Di Tangan Warga Wonogiri Ini, Mete Dibikin Sambal Pecel
Sambel kacang mete hasil olahan Naning, warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri. Foto diambil di halaman Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (4/12). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com,WONOGIRI -- Di Wonogiri, kacang mete tidak hanya dibuat cemilan dengan cara digoreng maupun dioven. Di sana, mete juga diolah menjadi bahan campuran makanan tertentu.
Salah satu pedagang yang mulai mengkreasi mete tidak jadi sekedar cemilan adalah Naning. Warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri ini menggunakan mete untuk membuak sambel pecel dan makan ringan ting-ting. Mete dipakai menggantikan kacang tanah.
"Proses pembuatan sambel pecel dan ting-ting sama seperti biasa. Hanya, bahan dasar kacang tanah saya ganti dengan mete. Tentunya rasanya jadi beda," kata pemilik toko Kartika Mete itu kepada Solopos.com, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (3/12/2020).
Naning menjual sambel pecel dan ting-ting dalam bentuk kemasan. Ting-ting dengan berat 200 gram dijual Rp35.000. Sedangkan sambel pecel dijual Rp20.000 per 180 gram. "Sudah banyak yang pesan juga sambel pecel dan ting-ting yang dibuat dari mete ini. Sudah pernah kirim ke luar kota juga," ungkap dia.
Naning mengatakan manfaat lai dari mete adalah bisa jadi pengganti kemiri. Seperti yang banyak dilakukan para pelanggannya. "Biasanya mereka yang memanfaatkan mete sebagai pengganti kemiri digunakan untuk membuat ayam geprek, bakso, dan sate ponorogo," kata dia.
Naning hanya menjual mete oven, tidak ada yang digoreng. Itu jadi salah satu ciri khas produknya yang pernah ia pamerkan di Korea Selatan beberapa waktu lalu.
Selain itu, Naning juga membuat kreasi mete aneka rasa dan warna. Rasa mete yang dikreasi Naning yakni rasa buah mangga, durian, leci, jambu merah, stroberi, kelapa, kacang hijau hingga cokelat. Perasa yang digunakan dari buah alami ditambah esens yang aman dikonsumsi. Adapun aneka warnanya ada oranye, ungu, cokelat, hijau, merah, biru, kuning dan lain-lain.
"Saya mulai usaha mete sejak 2014, sejak awal sistemnya saya oven. Sedangkan untuk kreasi mete aneka rasa dan warna baru sejak Mei 2020, tepatnya sejak lebaran," kata Naning.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom