga Raih Penghargaan I-SIM for Cities

      Penghargaan ini bukan untuk personal melainkan untuk masyarakat Kota Salatiga dan seluruh perangkat Kota Salatiga, Sekda, OPD, camat, lurah dan unit terdekat di masyarakat

      Air Sumur Warga Salatiga Sempat Panas, Diduga Aliran Lahar Gunung Merbabu

      Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Salatiga, Roy Anjar, menyebut saat ini sumur sudah kembali dingin dan normal.

      Bejat! Guru Ngaji di Batang Cabuli Bocah Berusia 6 Tahun

      Seorang guru ngaji di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), ditangkap karena melakukan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 6 tahun.

      Festival Kampung Singkong Salatiga, Sebuah Mimpi Bahagia

      Ketua panitia Toni Anandya Wicaksono mengaku bahwa kegiatan diselenggarakan pada 3-4 Desember 2022 itu adalah sebuah mimpi.

      Iriban, Tradisi Warga Desa Kenteng Kabupaten Semarang Bersihkan Sendang Desa

      Tradisi yang disebut dengan iriban itu bertujuan menjaga kebersihan Sendang Tlogo dan sebagai ungkapan syukur.

      Pemkot Semarang Jamin Biaya Perawatan Korban Selamat Kecelakaan Bus Sarangan

      Pemkot Semarang menjamin biaya perawatan korban yang luka-luka akibat kecelakaan bus pariwisata di Sarangan.

      Tiba di Semarang, Jenazah Korban Kecelakaan Bus Sarangan Langsung Dimakamkan

      Tujuh jenazah korban kecelakaan maut bus pariwisata di Sarangan, Jawa Timur (Jatim), langsung dimakamkan begitu tiba di Semarang.

      Cerita Korban Selamat Bus Masuk Jurang di Sarangan

      Begini pengakuan rombongan wisatawan asal Semarang yang selamat dari kecelakaan bus di Jalan Raya Sarangan, Magetan, Jatim.