Kepala BKKBN Hasto Wardoyo tampil dalam Pembinaan Sumber Daya Manusia Perwakilan BKKBN Provinsi Jateng di Kantor BKKNN Jateng, Kota Semarang, Kamis (12/12/2019). (Antara-Humas BKKBN)

Solopos.com, SEMARANG — Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Hasto Wardoyo mengaku terus melakukan rebranding BKKBN tidak sekadar logo, seragam, tetapi juga membuat jingle dan aransemen mars yang baru untuk menyasar kaum milenial.

"Tujuannya untuk menyesuaikan. Kalau kita berjualan, maka kemasannya harus sesuai yang diinginkan. Ekosistemnya sekarang generasi muda. Jika berdagangnya dengan atribut lama, maka akan kurang mengena," kata Hasto Wardoyo di sela-sela Peresmian Renovasi Gedung Kantor Perwakilan BKKBN Jawa Tengah di Jl. Pemuda, Kota Semarang, Kamis (12/10/2019).

Di masa lalu, lembaga yang lebih kondang dengan kependekan “BKKBN” itu dikenal sebagai Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Kini, BKKBN merupakan kependekan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Hasto menjelaskan untuk mendekatkan diri kepada kaum milenial, ada sejumlah hal yang dilakukan seperti pembuatan jingle dan tagline yang dapat dibawakan mereka. "Untuk Mars, liriknya tetap. Hanya saja mengubah aransemennya agar lebih memukau," kata Hasto sebagaimana dipublikasikan Kantor Berita Antara, Jumat (13/12/2019).

Hasto menegaskan karena BKKBN terus menyasar kaum milenial, maka tool yang digunakan juga harus menyesuaikan, sehingga mudah diterima.  Rebranding BKKBN yang kini tengah berproses tersebut, lanjut Hasto, diharapkan juga menjadi momentum guna memperbaharui semangat dan meningkatkan kinerja multidimensi.

Hasto menegaskan BKKBN yang baru nanti akan siap menghadapi tantangan dan kebutuhan keluarga milenial serta siap berbicara di era digital  4.0.  Terkait dengan terwujudnya Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi, Hasto mengaku, saat ini, BKKBN terus berupaya menjadi instansi pemerintah yang berintegritas, bebas korupsi, serta terus mengendepankan pelayanan kepada masyarakat.

Lima strategi membangun Zona Integritas, tambah Hasto, antara lain yang pertama komitmen, pimpinan, dan karyawan harus terlibat dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan menularkan semangat dan visi yang sama.

Kedua, kemudahan pelayanan, yakni semua pihak harus bersemangat dalam memberikan fasilitas yang baik, meningkatkan pelayanan, dan memberi kepuasan publik.

Ketiga, menciptakan program menyentuh masyarakat yang membuat masyarakat lebih dekat dengan lembaga; keempat, monitoring dan evaluasi; dan yang kelima, manajemen media.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten