Infografis Kerupuk (Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO – Kerupuk menjadi bahan guyonan yang disampaikan Mendagri Tito Karnavian saat membahas soal stunting. Guyonan itu disampikan dalam pidato sambutan acara pemberian penghargaan Swasti Saba kabupaten/kota 2019 di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri (Tirto Karnavian) menyebut dirinya sebagai salah satu produk stunting zaman dulu. Sebab, tubuhnya tidak setinggi teman seangkatannya di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).

“Karena saya masuk Akabri paling belakang terus. Pak Terawan, yang lain tinggi-tinggi. Saya paling belakang karena stunting. Makan kerupuk tok di paling belakang,” katanya seperti dilansir Detik.com.

Meski dianggap tidak bergizi, faktanya kerupuk justru berisiko meningkatkan obesitas. Ahli gizi dan diet dari University of Sydney, Leona Victoria Djajadi, menyebut kerupuk berkalori tinggi. Selain itu, kerupuk juga mengandung minyak yang tidak bernutrisi.

Kisah Penjual Soto Yang Mendadak Buta Setelah Berobat ke RS Mata Solo

Setiap 100 gram kerupuk mengandung sekitar 480 kalori. Sementara 100 gram keripik singkong mengandung 550 kalori. Sementara setiap 100 gram kerupuk aci mengandung 476 kalori.

Awas! Tatap Layar Smartphone Seharian Bisa Buta

Berdasarkan fakta tersebut, kerupuk berisiko menyebabkan obesitas lantaran mengganggu metabolisme tubuh. Diberitakan Solopos.com sebelumnya, jumlah kalori pada kerupuk setara dengan sepiring nasi.

Terungkap! Asal-Usul Kempot pada Nama Didi Kempot

Itulah sebabnya disarankan untuk mengurangi konsumsi kerupuk jika tidak ingin mengalami kegemukan.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten