Diisukan Retak Soal Uighur, Mahfud MD: Mana Pertentangannya dengan Moeldoko?
Mahfud Md saat diwawancarai Metro TV, Minggu (20/7/2014).

Solopos.com, SOLO -- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD buka suara soal isu retaknya Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia juga menanggapi isu tidak harmonisnya hubungan dirinya dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Hal ini bermula ketika ada perbadaan pendapat antara Mahfud MD dengan Moeldoko terkait diplomasi untuk China soal etnis Uighur. Lalu sebuah berita di media online mengembuskan isu keretakan itu.

Mobil Wisatawan Kediri Penyok Tertimpa Pohon Tumbang di Jl. Slamet Riyadi Solo

"POJOK1.id yang ikut-ikutan dikutip oleh Babe [aplikasi Baca Berita] menulis berita omong kosong tentang Kabinet Retak Karena Perbedaan Statement Mahfud MD dan Moeldoko Soal Uighur. Penyataan kami malah sinkron, kok dibilang retak," beber Mahfud MD melalui akun Twitter resminya, @mohmahfudmd, Selasa (24/12/2019) malam.

Menurutnya, Moeldoko mengatakan pemerintah justru tidak akan mengintervensi urusan Uighur. Sedangkan Mahfud MD menjelaskan pemerintah Indonesia melakukan diplomasi lunak. Pernyataan mereka dianggap Mahfud MD klop dan sesuai.

Pikap Tertimpa Batu Besar Akibat Longsor di Padang, 3 Orang Terluka

"Moeldoko mengatakan bahwa Pemerintah RI takkan intervensi dlm urusan Uighur sedangkan Menko Polhukam mengatakan sudah lama melakukan Diplomasi Lunak. Dimana pertentangannya? Saya mengatakan diplomasi lunak justeru krn tdk ingin intervensi. Klop, kan?" tambah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

"Coba, dimana pertentangan keterangan saya dgn Moeldoko. Kan sama2 bersikap tidak akan intervensi. Ibaratnya, kalau saya dan Pak Moeldoko hadir ke sidang kabinet ya sama2 hadir tapi Pak Moeldoko lewat pintu sebelah barat sedang saya lewat pintu sebelah timur," pungkasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom