Dibanderol Rp200.000, Vaksin Nusantara dr Terawan Kapan Dipasarkan?
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Freepik.com)

Solopos.com,  JAKARTA – Vaksin Nusantara yang diprakarsai mantan Menkes Terawan Agus Putranto ditarget rampung uji klinis dalam setahun. Nantinya vaksin Covid-19 ini bakal dipasarkan dengan harga sekitar Rp200.000.

Salah satu peneliti vaksin tersebut, Dr Yetty Movita Nency, SPAK, menjelaskan pengembangan vaksin dimulai pada Oktober 2020.Pada 23 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021 dilakukan penyuntikan uji klinis tahap I.

"Ini selesai di akhir Januari. Proses fase dua setelah dapatkan persetujuan BPOM. Hasil Alhamdulillah dari 27 subyek, 20 keluhan ringan. Ada keluhan sustemik dan lokal. Hanya ada 20 keluhan. Ringan dan membaik tanpa obat. Sama kayak vaksin lain. Efektivitasnya ada peningkatan antibodi pada minggu keempat," kata Yetty di RSUP dr Kariadi Semarang, Rabu (17/2/2021), seperti dilansir Detik.com.

Baca juga: Vaksinasi Pelayan Publik dan Lansia Ditargetkan Selesai Mei 2021

Fase selanjutnya juga masih soal keamanan Vaksin Nusantara tapi dengan subjek lebih banyak yaitu 180 orang. Kemudian fase III terkait penentuan dosis yang dilakukan penyuntikan terhadap 1.600 orang. Adapun sukarelawan vaksin itu berasal dari berbagai kalangan dengan rentang usia 18-59 tahun.

Pada uji coba tahap pertama, sebanyak 20 subjek merasakan efeek samping berupa nyeri otot, nyeri sendi, lemas, mual, demam, dan menggigil.

"Kesimpulan keamanan fase 1 adalah tidak didapatkan kejadian serious adverse event pada seluruh subjek fase 1. Pada pengamatan 4 minggu setelah vaksin semua subyek mengalami kenaikan titer AB yang bervariasi antar invididu/grup perlakuan," ujar Yetty pada paparannya.

Baca juga: 10 Berita Terpopuler: Gairah Mal di Solo – Wujud Luweng Wonogiri

Yetty menjelaskan Vaksin Nusantara ditarget untuk dedarkan dalam waktu setahun. Vaksin ini dikembangkan dengan mengambil sel dendritik dari orang yang divaksin. Setelah melalui masa inkubasi dan diolah, vaksin disuntikkan kembali, sehingga sifatnya perorangan.

Pakar biologi molekular Ahmad Rusdan Utomo menyebut, teknologi sel dendritik terbilang rumit sehingga tidak digunakan pada pengembangan vaksin Covid-19 lainnya. Diklaim, vaksin Nusantara merupakan vaksin Covid-19 pertama di dunia yang menggunakan teknologi ini.

Baca juga: Tak Cuma di Klaten, Sumur Ambles Pernah Terjadi di Kediri

Sumber: Detik.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom