Didapuk Jadi Kabupaten Terinovatif se-Indonesia, Wonogiri Masih Punya Tiga PR
Menristek, Bambang Brodjonegoro (kiri), menyerahkan penghargaan peringkat pertama Kabupaten Inovatif kepada Sekda Wonogiri, Haryono, saat acara Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif 2020 di Auditorium B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (10/11/2020). (Istimewa/Heru Utomo)

Solopos.com, WONOGIRI — Kabupaten Wonogiri dinobatkan sebagai kabupaten terinovatif se-Indonesia oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional atau Kemenristik/BRIN. Kendati demikian, terdapat tiga sektor yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkab Wonogiri, lantaran nilai indeks daya saingnya minim. Hal itu menjadi tantangan kepala daerah terpilih tahun ini.

Penghargaan itu diberikan Menristek, Bambang Brodjonegoro, pada acara Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif 2020 di Auditorium B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Penghargaan diterima Sekretaris Daerah Wonogiri, Haryono. Saat itu Wonogiri meraih peringkat pertama Pemerintah Daerah Inovatif kategori kabupaten.

BPN Wonogiri Tuntaskan 7.825 Sertifikasi Tanah Dalam PTSL 2020

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan atau Bappeda Litbang Wonogiri, Heru Utomo, Rabu (11/11/2020), menyampaikan Pemda Inovatif 2020 diukur berdasar indeks daya saing daerah atau IDSD capaian program 2019. Indeks tersebut terdiri atas 23 dimensi yang dijabarkan menjadi 97 indikator. IDSD Wonogiri mendapatkan nilai 3,9179 atau tertinggi nasional kategori kabupaten. Nilai maksimal IDSD adalah 5.

Lima Dimensi Penilaian

Heru memerinci ada lima dimensi yang mendapatkan nilai lima, yakni teknologi, regulasi, ketenagakerjaan, kompetisi dalam negeri, serta keamanan dan ketertiban. Dimensi lain yang unggul sehingga memperoleh nilai empat atau lebih. Dimensi itu meliputi kewirausahaan, kesehatan, infrastruktur air bersih, dan stabilitas pasar. Selain itu dimensi telematika, interaksi dan keberagaman, serta keterampilan.

“Penghargaan ini ada mulai 2018. Saat itu Wonogiri belum mampu menembus peringkat atas. Namun, setelah berbagai inovasi dilakukan, nilainya meningkat signifikan pada dua tahun berikutnya. Pada 2019 Wonogiri meraih peringkat II dan tahun ini peringkat I. Capaian ini tak terlepas dari peran kepala daerah yang memiliki komitmen besar untuk terus membangun daerah. Muaranya untuk menyejahterakan masyarakat Wonogiri,” kata Heru saat dihubungi Solopos.com.

Selamat, Wonogiri Raih Juara I Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif dari Kemenristek

Walau begitu Heru tak memungkiri ada dimensi lain di Wonogiri yang masih lemah sehingga nilainya kurang dari tiga. Sektor itu meliputi keuangan daerah yang mendapat nilai 2,75, stabilitas ekonomi 2,71, dan pendidikan 1,83.

Dia menjelaskan sektor keuangan daerah membutuhkan sentuhan lebih lanjut untuk mendongkrak pendapatan. Sebenarnya, Pemkab sudah berupaya dengan menggenjot pendapatan asli daerah melalui aspek wisata. Langkahnya seperti merevitalisasi objek wisata dan mengembangkan desa wisata. Sementara, sektor stabilitas ekonomi lemah lantaran investasi yang masih kecil.

Plt. Bupati Wonogiri, Edy Santosa, bersyukur Wonogiri meraih juara I Kabupaten Inovatif. Menurut dia capaian itu harus menjadi motivasi Pemkab untuk terus berinovasi. Dia menyebut Pemkab tak boleh lekas berpuas diri. Masih ada tantangan yang harus dijawab, terutama menggenjot sektor yang masih dinilai lemah.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom