Tutup Iklan
Dikira Sudah Selesai, 3 Negara Ini Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19
Kondisi Tokyo, Jepang, pada 20 Juli 2020 setelah pandemi virus corona Covid-19 mereda. (Reuters/Issei Kato)

Solopos.com, SOLO - Saat sebagian besar negara di dunia masih bergelut dengan gelombang pertama wabah virus corona Covid-19, sejumlah negara telah masuk gelombang ketiga.

Virus corona telah menjangkit 16,7 juta orang dengan tingkat kematian 658.118. Sebanyak 10,2 juta orang telah sembuh sedangkan sisanya masih harus berjuang menghadapi infeksi virus SARS-Cov2.

Sejumlah negara yang sempat dinilai sukses menangani pandemi tersebut tidak berlangsung lama. Meski begitu, rupanya tiga negara di Asia kini sedang dihadapkan pada ancaman gelombang ketiga virus corona setelah sebelumnya berhasil memukul mundur pandemi.

Kabar Baik! 10 Pasien Covid-19 di Klaten Sembuh, Termasuk Batita Asal Tulung

China

Dilansir dari Reuters, China baru saja melaporkan kasus virus corona tertinggi yang tidak melibatkan imported case sejak awal Maret lalu. Tercatat, Pemerintah Tiongkok telah melaporkan ada penambahan 61 kasus virus corona baru pada Minggu (26/7/2020).

Komisi Kesehatan setempat menjelaskan jika angka tersebut naik dari 46 kasus sehari sebelumnya. Dari 61 kasus baru, sekitar 57 kasus berasal dari penularan lokal. "Paling banyak sejak 6 Maret ketika 75 infeksi baru dilaporkan,” ungkap Komisi Kesehatan setempat seperti dilansir dari Reuters, Selasa (28/7/2020).

Laporan tersebut membuat China kini berpotensi kembali menghadapi wabah virus corona gelombang ketiga. Padahal, Negeri Tirai Bambu itu telah berhasil menekan laju penyebaran virus corona beberapa bulan lalu dengan menerapkan kebijakan karantina wilayah atau lockdown.

Demo Buruh di Kantor Gubernur Jateng Abaikan Protokol Covid-19, Begini Reaksi Ganjar…

Malaysia

Malaysia juga menjadi salah satu negara di Asia yang terancam diterjang gelombang ketiga virus corona Covid-19. Pasalnya, kasus Covid-19 di Malaysia dilaporkan telah melonjak tajam hingga 100 pasien setiap harinya.

Dalam empat hari terakhir, Malaysia melaporkan hingga 23 kasus corona baru pada Sabtu (25/7/2020), 21 kasus corona pada Jumat (24/3/2020), 9 kasus pada Kamis (23/7/2020), dan 16 kasus pada Rabu (22/7/2020) lalu. Penemuan ini muncul setelah Malaysia pada awal bulan menyatakan bebas kasus sejak pandemi menyebar Maret lalu.

Dilansir CNN, situasi ini membuat Pemerintah Malaysia mulai mempertimbangkan kembali untuk melakukan lockdown. Jika rencana ini diterapkan, tentunya hal itu menjadi kemunduran bagi Negeri Jiran. Terlebih, Kementerian Kesehatan Malaysia pada 1 Juli lalu telah sempat mengumumkan nol kasus corona baru pada 1 Juli lalu untuk pertama kalinya.

Update 28 Juli: Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Indonesia Tambah 1.748

Hong Kong

Situasi yang terjadi di Hong Kong bahkan disebutkan sudah masuk dalam gelombang ketiga virus corona Covid-19. Pemicunya adalah adanya rekor tambahan kasus harian di Hong Kong, yakni sebesar 133 orang positif terinfeksi Covid-19.

Pejabat kesehatan setempat lantas menyatakan keprihatinan mendalam mengenai situasi ini. Ia juga turut melaporkan jika tempat tidur rumah sakit setempat yang digunakan untuk menampung pasien virus corona sudah semakin menipis dan mendekati kapasitas maksimum.

”Kami melihat jumlah kasus yang sangat tinggi setiap hari dan trennya masih meningkat," Kata Kepala Cabang Penyakit Menular dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong, Dr Chuang Shuk-kwan seperti dilansir dari South China Morning Post. “Kami sangat khawatir tentang apakah situasi ini dapat dikendalikan sebenarnya.”

Sukoharjo Tambah 51 Kasus Positif Covid-19 Baru Dalam Sepekan, Nakes Mendominasi

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho